Pemprov Malut dan LKPP Perkuat Integritas Pengadaan 2026

Senin, 13 April 2026 - 13:17 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasedata.id — Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Pusat menggelar kegiatan On-Boarding dan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha 2026 di Ballroom Bella Hotel Ternate, Senin (13/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas, integritas, dan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa Pemprov Malut. Ratusan pelaku usaha mengikuti kegiatan ini melalui sosialisasi kebijakan untuk peningkatan kapasitas, serta penguatan sistem yang transparan.

Wakil Gubernur Malut, Sharbin Sehe, mengatakan kegiatan itu merupakan inisiatif LKPP Pusat yang didukung penuh pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memberi apresiasi kepada semua pihak yang berkomitmen menjalankan pengadaan barang dan jasa sesuai standar regulasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polres Sula Bangun Sinergi Bersama Warga Pastina

Menurutnya, peningkatan kualitas pengadaan barang dan jasa penting agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik.

Sharbin juga mengakui proses pengadaan selama ini masih mendapat sorotan dan kritik dari publik sehingga diperlukan perbaikan tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.

“Proses pengadaan harus terus diperbaiki agar rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat dapat terjaga,” katanya.

Sekretaris Utama LKPP RI, Iwan Kurniawan, menjelaskan peningkatan kapasitas pelaku usaha dilakukan agar mereka memahami kebijakan pasar pengadaan serta berpartisipasi aktif dalam sistem yang transparan dan kompetitif.

“Semakin banyak pelaku usaha yang terlibat, semakin beragam pilihan bagi pemerintah. Hal ini akan mendorong terciptanya sistem pengadaan yang kompetitif,” ujarnya.

Baca Juga :  Soal Pansus Hak Angket, Begini Tanggapan PKB Malut

Ia menambahkan, seluruh transaksi pengadaan terekam dalam sistem untuk memudahkan pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan.

Iwan juga memaparkan bahwa Indeks Integritas Maluku Utara saat ini berada pada angka 61, yang menunjukkan masih adanya persoalan integritas yang perlu dibenahi.

“Setiap pelanggaran dalam pengadaan akan dikenakan sanksi, mulai dari daftar hitam hingga pemutusan kontrak sesuai tingkat pelanggaran,” tegasnya.

Melalui sistem yang terbuka, masyarakat dapat memantau proses pengadaan, termasuk pelaku usaha yang memenangkan paket pekerjaan. Pemerintah menargetkan peningkatan indeks integritas Maluku Utara hingga di atas 71 atau masuk kategori hijau. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat di Ternate Tunjukkan Hasil Positif
95 Persen Rampung, Reuni Akbar STEMAN Siap Guncang Alumni Lintas Generasi
Raih Empat Emas Dongkrak Optimisme Kontingen Sula
Gubernur Sherly dan Harita Nickel Perkuat Kompetensi Generasi Muda Maluku Utara 
Pemprov Malut Buka Jalan Kerja, 3.000 Lowongan Tersedia untuk Talenta Lokal
Bupati Lepas Kontingen Kepulauan Sula ke PORPROV Malut
Alumni Ilmu Politik UMMU Siap Gelar Mubes, Pilih Pengurus Baru
DPRD Maluku Utara Dorong Percepatan Pembangunan Mako Brimob, Progres Capai 34,8 Persen

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:23 WIT

Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat di Ternate Tunjukkan Hasil Positif

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:19 WIT

95 Persen Rampung, Reuni Akbar STEMAN Siap Guncang Alumni Lintas Generasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:28 WIT

Raih Empat Emas Dongkrak Optimisme Kontingen Sula

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:18 WIT

Gubernur Sherly dan Harita Nickel Perkuat Kompetensi Generasi Muda Maluku Utara 

Senin, 8 Juni 2026 - 18:59 WIT

Pemprov Malut Buka Jalan Kerja, 3.000 Lowongan Tersedia untuk Talenta Lokal

Berita Terbaru

Hukum & Peristiwa

Kantor Ombudsman Dibobol Maling, Polres Ternate Selidiki

Sabtu, 20 Jun 2026 - 00:06 WIT