Mitigasi Diperkuat, Pemprov Malut Dorong 20 Sabo Dam Redam Risiko Banjir Bandang

Rabu, 22 April 2026 - 22:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Utara bersama Komisi V DPR RI dan Kementerian PU turun meninjau progres pembangunan infrastruktur mitigasi bencana di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate. || dok : Humas/Adpim Malut

Gubernur Maluku Utara bersama Komisi V DPR RI dan Kementerian PU turun meninjau progres pembangunan infrastruktur mitigasi bencana di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate. || dok : Humas/Adpim Malut

Kasedata.id Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam melindungi warga dari ancaman bencana hidrometeorologi yang terus mengintai wilayah rawan.

Penegasan itu disampaikan saat ia turun langsung meninjau progres pembangunan infrastruktur mitigasi bencana di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, bersama rombongan Komisi V DPR RI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Rabu (22/4/2026).

Di lapangan, Gubernur Sherly tidak sekadar melihat, ia mengawal langsung rencana besar pembangunan 20 unit sabo dam yang diproyeksikan menjadi benteng utama menghadang banjir bandang dan material vulkanik dari Gunung Gamalama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini merupakan respons konkret pasca-bencana banjir bandang Agustus 2024. Evaluasi Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara mengungkap kebutuhan mendesak pembangunan 20 unit sabo dam untuk mengamankan titik-titik paling rawan di Pulau Ternate.

“Target kita jelas, kawasan ini harus jauh lebih aman dan tangguh dibanding sebelum bencana. Infrastruktur ini bukan sekadar bangunan, tapi soal nyawa warga di kaki Gunung Gamalama,” tegas Sherly di sela peninjauan.

Baca Juga :  Dampak Positif, Warga Halbar Maksimalkan Lahan Kosong Tanam Pangan

Sementara itu, Kepala BWS Maluku Utara, Saleh Talib, mengungkapkan progres signifikan yang telah dicapai. Pada 2025, dua unit sabo dam di Sungai Rua rampung dibangun dengan nilai Rp 40 miliar, termasuk normalisasi sungai dan penguatan tebing (revetment).

Memasuki 2026, fokus pembangunan bergeser ke Sungai Sasa dengan kontrak Rp 24 miliar, serta Sungai Kastela yang kini dalam tahap lelang senilai Rp 20 miliar. Di periode 2027–2028 ditargetkan menjadi fase percepatan pembangunan 16 unit sabo dam tersisa guna menyempurnakan sistem perlindungan Pulau Ternate secara menyeluruh.

Tak hanya memantau proyek, Gubernur Sherly juga mengeluarkan instruksi tegas di lapangan. Ia meminta kontraktor segera merapikan sisa material konstruksi di Rua agar tidak mengganggu mobilitas dan kenyamanan warga. Ia juga mendorong pembetonan akses jalan di sekitar jembatan baru yang dibangun Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

Baca Juga :  Wagub Maluku Utara Kawal Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Lewat Digitalisasi Penyaluran

Lebih jauh, ia memperingatkan Pemerintah Kota Ternate untuk memperketat aturan IMB/PBG. Warga dilarang keras membangun di sepanjang alur sungai baru yang terbentuk akibat bencana.

“Kesalahan tata ruang tidak boleh terulang. Ini soal keselamatan,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari anggota Komisi V DPR RI, Irene Yusiana Roba Putri, yang turut dalam kunjungan tersebut. Ia menilai desain sabo dam yang dibangun mampu meredam energi banjir bandang hingga 80–100 persen, angka signifikan untuk melindungi kawasan padat penduduk.

Irene mengatakan, bencana tahun lalu memang telah mengubah wajah wilayah secara permanen menciptakan alur sungai baru yang bahkan memutus jalan nasional. Namun dengan hadirnya jaringan sabo dam, aliran air dan material berbahaya kini diarahkan dan dikendalikan secara sistematis.

“Kami ingin memastikan masyarakat di Rua, Sasa, Kastela, dan sekitarnya benar-benar merasa aman. Negara harus hadir, dan keselamatan rakyat adalah prioritas utama,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

APH Didesak Telusuri Aliran Dana dan Aset Owner-Leader Zahra Berkah
Investasi Zahra Berkah Diusut Polres Ternate, Owner Jadi Tersangka
Kabau Pante Siaga Banjir Rob, 600 Meter Permukiman Ditimbun
Pemkab Taliabu Perkuat SPM Pendidikan Berbasis Data
Kemarau Panjang, Pemkot Ternate Gelar Salat Istisqa
Dari Program Pempus, Ternate Raih Bantuan 200 Unit Rumah
Ratusan Korban Investasi Geruduk Polres Ternate, Kerugian Ditaksir Puluhan Miliar
Pemda Sula Didesak Segera Tuntaskan Pemekaran Dua Desa

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:34 WIT

APH Didesak Telusuri Aliran Dana dan Aset Owner-Leader Zahra Berkah

Sabtu, 19 September 2026 - 21:43 WIT

Investasi Zahra Berkah Diusut Polres Ternate, Owner Jadi Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 20:47 WIT

Kabau Pante Siaga Banjir Rob, 600 Meter Permukiman Ditimbun

Jumat, 18 September 2026 - 20:29 WIT

Pemkab Taliabu Perkuat SPM Pendidikan Berbasis Data

Jumat, 18 September 2026 - 12:16 WIT

Dari Program Pempus, Ternate Raih Bantuan 200 Unit Rumah

Berita Terbaru

Olahraga

PBFI Ternate Kembali Aktif, Faizal Hud Dipercaya Jadi Ketua

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:44 WIT

Dikbud Kabupaten Pulau Taliabu bersama Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku Utara saat menggelar pendampingan perencanaan dan penganggaran terkait SPM bidang pendidikan tahun 2026 [ dok : karno/kasedata]

Daerah

Pemkab Taliabu Perkuat SPM Pendidikan Berbasis Data

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:29 WIT