Soal Limbah, Disperindag dan DLH Kota Ternate Saling Tunjuk

Rabu, 10 September 2025 - 13:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limbah ikan dan daging sapi saat dibuang ke laut [Foto : Sukarsi/Kasedata]

Limbah ikan dan daging sapi saat dibuang ke laut [Foto : Sukarsi/Kasedata]

Kasedata.id Pencemaran lingkungan akibat limbah ikan dan daging sapi dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Ini berakibat limbah yang dibuang para pedagang di Pasar Gamalama, Kota Ternate, dibuang begitu saja ke laut.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saling lempar tanggung jawab ketika dimintai keterangan media ini.

Ketidakjelasan ini tentu siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaan, penanganan, atau pembuangan limbah ikan, sehingga masalah pencemaran tetap berlanjut tanpa solusi yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Coba tanyakan ke DLH soal pencemaran limbah tersebut, sejauh ini DLH lakukan apa ?, dalam menangani limbah yang dibuang kelaut,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pembinaan Disperindag Kota Ternate, Mansur Panjab Mahli, begitu diwawancarai kasedata.id, Rabu, (10/9/2025).

Ia mengatakan, Dinas LH mestinya memiliki armada sampah yang di khususkan untuk menangani limbah tersebut. Sebab, kata dia, Perindag Kota Ternate tidak memiliki anggaran untuk pengelolahan limbah.

Baca Juga :  PT Position Dukung dan Perkuat Budaya Masyarakat Lingkar Tambang

“Bukan hanya kontainer yang diberikan oleh DLH. Kalaupun itu melekat di DLH tetapi harus ada yang dikhususkan untuk pasar walaupun itu DLH yang kelolah,” jelasnya.

Mansur juga mempertanyakan proses penanganan sampah di wilayah OPD, mengapa DLH yang harus mengeluarkan Izin Amdal.

“DLH sebagai lini sektor, yang mengeluarkan Izin Amdal ketika membangun sebuah bagunan seharusnya ada kelengkapan untuk mendukung Amdal. Apakah dari awal bangunan pasar dibangun terintegrasi dengan dokumen Amdal sebagai prasyarat adanya bangunan didirikan. Sehingga nanti, Disperindag tidak terofor persoalan sampah dan limbah dipasar tersebut ?,” ungkapnya dengan nada kesal.

“Selain itu persoalan jumlah sampah yang tidak sesuai dengan waktu pengangkutan sehingga menjadi penumpukan,” sambungnya.

Terpisah, Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Asmal, menilai kewajiban yang menangani limbah tersebut bagian dari tanggung jawab Disperindag. Jika ada pembuangan limbah ke pantai, ia mengatakan patuh dipertanyakan kinerja pengawasan dari Disperindag.

Baca Juga :  DLH Ternate Mulai Bahas Dokumen Evaluasi TPA Buku Deru-deru

“Mereka ada Kabid Pengawasan, seharusnya yang punya tupoksi mereka. Sejauh ini mereka menilai persoalan sampah yang tangani DLH. Kami sekarang proses penanganan sampah berdasarkan partisipasi masyarakat, tolak ukurnya ada di Kecamatan dan Kelurahan. Sementara ruang lingkupnya SKPD yang kewajibanya melekat pada mereka,” tutur Asmal penuh geram.

Ia mengaku DLH sudah menyiapkan dua armada sampah di pasar Gamalama, “mengapa Disperindag tidak memanfaatkan sebaik mungkin,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Ternate Muhammad Syafei mengaku akan memanggil pihak Disperindag untuk menanyakan langsung masalah tersebut

“Kita akan undang Disperindag dan menanyakan pengelolaan limbah dan sampanya seperti apa. Kemudian, kita juga akan turun untuk melihat langsung kondisi tersebut, karena setau kita ada kontainer DLH yang kita letakan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Muhajirin Serap Aspirasi Warga Halbar, Pendidikan, Air Bersih dan Petani Jadi Prioritas
Solar Subsidi Jadi Atensi, Pemprov Malut dan BPH Migas Awasi Ketat Seluruh SPBU
Pemprov Malut Perketat Pengawasan Solar Subsidi, Mafia BBM Mulai Dibidik
Dikbud Malut Matangkan SPMB 2026, Hapus Stigma Sekolah Favorit dan Tutup Celah “Orang Dalam”
SMAN 2 Ternate Pamer Kecanggihan Robotik, Kadikbud Malut Apresiasi Terobosan Visioner
Ramai di Medsos, Harita Nickel Bangun Fasilitas Reverse Osmosis di Kawasi, Apa Itu?
Stabilkan Pangan Jelang Idul Adha, Gubernur Malut Kirim 100 Sapi ke Seluruh Daerah
Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:36 WIT

Muhajirin Serap Aspirasi Warga Halbar, Pendidikan, Air Bersih dan Petani Jadi Prioritas

Senin, 18 Mei 2026 - 19:20 WIT

Solar Subsidi Jadi Atensi, Pemprov Malut dan BPH Migas Awasi Ketat Seluruh SPBU

Senin, 18 Mei 2026 - 19:03 WIT

Pemprov Malut Perketat Pengawasan Solar Subsidi, Mafia BBM Mulai Dibidik

Senin, 18 Mei 2026 - 16:53 WIT

Dikbud Malut Matangkan SPMB 2026, Hapus Stigma Sekolah Favorit dan Tutup Celah “Orang Dalam”

Senin, 18 Mei 2026 - 10:08 WIT

Ramai di Medsos, Harita Nickel Bangun Fasilitas Reverse Osmosis di Kawasi, Apa Itu?

Berita Terbaru

Rumah warga Fitu saat terbakar [Foto : Iin Afriyanti/Kasedata]

Hukum & Peristiwa

Rumah Warga Fitu di Ternate Hangus Terbakar

Senin, 18 Mei 2026 - 14:17 WIT