Kepulauan Sula Akhiri Mata Rantai Daerah Tertinggal

Jumat, 20 September 2024 - 21:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasedata.id–Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, dibawah kepemimpinan Bupati Fifian Adeningsi Mus dan Wakil Bupati M. Saleh Marasabessy, berhasil memutuskan mata rantai status daerah tertinggal pada tahun 2024.

Keberhasilan ini diakui melalui Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia dengan Nomor: 490 Tahun 2024, yang menetapkan Kepulauan Sula sebagai salah satu dari 26 kabupaten yang terentaskan dari status daerah tertinggal.

Dalam pernyataan kepada awak media, Bupati Fifian Adeningsi Mus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam pencapaian ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penetapan Kabupaten Kepulauan Sula sebagai daerah yang terentaskan dari status tertinggal merupakan bagian penting dari Keputusan Menteri Desa. Kami sangat berterima kasih kepada Menteri Desa, seluruh Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, dan seluruh masyarakat Kepulauan Sula yang telah bekerja keras,” ujar Bupati Ningsi, Kamis (19/09/2024).

Baca Juga :  Warga Bongkar Sejumlah Kasus Kades Saketa, Bupati Didesak Bertindak

Ia menambahkan, pencapaian ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat. “Dengan kolaborasi yang baik, kita berhasil keluar dari status daerah tertinggal. Namun, hasil ini harus terus dipertahankan untuk mewujudkan visi Sula Bahagia,” tegasnya.

Sebelumnya periode 2020 hingga 2024, berdasarkan Peraturan Presiden No. 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal, Kepulauan Sula, saat itu dipimpin Bupati Hendrata Thes, masih masuk dalam kategori daerah tertinggal. Namun, kini status tersebut berhasil dilepaskan, menjadikan Kepulauan Sula bagian dari kabupaten yang mengalami kemajuan signifikan.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan daerah tertinggal, diantaranya adalah :

1. Kebijakan pembangunan yang kurang tepat.

2. Pendekatan dan prioritas pembangunan yang salah arah.

3. Tidak dilibatkannya lembaga adat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Baca Juga :  Bantuan Korban Kebakaran Rumah di Kepulauan Sula Disalurkan

4. Infrastruktur jalan yang rusak parah.

5. Tingkat pendidikan dan keterampilan sumber daya manusia yang rendah.

6. Rendahnya etos kerja masyarakat.

7. Bencana alam yang kerap terjadi.

8. Minimnya lapangan pekerjaan.

9. Potensi ekonomi lokal yang belum berkembang.

Dengan terentaskannya Kepulauan Sula dari status daerah tertinggal itu, Bupati Ningsi berharap momentum ini dapat menjadi titik balik untuk memajukan pembangunan lebih merata, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperbaiki infrastruktur dan perekonomian lokal.

“Ini bukan akhir, melainkan awal dari langkah baru untuk terus membawa Kepulauan Sula menuju kesejahteraan dan kemajuan yang lebih baik,” pungkasnya.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, sebagai bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat membawa perubahan signifikan bagi masa depan daerah. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Apel Perdana Usai Lebaran, Bupati Halsel Tekankan Disiplin dan Perubahan Kinerja ASN
DPD GMNI Malut Soroti Dugaan Maraknya Investasi Tambang Tanpa AMDAL di Haltim
Wakil Gubernur Malut Gelar Open House di Tidore 
Gubernur Malut Sampaikan Pesan Mendalam di Momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Pemprov Malut Dorong Pembangunan RTLH 2026 Gunakan PVC
Dikbud Malut Pastikan Hak Guru Cair 100 Persen Jelang Lebaran
Hore ! ASN Pemprov Maluku Utara Sudah Terima THR dan TPP
Pimpinan OPD dihimbau Sholat IED 1447 Hijriah di Sofifi

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:41 WIT

Apel Perdana Usai Lebaran, Bupati Halsel Tekankan Disiplin dan Perubahan Kinerja ASN

Senin, 23 Maret 2026 - 16:27 WIT

DPD GMNI Malut Soroti Dugaan Maraknya Investasi Tambang Tanpa AMDAL di Haltim

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:07 WIT

Wakil Gubernur Malut Gelar Open House di Tidore 

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:59 WIT

Gubernur Malut Sampaikan Pesan Mendalam di Momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:35 WIT

Pemprov Malut Dorong Pembangunan RTLH 2026 Gunakan PVC

Berita Terbaru

Seleksi pemain persiapan Porprov 2026 yang dipusatkan di Lapangan Ya-Anhar, Kelurahan Gambesi, Kota Ternate/Pelatih kepala Rudiyanto [dok : kasedata]

Olahraga

PSSI Ternate “Bangkit,” Bidik Kembali Emas Porprov 2026

Sabtu, 28 Mar 2026 - 01:53 WIT

Oknum anggota BRIMOB Bripka RAP (37) resmi ditetapkan sebagai tersangka KDRT. || dok : Kasedata.id

Hukun & Peristiwa

Tak Pandang Bulu, Polisi Tetapkan Anggota Brimob Tersangka KDRT

Rabu, 25 Mar 2026 - 17:32 WIT

Ketua PW Fatayat NU Maluku Utara, Mardiah Z. Hanafi. || dok : Ilham/Kasedata

Hukun & Peristiwa

Fatayat NU Maluku Utara Mengutuk Keras Kasus KDRT di Ternate

Selasa, 24 Mar 2026 - 23:17 WIT

Direktur LSM Daulat Perempuan Maluku Utara (Daurmala) Maluku Utara, Nurdewa Syafar. || dok : Ilham/Kasedata

Hukun & Peristiwa

Daurmala Resmi Laporkan Oknum Anggota Brimob ke Divpropam Polri

Selasa, 24 Mar 2026 - 22:46 WIT