Kasedata.id – Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tindak lanjut penanganan pascagempa di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Senin (13/4/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Ex-Crisant ini difokuskan pada sinkronisasi langkah mitigasi berbasis data ilmiah terkini dari BMKG. Rakor dihadiri Sekretaris Daerah Kota Ternate, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah, Kepala Dinas Sosial Maluku Utara, Kepala Dinas Kominfo Maluku Utara, Kepala Stasiun Geofisika Ternate, serta sejumlah instansi teknis terkait.
Wakil Gubernur menegaskan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Maluku Utara usai kunjungan lapangan sebelumnya. Ia menyebut, terdapat dua isu utama yang menjadi kekhawatiran warga Batang Dua, yakni kepastian durasi gempa susulan serta permintaan relokasi bagi warga terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hadir untuk memberikan kepastian informasi. Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, gempa susulan diprediksi masih akan berlangsung hingga pertengahan April atau sekitar dua hingga tiga minggu sejak gempa utama pada 2 April lalu, dengan kecenderungan intensitas yang terus menurun,” ujar Sarbin.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kota Ternate, katanya, akan segera menerima laporan resmi dari BMKG sebagai dasar penentuan kebijakan mitigasi lanjutan.
Selain itu, pemerintah juga mulai mewacanakan standar pembangunan rumah di Batang Dua yang mengedepankan ruang terbuka atau jarak antarrumah, guna meminimalisir risiko saat terjadi gempa di masa mendatang.
Terkait logistik, Wakil Gubernur memastikan kondisi masih aman dan terkendali. “Sekitar 4 ton bantuan logistik telah disalurkan ke Batang Dua untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Gede Ericsana Yasa, menjelaskan bahwa gempa dengan magnitudo 5 tidak berpotensi tsunami. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak perlu mengungsi hingga ke wilayah pegunungan yang jauh.
“Gempa susulan menunjukkan tren penurunan kekuatan dan diperkirakan tidak akan sebesar gempa awal. Masyarakat tetap waspada, namun cukup berada di titik-titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah karena status ancaman tsunami sudah berakhir,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi serta memastikan rasa aman bagi masyarakat Batang Dua melalui langkah mitigasi yang terukur, cepat, dan berbasis data. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi


![Wakil Gubernur Sarbin Sehe saat diwawancarai usai rapat koordinasi [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260413_215956-225x129.jpg)
![Kepala Disperkimtan Kota Ternate, Tonny S. Pontoh, ketika melakukan pendataan kerusakan di Pulau Batang Dua [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/04/Picsart_26-04-13_21-14-30-525-225x129.jpg)
![Sekda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, diwawancarai usai rapat koordinasi [ dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260413_175237-225x129.jpg)

