Kasedata.id — Proyek pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dipastikan tetap berjalan setelah mendapat dukungan pendanaan dari Bank Dunia. Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Halsel, Daud Djubedi, Senin (17/11/2025).
Daud mengungkapkan, awalnya pembangunan BLK tidak dapat dibiayai melalui APBN 2025 karena adanya koreksi anggaran di tingkat pusat. Namun melalui koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, proyek tersebut dialihkan pembiayaannya ke skema pendanaan Bank Dunia.
Saat ini pembangunan memasuki tahap penyusunan Manajemen Konstruksi (MK) yang berlangsung hingga Desember 2025. Tender proyek dijadwalkan dilaksanakan pada Januari–Februari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anggaran pembangunan tidak berubah signifikan, tetap di kisaran Rp100 miliar lebih. Fasilitasnya akan dirancang setara balai pelatihan modern dengan standar vokasi nasional,” ujar Daud.
BLK akan dibangun di Desa Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan, lokasi yang dinilai strategis untuk memperluas akses pelatihan bagi masyarakat produktif.
Meski fasilitasnya lengkap, BLK Halsel nantinya masih berstatus sebagai Satuan Pelayanan (Satpel) dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Ternate. Status mandiri baru akan diusulkan setelah fasilitas tersebut beroperasi optimal dan memenuhi kebutuhan layanan. (*)
Penulis : Ridal Lahani
Editor : Sandin Ar



![Ketua Panitia, Dr. Fachria Yamin Marasabessy [Foto : sukarsi/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260222_012219-225x129.jpg)
![Jurnalis TIMES Indonesia, Husen Hamid (Tengah) yang memilih menjadi Investor di Dapur MBG Pulau Taliabu [dok : haerun/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260222_010850-225x129.jpg)



![Banjir melanda Kelurahan Tafraka, Pulau Hiri, saat warga menggelar salat tarawih perdana [Foto : tangkapan layar video ]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/Picsart_26-02-19_01-59-51-983-225x129.jpg)