Mandek di Ujung Pekerjaan, Proyek Talud Desa Samat Jadi Sorotan

Sabtu, 18 April 2026 - 09:40 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi proyek pembangunan talud pantai di Desa Samat, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan. || dok : Ridal/Kasedata

Kondisi proyek pembangunan talud pantai di Desa Samat, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan. || dok : Ridal/Kasedata

Kasedata.id Proyek pembangunan talud pantai di Desa Samat, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, mendadak mandek. Program tanggap darurat yang dikerjakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu dilaporkan terhenti selama sekitar satu bulan.

Penyebabnya terbilang sepele namun berdampak besar, yang mana operator ekskavator tak kunjung hadir di lokasi proyek. Akibatnya, seluruh aktivitas pembangunan lumpuh total.

Data di lapangan menunjukkan, dari total panjang pekerjaan 540 meter, progres baru mencapai 440 meter. Artinya, hanya tersisa sekitar 100 meter lagi untuk diselesaikan, namun justru berhenti di tahap krusial.

Mandeknya proyek ini langsung memukul para pekerja. Dari 17 tenaga kerja yang terlibat, enam di antaranya berasal dari luar daerah, sementara sebelas lainnya merupakan warga Desa Samat yang menggantungkan penghasilan dari proyek tersebut.

Salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, para tukang sudah menganggur selama sebulan akibat terhentinya pekerjaan.

“Kami sudah satu bulan tidak bekerja karena operator ekskavator tidak pernah muncul. Padahal pekerjaan tinggal sedikit lagi, hanya sekitar 100 meter,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga :  Banjir di Kelurahan Gambesi Bukan Fenomena Baru, Ini Dugaan Penyebabnya

Ia menegaskan, kondisi ini bukan hanya menghambat penyelesaian proyek, tetapi juga menekan ekonomi para pekerja yang kehilangan sumber penghasilan.

“Kami rugi waktu dan penghasilan. Kami punya keluarga yang harus dihidupi. Kami minta operator segera diganti agar pekerjaan bisa dilanjutkan. Kami sudah terlalu lama menunggu,” tegasnya.

Hingga kini, para pekerja masih menanti kepastian dari pihak terkait. Mereka berharap proyek talud pantai yang dinilai vital untuk melindungi kawasan pesisir Desa Samat itu segera dilanjutkan dan dituntaskan. (*)

Penulis : Ridal Lahani

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kodam Kie Raha Masuk Tahap Finalisasi, Gubernur Sherly Tinjau Lahan Eks Darko
Perhapi Malut Perkuat Koordinasi Jelang TPT XXXV
Paskibraka Maluku Utara 2026 Resmi Dikukuhkan, 32 Putra-Putri Siap Kibarkan Merah Putih
APBD-P Maluku Utara Tahun 2026 Tembus Rp 3,211 Triliun
Semarak Kemerdekaan, PSI Ternate Gelar Turnamen Domino
Nilai 0,00 Buka Bobroknya Pengendalian Tata Ruang Dinas PUPR Malut
Sebanyak 28 Pemegang Izin Tambang Maluku Utara Belum Kantongi RKAB
BPK Temukan Anggaran Rp 256 Juta Bermasalah di Disdik Halsel, Ini Rinciannya

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:07 WIT

Kodam Kie Raha Masuk Tahap Finalisasi, Gubernur Sherly Tinjau Lahan Eks Darko

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:08 WIT

Perhapi Malut Perkuat Koordinasi Jelang TPT XXXV

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:06 WIT

Paskibraka Maluku Utara 2026 Resmi Dikukuhkan, 32 Putra-Putri Siap Kibarkan Merah Putih

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:23 WIT

Semarak Kemerdekaan, PSI Ternate Gelar Turnamen Domino

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:46 WIT

Nilai 0,00 Buka Bobroknya Pengendalian Tata Ruang Dinas PUPR Malut

Berita Terbaru

Daerah

Perhapi Malut Perkuat Koordinasi Jelang TPT XXXV

Minggu, 16 Agu 2026 - 07:08 WIT