Kasedata.id – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) mulai mendorong metode pembelajaran matematika GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) agar tidak berhenti di wilayah Maluku Utara. Langkah itu ditandai dengan pelaksanaan Olimpiade GASING Nasional 2026 yang dihelat di Kota Ternate, Senin (5/10/2026).
Ajang tersebut tidak hanya mempertemukan pelajar dari Maluku Utara, tetapi juga menarik peserta dari luar daerah. Bagi Pemkab Halteng, kehadiran kontingen dari berbagai wilayah menjadi bagian dari upaya memperluas penerapan metode GASING sekaligus memperkuat pembelajaran numerasi.
Bupati Halmahera Tengah, Ikram Sangadji, menegaskan pengembangan sumber daya manusia tidak boleh dibatasi oleh sekat wilayah administratif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Pemkab Halteng bahkan siap mengirimkan guru dan instruktur GASING ke daerah lain yang membutuhkan. Tenaga pengajar tersebut dapat dikirim selama dua minggu, dengan pembiayaan ditanggung Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.
“Pengembangan sumber daya manusia itu tidak ada ukuran demarkasi atau batas wilayah. Orang yang pintar dan mampu bisa mengajar di mana saja,” ujar Ikram saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Ternate.
Ia mengatakan, metode GASING harus terus diimbaskan agar semakin banyak siswa mendapatkan pengalaman belajar matematika dengan cara yang lebih sederhana, menyenangkan, sekaligus mendorong kemampuan berpikir.
Ikram juga menilai Olimpiade GASING Nasional bukan sekadar agenda perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran matematika yang dapat melahirkan lebih banyak talenta berprestasi dari daerah.
“Kami berharap metode Gasing ini dapat terus diimbaskan ke berbagai daerah lain untuk mencetak generasi baru di dunia pendidikan,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Tengah, Muksin Ibrahim, mengatakan penyelenggaraan Olimpiade GASING Nasional merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat peningkatan kemampuan numerasi siswa.
Menurut Muksin, GASING memberikan pendekatan berbeda dalam pembelajaran matematika. Mata pelajaran yang selama ini kerap dianggap sulit dapat dipelajari dengan cara yang lebih gampang, asyik dan menyenangkan.
“Metode GASING telah membuktikan bahwa matematika bukan lagi pelajaran yang menakutkan, melainkan menjadi subjek yang gampang, asyik, dan menyenangkan,” ujar Muksin usai pembukaan kegiatan.
Ia menjelaskan, ajang nasional tersebut sekaligus menjadi ruang kompetisi yang sehat dan sarana mempertemukan pelajar dari berbagai daerah.
Pemilihan Kota Ternate sebagai pusat pelaksanaan, kata Muksin, mempertimbangkan aksesibilitas serta kesiapan infrastruktur untuk menerima peserta, guru pendamping dan tamu undangan dari luar daerah.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen, khususnya peserta dari luar Provinsi Maluku Utara yang telah antusias hadir. Ini menegaskan bahwa komitmen meningkatkan literasi numerasi adalah gerakan bersama secara nasional,” tegasnya.
Olimpiade GASING Nasional 2026 memperlombakan sejumlah kategori kemampuan berhitung cepat dan pemecahan masalah berbasis metode GASING.
“Olimpiade ini diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi menjadi pintu masuk untuk memperluas penerapan metode pembelajaran inovatif sekaligus memperkuat posisi Halmahera Tengah dalam pengembangan pendidikan dan numerasi di kawasan Indonesia Timur,” pungkasnya. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi






