HUT RI ke-81 Merah Putih 45 Meter Berkibar di Perbatasan Pasifik Halmahera Tengah

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat bersama generasi muda Desa Gemia membentangkan bendera Merah Putih raksasa sepanjang 45 meter di pesisir pantai. || dok : Kasedata

Masyarakat bersama generasi muda Desa Gemia membentangkan bendera Merah Putih raksasa sepanjang 45 meter di pesisir pantai. || dok : Kasedata

Kasedata.id – Semangat kemerdekaan berkobar dari ujung timur Maluku Utara. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat bersama generasi muda Desa Gemia, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, membentangkan bendera Merah Putih raksasa sepanjang 45 meter di pesisir pantai, Senin (17/8/2026).

Bendera sepanjang 45 meter tersebut dibentangkan sebagai simbol nasionalisme sekaligus merefleksikan tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Desa Gemia merupakan salah satu wilayah terpencil di ujung Pulau Halmahera yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik. Wilayah ini juga memiliki nilai strategis karena berada di kawasan perbatasan negara dan menjadi bagian dari beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya memiliki posisi strategis, Gemia juga menyimpan jejak sejarah perjuangan bangsa. Desa ini merupakan tempat kelahiran Pahlawan Nasional H. Salahudin Bin Talabuddin, pejuang Merah Putih yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 2022.

Baca Juga :  Gubernur Maluku Utara Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sofifi

Gemia juga tercatat pernah dikunjungi Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, pada 1957 dalam rangka konsolidasi perjuangan pembebasan Irian Barat.

Ketua Forum Komunikasi Peduli Kawasan Perbatasan Negara, Taher Abd Karim, mengatakan pembentangan Merah Putih di pesisir Pasifik merupakan bentuk nyata kecintaan masyarakat perbatasan terhadap Indonesia.

“Kegiatan pembentangan bendera Merah Putih di kawasan perbatasan negara ini adalah wujud nyata ketegasan kedaulatan, simbol perekat persatuan dan kesatuan bangsa, penegasan semangat nasionalisme serta cinta tanah air di beranda terdepan sekaligus untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa,” ujar Taher.

Menurut dia, momentum 81 tahun kemerdekaan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa menjaga cita-cita Proklamasi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Masyarakat di kawasan perbatasan, kata Taher, memiliki peran penting dalam merawat nilai-nilai kebangsaan, menjaga persatuan serta menunjukkan kesetiaan terhadap konsensus nasional yang diwariskan para pendiri bangsa.

Baca Juga :  Kisah Pilu Honorer Maluku Utara Puluhan Tahun Mengabdi

“Melalui aksi ini, masyarakat di wilayah perbatasan siap berdiri sebagai garda terdepan dalam mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Sebagai informasi, wilayah administrasi Desa Gemia juga mencakup Pulau Yiew, salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang berada di Samudra Pasifik dan menjadi bagian dari batas maritim Indonesia dengan negara kepulauan Palau berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2017.

Kegiatan pembentangan Merah Putih tersebut turut dihadiri Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang juga Ketua Harian Kosgoro 57 Kabupaten Halmahera Tengah, Kaderun Karim; Sekretaris Badan Koordinasi DOB Patani Gebe Kepulauan, Salim Kamaraja serta perwakilan elemen pemuda dan masyarakat setempat.

Dari pesisir Pasifik Halmahera Tengah, Merah Putih kembali ditegaskan sebagai simbol persatuan, nasionalisme dan kedaulatan Indonesia. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ternate Jadi Tuan Rumah TPT PERHAPI, 500 Peserta Bakal Hadir
Tegang ! Progres Jalan Payahe–Dehepodo Dipertanyakan, Warga Datangi PT Intimkara
Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa
Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat
Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak
Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah
Akademisi Dukung Langkah BKD Malut Evaluasi PPPK, Ini Alasannya
Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM di Ngade, Aparat Diminta Bertindak

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:16 WIT

Ternate Jadi Tuan Rumah TPT PERHAPI, 500 Peserta Bakal Hadir

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:28 WIT

Tegang ! Progres Jalan Payahe–Dehepodo Dipertanyakan, Warga Datangi PT Intimkara

Rabu, 30 September 2026 - 19:49 WIT

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIT

Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat

Rabu, 30 September 2026 - 16:09 WIT

Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak

Berita Terbaru

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:49 WIT