Kasedata.id – Pasokan rica nona atau cabai rawit jenis patalan sebanyak 7 ton akhirnya tiba di Maluku Utara, Sabtu (31/10/2026). Tambahan pasokan cabai dari Probolinggo, Jawa Timur ini atas permintaan Pemda Kabupaten Halmahera Utara (Halut) yang diintervensi pemerintah provinsi untuk menekan lonjakan harga cabai yang selama sebulan terakhir turut memicu inflasi daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara, Ronny Saleh, mengatakan total 7 ton rica nona itu didatangkan melalui koordinasi lintas lembaga, melibatkan Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta Badan Pangan Nasional (Bapanas), atas permintan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
“Atas kerjasama itu maka hari ini seluruh pasokan rica nona jenis patalan sebanyak 7 ton sudah tiba di Maluku Utara dan siap didistribusikan ke Kabupaten Halut dan sisanya di Kabupaten lainnya. Ini merupakan langkah koordinasi bersama untuk memastikan ketersediaan stok dan mempercepat distribusi cabai ke daerah yang membutuhkan,” kata Ronny kepada kasedata.id
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, dari total pasokan itu sebanyak 1,2 ton atau 39 koli didatangkan dari Probolinggo melalui Surabaya menggunakan maskapai Batik Air. Pengiriman ini merupakan bagian dari upaya percepatan distribusi setelah sebelumnya mengalami kendala teknis dalam pengangkutan.
Semula, 39 koli rica nona itu dijadwalkan tiba di Maluku Utara pada Kamis menggunakan pesawat Boeing TNI Angkatan Udara. Namun, karena kendala teknis, pasokan sempat tertahan di Pangkalan Udara (Lanud) Juanda.
Disperindag Kabupaten Halmahera Utara kemudian berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Maluku Utara untuk mencari jalur alternatif. Hasilnya, pengiriman dialihkan menggunakan penerbangan komersial Batik Air hingga tiba di Maluku Utara pada Sabtu pagi.
Sementara itu, sebanyak 196 koli atau sekitar 5,8 ton lainnya telah lebih dahulu diterbangkan menggunakan pesawat Boeing TNI AU. Namun, akibat perubahan rute penerbangan, pasokan tersebut tiba di Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat.

Untuk mempercepat distribusi ke Maluku Utara, Disperindag provinsi bersama Disperindag Halmahera Utara, BI, dan instansi terkait melakukan koordinasi lanjutan. Setelah berkoordinasi dengan Gubernur Sherly Tjoanda Laos, Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe, serta Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, distribusi 5,8 ton rica nona difasilitasi melalui kapal cepat Cantika dari Manado menuju Ternate.
“Alhamdulillah, melalui koordinasi bersama Bank Indonesia dan seluruh pihak terkait, pasokan 5,8 ton yang berada di Manado bisa segera dikirim menggunakan kapal cepat Cantika dan tiba siang ini,” ungkapnya.
Ronny menambahkan, setelah seluruh pasokan 7 ton tiba, pemerintah akan segera mengatur distribusinya. Sebagian akan dikirim ke Kabupaten Halmahera Utara, sedangkan sisanya disalurkan ke kabupaten/kota lain yang membutuhkan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pedagang di pasar.
Namun, langkah pemerintah tidak berhenti pada penambahan stok. Pemprov Maluku Utara bersama Bank Indonesia juga menyiapkan intervensi langsung melalui pasar murah yang akan digelar selama satu pekan.
Dalam program tersebut, rica nona akan dijual dengan harga Rp110 ribu per kilogram. Skema ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh cabai dengan harga lebih terkendali sekaligus menekan tekanan inflasi akibat kenaikan harga komoditas pangan tersebut.
“Yang paling urgen, pemerintah provinsi bersama Bank Indonesia akan melakukan intervensi pasar melalui pasar murah selama satu minggu. Rica nona direncanakan dijual Rp110 ribu per kilogram untuk membantu mengendalikan harga,” tegas Ronny.
Kehadiran tambahan pasokan ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketersediaan rica nona di pasar, tetapi juga memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengendalikan gejolak harga pangan menjelang periode kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi


![Isnain Bailusy [don]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/Merah-Putih-Hitam-Modern-Sederhana-Proposal-Kegiatan-Kemerdekaan-Presentasi_20261031_192357_0000-225x129.jpg)




