RSUD CB Ternate Diduga Hambat Pengobatan Pasien Kanker hingga Kritis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 07:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesoirie Ternate || Foto : sukarsi_kasedata

Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesoirie Ternate || Foto : sukarsi_kasedata

Kasedata.id – Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesoirie (RSUD CB) Ternate, Maluku Utara, diduga menghambat penanganan seorang pasien kanker hingga kondisinya kritis akibat keterlambatan transfusi darah.

Hal itu mencuat setelah keluarga pasien, Arafik, mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang disebut tidak mau memberikan surat pengantar untuk mengambil darah di PMI Kota Ternate, Selasa (30/9/2025).

Menurut Arafik, pasien telah dirawat lebih dari satu minggu, namun pihak rumah sakit menolak memberikan surat pengantar. Keluarga justru diminta mencari golongan darah pasien di luar PMI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Torang minta surat pengantar RSUD untuk ambil darah AB+ di PMI, tapi RSUD tidak mau. Malahan suruh torang cari mandiri di luar PMI. Sampai sekarang belum cukup, sedangkan pasien sudah mulai kritis,” ungkap Arafik kepada media, Selasa (30/9/2025).

Baca Juga :  Penipuan Catut Nama Kapolda dan Kejati, Warga Malut Jadi Korban

Ia menilai alasan rumah sakit tidak bekerja sama dengan PMI tidak masuk akal dan justru memperlambat pengobatan pasien.

“Ini soal nyawa manusia. Masalah RSUD dengan PMI itu bukan urusan pasien,” tegas Arafik.

Direktur RSUD Chasan Boesoirie, Aulia Assagaf, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pasien tersebut merupakan penderita kanker stadium lanjut yang kerap mengalami penurunan kadar Hb.

“Dokter spesialis onkologi menginstruksikan transfusi delapan kantong darah. Dan itu sudah selesai siang tadi menggunakan stok Bank Darah RSChB. Pasien ini memang direncanakan menjalani kemoterapi, namun harus menunggu perbaikan Hb,” kata Aulia.

Baca Juga :  Catatan 100 Hari Kerja Sherly-Sarbin

Dirinya menambahkan, rumah sakit mendorong keluarga pasien menjadi pendonor aktif untuk memastikan ketersediaan darah sesuai kebutuhan pasien.

“Hari ini sudah ada dua pendonor tetap dengan golongan darah AB+ yang datang. Kami berharap keluarga dan masyarakat terbiasa mendonorkan darah secara rutin. Karena itu sangat berarti bagi kelangsungan hidup pasien dan juga menyehatkan bila dilakukan tiap tiga bulan,” ujarnya.

Aulia menyebut setelah delapan kantong darah ditransfusikan, dokter akan melakukan observasi kondisi pasien hingga menentukan langkah medis berikutnya. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Sekda Maluku Utara Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Sekwan DPRD Termasuk
Pemprov Malut Evaluasi 15 Jabatan Plt, Dua Posisi Eselon II Segera Terisi
BI dan Pemprov Malut Perkuat Kolaborasi Dorong Ekonomi Biru dan Kendalikan Inflasi
Pemprov Malut Dorong Penguatan Ekonomi Biru untuk Optimalkan Potensi Laut
Gubernur Targetkan Maluku Utara Bebas Korupsi Lewat Sinergi APIP dan APH
Wakil Gubernur Maluku Utara Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81
DPRD Malut Ingatkan Pinjaman Pemprov Jangan Keluar dari Aturan
Wagub Malut Kenang Jasa Al Yasin Ali, Ajak Masyarakat dan ASN Panjatkan Doa

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:12 WIT

Sekda Maluku Utara Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Sekwan DPRD Termasuk

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:31 WIT

Pemprov Malut Evaluasi 15 Jabatan Plt, Dua Posisi Eselon II Segera Terisi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:57 WIT

BI dan Pemprov Malut Perkuat Kolaborasi Dorong Ekonomi Biru dan Kendalikan Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:28 WIT

Pemprov Malut Dorong Penguatan Ekonomi Biru untuk Optimalkan Potensi Laut

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:29 WIT

Gubernur Targetkan Maluku Utara Bebas Korupsi Lewat Sinergi APIP dan APH

Berita Terbaru