Peringatan Tsunami Dicabut, Malut Mulai Tenang Usai Gempa 7,6 Magnitudo

Kamis, 2 April 2026 - 11:24 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. || dok : Ilham/Adpim Malut

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. || dok : Ilham/Adpim Malut

Kasedata.id Situasi di Maluku Utara mulai berangsur kondusif setelah otoritas resmi memastikan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pascagempa kuat pada Jumat pagi telah resmi dicabut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, berdasarkan hasil pemantauan dan analisis terkini, gempa berkekuatan 7,6 magnitudo tidak lagi berpotensi memicu tsunami yang membahayakan. Kepastian ini sekaligus menenangkan masyarakat yang sebelumnya melakukan evakuasi mandiri ke wilayah lebih tinggi.

Gempa yang berpusat di laut sekitar 129 kilometer tenggara Bitung itu sempat memicu kepanikan di sejumlah daerah, termasuk Ternate, Tidore Kepulauan, dan Halmahera Barat. Warga di kawasan pesisir bergegas menjauh dari pantai, sementara pemerintah daerah segera mengaktifkan langkah tanggap darurat.

Dengan dicabutnya peringatan tsunami, masyarakat kini diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau warga untuk menjaga kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan kembali beraktivitas secara bertahap.

“Puji syukur, berdasarkan informasi resmi, peringatan tsunami telah berakhir. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk kembali beraktivitas dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Gubernur Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga :  Gubernur Sherly Tunjuk Zulkifli Bian Jabat Kepala BKD Malut

Ia juga mengapresiasi respons cepat masyarakat yang dinilai berperan penting dalam meminimalkan risiko yang lebih besar.

“Ketenangan dan kedisiplinan masyarakat dalam mengikuti arahan adalah kunci. Tetap waspada, pantau informasi resmi, dan saling menjaga,” tambahnya.

Saat ini, pemerintah daerah masih siaga dengan melakukan pendataan dampak serta memastikan penanganan terhadap warga terdampak, termasuk kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.

“Di tengah kondisi yang mulai pulih, pemerintah menegaskan satu pesan utama, tetap tenang, waspada, dan hanya mengandalkan informasi resmi,” tutupnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Muhajirin Serap Aspirasi Warga Halbar, Pendidikan, Air Bersih dan Petani Jadi Prioritas
Solar Subsidi Jadi Atensi, Pemprov Malut dan BPH Migas Awasi Ketat Seluruh SPBU
Pemprov Malut Perketat Pengawasan Solar Subsidi, Mafia BBM Mulai Dibidik
Dikbud Malut Matangkan SPMB 2026, Hapus Stigma Sekolah Favorit dan Tutup Celah “Orang Dalam”
SMAN 2 Ternate Pamer Kecanggihan Robotik, Kadikbud Malut Apresiasi Terobosan Visioner
Stabilkan Pangan Jelang Idul Adha, Gubernur Malut Kirim 100 Sapi ke Seluruh Daerah
Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel
Dari Kampung Leluhur Benny Laos, Warga Moti Kini Menanti Kehadiran Pemerintah

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:36 WIT

Muhajirin Serap Aspirasi Warga Halbar, Pendidikan, Air Bersih dan Petani Jadi Prioritas

Senin, 18 Mei 2026 - 19:20 WIT

Solar Subsidi Jadi Atensi, Pemprov Malut dan BPH Migas Awasi Ketat Seluruh SPBU

Senin, 18 Mei 2026 - 19:03 WIT

Pemprov Malut Perketat Pengawasan Solar Subsidi, Mafia BBM Mulai Dibidik

Senin, 18 Mei 2026 - 16:53 WIT

Dikbud Malut Matangkan SPMB 2026, Hapus Stigma Sekolah Favorit dan Tutup Celah “Orang Dalam”

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:55 WIT

Stabilkan Pangan Jelang Idul Adha, Gubernur Malut Kirim 100 Sapi ke Seluruh Daerah

Berita Terbaru

Rumah warga Fitu saat terbakar [Foto : Iin Afriyanti/Kasedata]

Hukum & Peristiwa

Rumah Warga Fitu di Ternate Hangus Terbakar

Senin, 18 Mei 2026 - 14:17 WIT