3 Kader Fatayat NU Malut Lolos Kader Pangan BPOM, Siap Jadi Agen Edukasi Masyarakat

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:00 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PW Fatayat NU Maluku Utara, Mardiah Z. Hanafi, menyebut keterlibatan kader Fatayat dalam program BPOM bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan bentuk kepercayaan besar terhadap kapasitas perempuan muda Maluku Utara dalam membangun kesadaran publik di bidang kesehatan dan keamanan pangan. || dok : Kasedata

Ketua PW Fatayat NU Maluku Utara, Mardiah Z. Hanafi, menyebut keterlibatan kader Fatayat dalam program BPOM bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan bentuk kepercayaan besar terhadap kapasitas perempuan muda Maluku Utara dalam membangun kesadaran publik di bidang kesehatan dan keamanan pangan. || dok : Kasedata

Kasedata.id – Kiprah kader Fatayat Nahdlatul Ulama Maluku Utara kembali mencuri perhatian. Di tengah meningkatnya tantangan soal keamanan pangan dan derasnya arus informasi di media sosial, kader-kader muda Fatayat NU tampil di garda terdepan sebagai perempuan penggerak yang dipercaya negara untuk mengedukasi masyarakat.

Melalui proses seleksi yang ketat, tiga kader terbaik Fatayat NU Maluku Utara resmi terpilih sebagai Kader Keamanan Pangan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Mereka kini mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) dan dipersiapkan menjadi agen edukasi yang akan turun langsung ke masyarakat membawa misi besar tentang pentingnya pangan yang aman, sehat, bermutu, dan bergizi.

Ketua PW Fatayat NU Maluku Utara, Mardiah Z. Hanafi, mengatakan keterlibatan kader Fatayat dalam program BPOM bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan bentuk kepercayaan besar terhadap kapasitas perempuan muda Maluku Utara dalam membangun kesadaran publik di bidang kesehatan dan keamanan pangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Dari enam kader terbaik yang kami kirim mengikuti seleksi, tiga orang dinyatakan lolos dan saat ini sedang mengikuti Bimtek bersama BPOM. Ini bukan hanya prestasi organisasi, tetapi juga bukti bahwa kader Fatayat NU Maluku Utara memiliki kualitas, kemampuan, dan kepedulian sosial yang kuat,” ujar Mardiah, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga :  Fatayat NU Malut Kawal Bantuan Zmart hingga Jadi Usaha Produktif

Menurutnya, kader keamanan pangan memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya dituntut memahami soal pangan sehat, tetapi juga harus mampu menjadi komunikator yang aktif dalam memberikan edukasi kepada keluarga, lingkungan sekitar, hingga komunitas masyarakat di akar rumput.

Mardiah menegaskan, tantangan keamanan pangan saat ini semakin kompleks. Masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya memilih makanan yang layak konsumsi, bebas bahan berbahaya, serta memiliki kandungan gizi yang baik bagi kesehatan keluarga.

Karena itu, kata dia, kehadiran kader Fatayat NU sebagai agen perubahan diharapkan mampu memperkuat literasi masyarakat tentang pentingnya pola konsumsi yang sehat dan aman.

“Kader Fatayat harus hadir di tengah masyarakat sebagai pelopor edukasi. Mereka harus menjadi perpanjangan tangan BPOM dalam menyampaikan komunikasi, informasi, dan edukasi terkait pangan yang aman dan bergizi. Ini penting, karena kesehatan keluarga dimulai dari makanan yang dikonsumsi setiap hari,” tegasnya.

Tak hanya menunjukkan kualitas di lapangan, Fatayat NU Maluku Utara juga mendapat pengakuan di ruang digital. Salah satu kadernya, Sukarsi Ajid, berhasil masuk dalam kategori media sosial terbaik, sebuah capaian yang dinilai menjadi bukti bahwa kader Fatayat mampu mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan media sosial sebagai ruang edukasi yang positif.

Baca Juga :  Wabup Halsel Buka Ranwal RKPD 2027, Dorong Pembangunan Daerah

“Alhamdulillah, kami juga mendapat kabar bahwa Fatayat NU Maluku Utara masuk kategori media sosial terbaik atas nama Sukarsi Ajid. Ini menjadi energi dan motivasi besar bagi kami bahwa kader Fatayat tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga mampu membangun narasi edukatif yang bermanfaat di media sosial,” jelas Mardiah.

Ia berharap capaian tersebut menjadi pemicu semangat bagi seluruh kader Fatayat NU di Maluku Utara untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, dan berani tampil sebagai perempuan muda yang membawa perubahan positif.

“Fatayat NU harus menjadi rumah lahirnya perempuan-perempuan hebat yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga punya kepedulian sosial, kemampuan edukasi, dan keberanian untuk terlibat langsung dalam isu-isu penting masyarakat. Kami ingin kader Fatayat hadir membawa manfaat nyata untuk umat dan daerah,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

DPRD Malut Tekankan Pemerataan, Anggaran Infrastruktur 2027 Capai Rp 853 Miliar
Dikbud Malut Gandeng Polda Perkuat Karakter Siswa, Radikalisme dan Narkoba Jadi Perhatian
RSUD Chasan Boesoiri Mulai Tangani Kasus Kompleks Pembuluh Darah Otak
Pemprov Malut Matangkan Pesparani II, Sarbin Tekankan Kualitas Persiapan dan Toleransi
PAD Lampaui Target, Pemda Sula Evaluasi Capaian Pajak-Retribusi 
Apel Siaga Bencana, Kapolres Ternate Tekankan Sinergi Lintas Sektoral 
Potensi Banjir hingga Pohon Tumbang, Ternate Gelar Apel Siaga Bencana
Dari Ngade hingga Halut, IMM Apresiasi BPJN Malut Tangani Infrastruktur

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:17 WIT

DPRD Malut Tekankan Pemerataan, Anggaran Infrastruktur 2027 Capai Rp 853 Miliar

Kamis, 5 November 2026 - 18:34 WIT

Dikbud Malut Gandeng Polda Perkuat Karakter Siswa, Radikalisme dan Narkoba Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 14:02 WIT

RSUD Chasan Boesoiri Mulai Tangani Kasus Kompleks Pembuluh Darah Otak

Kamis, 5 November 2026 - 13:52 WIT

Pemprov Malut Matangkan Pesparani II, Sarbin Tekankan Kualitas Persiapan dan Toleransi

Rabu, 4 November 2026 - 21:08 WIT

PAD Lampaui Target, Pemda Sula Evaluasi Capaian Pajak-Retribusi 

Berita Terbaru