Kasedata.id – Pemerintah Kota Ternate menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul kebakaran yang melanda di sejumlah wilayah. Salah satu kawasan terparah adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat.
Di lokasi itu titik panas bara api diduga masih berada dibawah timbunan sampah dengan kedalaman mencapai sekitar 10 meter. Butuh penanganan serius agar tidak berdampak kepada masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan penetapan status ini menjadi dasar bagi pemerintah kota untuk memperkuat penanganan kebakaran di sejumlah titik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Rizal, wilayah yang menjadi perhatian utama saat ini adalah Sulamadaha dan Takome. Kebakaran juga sebelumnya terjadi di kawasan Moya dan sejumlah titik lainnya.
“Secara khusus di lokasi Sulamadaha dan Takome, dan juga ada beberapa titik lain yang kemarin terjadi di daerah Moya dan sekitarnya,” ujar Rizal usai rapat tim penanganan Karhutla, Selasa (6/10/2026) malam.
Dalam rapat itu, Rizal yang juga Ketua Posko Penetapan Status Tanggap Darurat Karhutla Kota Ternate ini menyebut bahwa ada penambahan armada untuk mendukung petugas yang masih melakukan penanganan di lapangan. Armada tambahan ini antara lain dua unit mobil water cannon dari kepolisian dan dua unit mobil tangki air dari pihak balai.
Titik Panas
Rizal mengungkapkan, penanganan kebakaran di TPA Buku Deru-Deru menghadapi persoalan berbeda karena sumber panas tidak hanya berada di permukaan.
Meski kobaran api di permukaan sebagian besar sudah tidak terlihat, titik panas diduga masih berada di bawah timbunan sampah dengan kedalaman sekitar 5 hingga 10 meter.
Kondisi itu menyebabkan asap masih terus muncul dan dirasakan masyarakat di Takome, Sulamadaha, serta wilayah sekitarnya.
Untuk menangani kondisi ini, pemerintah akan melakukan pengurukan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Setelah itu, air disuntikkan menggunakan water cannon untuk membantu memadamkan titik panas yang berada dibawah permukaan timbunan sampah. Selain itu, tim medis juga digerakan untuk melakukan pemeriksaan kepada masyarakat yang terdampak akibat paparan asap kebakaran.
“Terutama lansia, ibu hamil atau balita. Besok ada pemeriksaan dan peninjauan. Kalau ada yang perlu dirujuk ke rumah sakit, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah,” jelas Rizal.
Langkah itu menjadi bagian dari penanganan darurat Pemkot Ternate, tidak hanya untuk mengendalikan sumber kebakaran, tetapi juga mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat di sekitar kawasan terdampak. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar

![Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly, saat memimpin rapat tim penanganan Karhutla TPA Takome dan Sulamadaha [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261007_020851-225x129.jpg)




![Pengerukan material sirtu di Sungai Ake Dolik, Desa Dolik, menjadi perhatian oleh BWS Maluku Utara [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_220534-225x129.jpg)