Kepala Sekolah Diultimatum, BOS Miliaran tapi Fasilitas Sekolah Memprihatinkan

Rabu, 23 September 2026 - 00:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos. || Foto : Kasedata.id

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id Besarnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kondisi fasilitas pendidikan di Maluku Utara. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menyoroti sekolah yang menerima dana hingga miliaran rupiah per tahun, tetapi masih membiarkan fasilitas dasar dalam kondisi tidak terurus.

Sorotan itu disampaikan Sherly saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah di Bela Hotel, Rabu (23/9/2026) malam. Ia mengaku menemukan sekolah dengan jumlah siswa mencapai 500 hingga ribuan orang yang memperoleh BOS sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar per tahun, namun fasilitas pendukung pembelajaran masih jauh dari memadai.

“Sekolah itu terima BOS dengan nilai miliaran. Tapi masih saja ada sekolah yang tidak memiliki kipas angin, cuma ada satu atau dua. Proyektor cuma ada satu atau dua, lampu mati satu tahun belum ganti, kloset tersumbat satu tahun belum diapa-apain, UKS saat datang kosong,” cecar Sherly.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak ingin persoalan itu berhenti sebagai evaluasi, Sherly mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh kepala sekolah. Ia menegaskan, sekolah dengan anggaran BOS besar harus mampu menunjukkan tata kelola yang berbanding lurus dengan kebutuhan dasar siswa.

Baca Juga :  Rakorda, Kuker Gubernur ke Pemkot Ternate Minim

Bahkan, Sherly menyatakan siap meminta kepala dinas mengganti kepala sekolah jika dalam sidaknya ditemukan fasilitas pendidikan yang dibiarkan rusak dan tidak terurus.

“Kalau saya pergi ke sekolah, sidak kemudian lampu mati lebih dari satu bulan, UKS kosong, setiap kelas tidak ada kipas angin, setiap kelas tidak ada proyektor, terutama buat mereka yang punya uang BOS Rp 1 miliar ke atas per tahun, langsung hari itu saya telepon kepala dinas ganti kepala sekolah,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disambut teriakan setuju dari para kepala SMA, SMK, dan SLB se-Maluku Utara yang hadir dalam forum. Bagi Sherly, kepemimpinan sekolah tidak boleh berhenti pada urusan administrasi, tetapi harus terlihat dari kondisi ruang belajar dan pelayanan pendidikan sehari-hari.

“Bagaimana murid mau disiplin kalau kepala sekolahnya saja tidak disiplin. Guru dan kepala sekolah itu harus memberikan contoh,” ujarnya.

Di tengah sorotan terhadap fasilitas, Sherly juga membuka persoalan lain yang dinilainya jauh lebih mendasar adalah kualitas hasil belajar siswa. Ia menyebut capaian numerasi siswa Maluku Utara masih berada di angka 36, sedangkan literasi berada di angka 37 dari skala 100.

Baca Juga :  Menkum RI Apresiasi Maluku Utara Tercepat Bentuk Pos Bantuan Hukum

“Jangan menghabiskan tiga tahun anak-anak pergi ke sekolah percuma, habis itu mereka nggak bisa masuk di universitas terbaik yang mereka inginkan,” katanya.

Menurutnya, kemampuan membaca, memahami informasi, dan berhitung merupakan fondasi penting bagi siswa, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun menghadapi dunia kerja. Karena itu, ia mendorong guru memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Handphone jangan dipakai hanya untuk buka sosmed atau selfie atau WhatsApp. Coba itu handphone dipakai belajar bertanya di AI,” tegasnya.

Sherly juga menawarkan metode sederhana yang bisa diterapkan setiap hari. Siswa diminta membaca teks sepanjang 300–500 kata selama 5–10 menit, kemudian menuliskan poin penting, kesimpulan, serta apa yang mereka pahami dari bacaan tersebut.

Menurutnya, hasil latihan itu dapat diberi skor dan dicatat secara berkala. Dengan begitu, guru memiliki data perkembangan kemampuan setiap siswa sekaligus dapat mengetahui siapa yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

“Yang sudah bagus silakan. Yang belum bagus, ada data. Jadi kita tahu mana yang harus kita tingkatkan, mana yang sudah bagus,” tandasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Anak Desa dari Sula Raih Juara Motivator Putra Duta Genre Indonesia
Kadikbud Malut Dorong Sinergi Pusat-Daerah Perkuat Mutu Pendidikan
Pemkot Ternate Tindak Lanjuti 22 Rekomendasi KPK
Capaian Numerasi-Literasi Pendidikan di Maluku Utara Masih Rendah
Samsir Wakili Malut di Panlih Muktamar Pemuda Muhammadiyah
Atasi Tantangan Kepulauan, Kemendikdasmen Perkuat PJJ dan Benahi SMA-SMK di Malut
Kejar Ketertinggalan Literasi-Numerasi, Dikbud Malut Perkuat TIK dan Akses Pendidikan
Dikbud Malut Ungkap Transportasi Masih Jadi Kendala Akses Pendidikan

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:20 WIT

Anak Desa dari Sula Raih Juara Motivator Putra Duta Genre Indonesia

Rabu, 23 September 2026 - 18:05 WIT

Kadikbud Malut Dorong Sinergi Pusat-Daerah Perkuat Mutu Pendidikan

Rabu, 23 September 2026 - 15:11 WIT

Pemkot Ternate Tindak Lanjuti 22 Rekomendasi KPK

Rabu, 23 September 2026 - 13:02 WIT

Capaian Numerasi-Literasi Pendidikan di Maluku Utara Masih Rendah

Rabu, 23 September 2026 - 12:26 WIT

Samsir Wakili Malut di Panlih Muktamar Pemuda Muhammadiyah

Berita Terbaru

Wali Kota Ternate saat memimpin rapat tindaklanjut laporan atas 22 rekomendasi dari KPK

Daerah

Pemkot Ternate Tindak Lanjuti 22 Rekomendasi KPK

Rabu, 23 Sep 2026 - 15:11 WIT