Rica Nona Picu Inflasi, Pemda Halut dan Pemprov Malut Datangkan 7 Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disperindag Maluku Utara, Ronny Saleh, saat memberikan keterangan terkait kedatangan 7 ton pasokan rica nona untuk menekan lonjakan harga cabai di Maluku Utara. || Foto : Kasedata.id

Kepala Disperindag Maluku Utara, Ronny Saleh, saat memberikan keterangan terkait kedatangan 7 ton pasokan rica nona untuk menekan lonjakan harga cabai di Maluku Utara. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id – Pasokan rica nona atau cabai rawit jenis patalan sebanyak 7 ton akhirnya tiba di Maluku Utara, Sabtu (31/10/2026). Tambahan pasokan cabai dari Probolinggo, Jawa Timur ini atas permintaan Pemda Kabupaten Halmahera Utara (Halut) yang diintervensi pemerintah provinsi untuk menekan lonjakan harga cabai yang selama sebulan terakhir turut memicu inflasi daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara, Ronny Saleh, mengatakan total 7 ton rica nona itu didatangkan melalui koordinasi lintas lembaga, melibatkan Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta Badan Pangan Nasional (Bapanas), atas permintan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.

“Atas kerjasama itu maka hari ini seluruh pasokan rica nona jenis patalan sebanyak 7 ton sudah tiba di Maluku Utara dan siap didistribusikan ke Kabupaten Halut dan sisanya di Kabupaten lainnya. Ini merupakan langkah koordinasi bersama untuk memastikan ketersediaan stok dan mempercepat distribusi cabai ke daerah yang membutuhkan,” kata Ronny kepada kasedata.id

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, dari total pasokan itu sebanyak 1,2 ton atau 39 koli didatangkan dari Probolinggo melalui Surabaya menggunakan maskapai Batik Air. Pengiriman ini merupakan bagian dari upaya percepatan distribusi setelah sebelumnya mengalami kendala teknis dalam pengangkutan.

Baca Juga :  Pemprov Malut Pastikan Stok BBM Aman, Dua Kapal Segera Tambah Pasokan

Semula, 39 koli rica nona itu dijadwalkan tiba di Maluku Utara pada Kamis menggunakan pesawat Boeing TNI Angkatan Udara. Namun, karena kendala teknis, pasokan sempat tertahan di Pangkalan Udara (Lanud) Juanda.

Disperindag Kabupaten Halmahera Utara kemudian berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Maluku Utara untuk mencari jalur alternatif. Hasilnya, pengiriman dialihkan menggunakan penerbangan komersial Batik Air hingga tiba di Maluku Utara pada Sabtu pagi.

Sementara itu, sebanyak 196 koli atau sekitar 5,8 ton lainnya telah lebih dahulu diterbangkan menggunakan pesawat Boeing TNI AU. Namun, akibat perubahan rute penerbangan, pasokan tersebut tiba di Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat.

Untuk mempercepat distribusi ke Maluku Utara, Disperindag provinsi bersama Disperindag Halmahera Utara, BI, dan instansi terkait melakukan koordinasi lanjutan. Setelah berkoordinasi dengan Gubernur Sherly Tjoanda Laos, Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe, serta Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, distribusi 5,8 ton rica nona difasilitasi melalui kapal cepat Cantika dari Manado menuju Ternate.

“Alhamdulillah, melalui koordinasi bersama Bank Indonesia dan seluruh pihak terkait, pasokan 5,8 ton yang berada di Manado bisa segera dikirim menggunakan kapal cepat Cantika dan tiba siang ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pasca Dikeluhkan, Stok Cuci Darah Dipinjam dari RSUD Tobelo

Ronny menambahkan, setelah seluruh pasokan 7 ton tiba, pemerintah akan segera mengatur distribusinya. Sebagian akan dikirim ke Kabupaten Halmahera Utara, sedangkan sisanya disalurkan ke kabupaten/kota lain yang membutuhkan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pedagang di pasar.

Namun, langkah pemerintah tidak berhenti pada penambahan stok. Pemprov Maluku Utara bersama Bank Indonesia juga menyiapkan intervensi langsung melalui pasar murah yang akan digelar selama satu pekan.

Dalam program tersebut, rica nona akan dijual dengan harga Rp110 ribu per kilogram. Skema ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh cabai dengan harga lebih terkendali sekaligus menekan tekanan inflasi akibat kenaikan harga komoditas pangan tersebut.

“Yang paling urgen, pemerintah provinsi bersama Bank Indonesia akan melakukan intervensi pasar melalui pasar murah selama satu minggu. Rica nona direncanakan dijual Rp110 ribu per kilogram untuk membantu mengendalikan harga,” tegas Ronny.

Kehadiran tambahan pasokan ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketersediaan rica nona di pasar, tetapi juga memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengendalikan gejolak harga pangan menjelang periode kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Lonjakan Harga Cabai, KNPI Malut Apresiasi Pemerintah Gelar Pasar Murah 
Wali Kota Ternate Lantik Puluhan Kepala Sekolah, Dua Dirotasi, Ini Daftarnya
Obi Fishing Tournament Jadi Magnet Festival Harmoni Obi
Sekda Yosar Bawa Potensi Taliabu ke Panggung Investasi
Besok, Wali Kota Ternate Lantik Pejabat Eselon II dan 31 Kepala Sekolah
Kunker ke Malut, Menteri PU Tekankan Air Bersih dan Konektivitas Wilayah
PKB Malut Siap Kawal Program Pemda Kepulauan Sula
DPC PKB Sula Dikukuhkan, Sekda Tekankan Tanggung Jawab kepada Rakyat

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:47 WIT

Lonjakan Harga Cabai, KNPI Malut Apresiasi Pemerintah Gelar Pasar Murah 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:19 WIT

Rica Nona Picu Inflasi, Pemda Halut dan Pemprov Malut Datangkan 7 Ton

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:38 WIT

Wali Kota Ternate Lantik Puluhan Kepala Sekolah, Dua Dirotasi, Ini Daftarnya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:28 WIT

Obi Fishing Tournament Jadi Magnet Festival Harmoni Obi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:24 WIT

Besok, Wali Kota Ternate Lantik Pejabat Eselon II dan 31 Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Sosok

Sumur dari Demak : Mengenang Sahabat Fathan Subchi

Sabtu, 31 Okt 2026 - 09:14 WIT

Ikan-ikan yang didapat oleh salah satu tim peserta lomba Obi Fishing Tournament 2026

Daerah

Obi Fishing Tournament Jadi Magnet Festival Harmoni Obi

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:28 WIT