Kasedata.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Provinsi Maluku Utara menegaskan perannya sebagai kekuatan intelektual dan motor penggerak perubahan di setiap kabupaten/kota di Maluku Utara.
Melalui Sekolah Pergerakan PW IKA PMII Maluku Utara yang digelar di Aula Mini Asrama Haji Transit Ternate, Rabu (24/6/2026), para alumni dipersiapkan dengan kapasitas, arah gerak, dan visi organisasi yang lebih kuat sebelum kembali ke Pengurus Cabang (PC) masing-masing.
Penegasan itu disampaikan Ketua PW IKA PMII Maluku Utara, Muhajirin Bailussy, dalam pembukaan kegiatan Sekolah Pergerakan yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Agenda ini tidak dirancang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai ruang konsolidasi dan penguatan kader alumni untuk melahirkan langkah-langkah konkret di daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap alumni dibekali bukan untuk diam. Setelah dari sini, mereka harus kembali ke daerah masing-masing dan memberi perhatian serius pada kerja-kerja strategis yang mampu menggerakkan roda organisasi,” tegas Muhajirin Bailussy dalam arahannya.
Secara internal, IKA PMII akan memperdalam ruang diskusi dan konsolidasi gagasan pasca pembukaan kegiatan. Fokus utama diarahkan pada penguatan basis intelektual (basic intellectual) yang nantinya diterjemahkan menjadi program dan kerja nyata di tingkat pengurus cabang.
“Kita sebagai alumni memiliki tanggung jawab moral dan struktural untuk menjaga marwah perjuangan PMII. Alumni harus hadir di daerah, memperkuat gagasan, dan memastikan organisasi tetap memberi dampak nyata bagi masyarakat. Sekolah pergerakan ini harus melahirkan hasil yang bisa dibawa pulang ke kabupaten/kota,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Gamal Marinyo, mengatakan kegiatan Sekolah Pergerakan PW IKA PMII Maluku Utara berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juni 2026. Seluruh peserta merupakan utusan dari pengurus cabang IKA PMII kabupaten/kota se-Maluku Utara yang mengikuti rangkaian materi, diskusi, hingga penguatan organisasi selama kegiatan berlangsung.
Menurut Gamal, sekolah pergerakan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kader alumni dalam membaca persoalan daerah, membangun jejaring, serta mendorong lahirnya gagasan yang mampu diterapkan di tengah masyarakat.
Karena itu, materi yang diberikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga diarahkan pada penguatan peran alumni dalam pembangunan daerah dan tata kelola organisasi.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah pemateri dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maluku Utara. Kehadiran para narasumber itu diharapkan dapat memperluas wawasan peserta terkait pengelolaan organisasi, tata kelola pemerintahan, serta penguatan sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah.
“Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kader alumni agar memiliki kesiapan intelektual dan organisatoris ketika kembali ke daerah masing-masing,” ujar Gamal.
Di akhir kegiatan pembukaan, IKA PMII juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara atas dukungan terhadap agenda strategis organisasi. Sinergi antara organisasi dan pemerintah daerah dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan penguatan sumber daya manusia di Maluku Utara.
“Mudah-mudahan sinergi dan kolaborasi ini terus terjaga. Kita harus konsisten menghadirkan kerja terbaik demi kepentingan bersama dan kemajuan Maluku Utara,” pungkas Muhajirin sekaligus membuka kegiatan secara resmi. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi







