Kasedata.id – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dari Fraksi PKB Safri Talib, menggelar Reses Tahap I Tahun 2026 di Pulau Mandioli. Kegiatan ini berlangsung di Desa Loleongusu, Kecamatan Mandioli Utara, serta Desa Yoyok dan Desa Tabalema, Kecamatan Mandioli Selatan.
Momentum reses dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang selama ini belum tertangani secara optimal. Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, air bersih, hingga infrastruktur dan penanggulangan bencana.
“Secara umum, masyarakat menyampaikan persoalan pendidikan, kesehatan, ketersediaan air bersih, jalan lingkar Pulau Mandioli, serta ancaman bencana seperti longsor, banjir, dan abrasi pantai,” ungkap Safri kepada kasedata.id, Rabu (4/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Safri menegaskan, seluruh aspirasi masyarakat akan dikawal dan diperjuangkan melalui DPRD. Ia memastikan persoalan yang ditemukan akan dibawa ke rapat paripurna untuk ditindaklanjuti dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Dari sejumlah aspirasi yang disampaikan itu Safri menilai bahwa ada beberapa persoalan yang bersifat mendesak dan harus segera ditangani diantaranya :
1. Sanitasi sekolah SDN 133 Desa Loleongusu belum memiliki fasilitas sanitasi/MCK. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena mengganggu proses belajar mengajar guru dan siswa.
2. Jembatan penghubung antara Desa Tabalema dan Desa Yoyok dilaporkan rusak parah dan tidak lagi bisa digunakan. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses utama masyarakat termasuk jalur anak-anak sekolah menuju SMP Negeri 72 di Desa Yoyok. Akibat kerusakan jembatan, siswa terpaksa menyeberangi sungai yang berisiko tinggi.
3. Krisis air bersih Masyarakat Desa Loleongusu dan Desa Tabalema juga mengeluhkan minimnya ketersediaan air bersih. Safri meminta dinas terkait segera mengambil langkah konkret, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
4. Jalan lingkar Pulau Mandioli Pembangunan jalan lingkar Pulau Mandioli kembali disuarakan warga. Aspirasi ini disebut sudah disampaikan bertahun-tahun, namun belum terealisasi. Menurut Safri, jalan lingkar sangat penting untuk mendukung akses pendidikan, kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat pulau.
Selain infrastruktur, Safri Talib juga menyoroti persoalan pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan. Ia menemukan sejumlah tenaga kesehatan dan guru terutama PPPK, tidak menetap di desa tugas dengan alasan tidak memiliki tempat tinggal.
“Di beberapa sekolah, guru PNS hanya satu atau dua orang. Padahal pemerintah sudah memprogramkan pemerataan guru. Ini harus segera dicarikan solusi agar guru dan tenaga medis benar-benar hadir di tempat tugas untuk melayani masyarakat,” pungkasnya. (*)
Penulis : Ridal Lahani
Editor : Sandin Ar



![Kegiatan Rabu Menyapa bersama camat, lurah, dan petugas kebersihan di Benteng Oranje [Foto : ongky/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260211_231608-225x129.jpg)
![Program rabu menyapa bersama Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, di Benteng Oranje [Foto : ongky/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260211_220237-225x129.jpg)

![Vila, kafe, dan restoran Lago Montana di Kelurahan Fitu, Kota Ternate [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/Picsart_26-02-11_20-01-00-590-225x129.jpg)
![Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, saat membuka Forum OPD terkait penyusunan RKPD 2027 [Foto : ridal/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260211_191007-225x129.jpg)
