Kasedata.id – Tim Ekspedisi Patriot yang terdiri dari profesor, doktor, dosen peneliti, serta mahasiswa magister dan sarjana telah melakukan penelitian intensif sejak September 2025. Kajian tersebut difokuskan pada sejumlah desa prioritas seperti Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, yang tengah dipersiapkan sebagai lokasi pengembangan permukiman dan transmigrasi di Kabupaten Halmahera Selatan.
Selain Jojame, tim juga meninjau berbagai desa sekitar yang dinilai memiliki potensi pengembangan ekonomi, komoditas unggulan, serta kesiapan infrastruktur dasar dalam mendukung program transmigrasi.
Kegiatan lapangan mencakup : satu, pemetaan kawasan prioritas transmigrasi. Dua, evaluasi infrastruktur dasar dan layanan publik. Tiga, wawancara masyarakat dan tokoh lokal. Empat, kajian sosial ekonomi. Lima, analisis potensi komoditas unggulan berbasis lokalitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam agenda diseminasi, perwakilan tim akademisi memaparkan laporan akhir hasil penelitian. Setelah itu, akan dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama pimpinan OPD, Badan Pertanahan Nasional, dan instansi teknis lain untuk memperkaya serta memvalidasi temuan lapangan.
FGD ini akan menjadi forum strategis bagi sinkronisasi hasil kajian akademis dengan kebutuhan kebijakan pemerintah daerah sebelum laporan final disampaikan kepada Kementerian Transmigrasi.
Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, menjelaskan bahwa tim akademisi mengerjakan tiga agenda besar terkait pengembangan kawasan transmigrasi:
1. Evaluasi Kawasan
Menilai kawasan transmigrasi yang telah berjalan maupun yang direncanakan sebagai lokasi penempatan baru, termasuk desa-desa di Bacan Barat Utara.
2. Desain Pengembangan Komoditas Unggulan
Memetakan arah pengembangan ekonomi desa berdasarkan potensi lokal, termasuk komoditas unggulan yang bisa dikembangkan di Desa Jojame dan sekitarnya.
3. Model Kelembagaan Ekonomi dan Mitigasi Konflik
Menyusun model kelembagaan ekonomi masyarakat transmigrasi, termasuk rancangan sistem aquaculture bagi desa pesisir dan strategi pencegahan konflik sosial.
Helmi menegaskan bahwa kegiatan diseminasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan kualitas dan akurasi kajian yang telah berlangsung selama tiga bulan.
“Tim ini turun langsung ke lapangan. Kajian mereka sangat komprehensif, mulai dari evaluasi kawasan transmigrasi, analisis komoditas unggulan, hingga penyusunan model kelembagaan ekonomi yang relevan,” ujar Helmi.
Ia juga menilai keterlibatan akademisi berpengalaman. Para profesor, doktor, hingga mahasiswa pascasarjana yang memberikan kedalaman analisis sangat penting dalam menghasilkan rekomendasi ilmiah dan aplikatif.
Setelah FGD bersama OPD terkait, tim akademisi akan menyempurnakan rekomendasi sebelum laporan final dikirimkan kepada Kementerian Transmigrasi.
“Hal ini penting agar arah kebijakan yang ditetapkan benar-benar sesuai kebutuhan daerah. Khususnya di Bacan Barat Utara, termasuk Desa Jojame dan desa prioritas lainnya. Kami ingin pengembangan transmigrasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Helmi. (*)
Penulis : Ridal Lahani
Editor : Sandin Ar



![Ketua DPD PSI Kota Ternate, Jabar Abdul, bersama pengurus saat menyambangi panti asuhan untuk bernagi takji buka puasa [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/03/Picsart_26-03-18_23-05-16-887-225x129.jpg)

![Pemerintah Kota Ternate bersama Kesultanan Ternate saat menggelar prosesi adat Festival Ela-Ela menyambut malam Lailatul Qadar [Foto : istimewa]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260317_045356-225x129.jpg)


