Kasedata.id – Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Kabupaten Halmahera Tengah kembali membuktikan hasil nyata. Kelompok Demplot Desa Kluting Jaya, Kecamatan Weda Selatan, sukses melaksanakan panen perdana cabai dengan total produksi mencapai 300 kilogram.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bangkitnya sektor hortikultura desa sekaligus membuka harapan baru bagi petani lokal untuk lebih mandiri dan berdaya saing. Tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, hasil panen tersebut juga mulai menggerakkan roda ekonomi masyarakat di tingkat desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Kelompok KPB Desa Kluting Jaya, Arifin Goro-Goro, mengaku bersyukur atas hasil panen perdana yang dinilai sangat menjanjikan itu.
Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kerja keras kelompok serta pendampingan yang berjalan konsisten.
“Alhamdulillah, panen perdana ini menjadi bukti bahwa kerja keras kami mulai membuahkan hasil. Meski masih tahap awal, capaian 300 kilogram ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan budidaya cabai,” ujar Arifin, Kamis (7/5/2025).
Ia menjelaskan, hasil panen saat ini telah mampu memenuhi kebutuhan pasar di Kecamatan Weda Selatan hingga Kota Weda. Ke depan, kelompoknya berkomitmen memperluas lahan tanam dan meningkatkan perawatan agar produksi cabai semakin meningkat pada musim panen berikutnya.
Arifin juga berharap dukungan pemerintah dan Program TEKAD terus berlanjut agar petani desa semakin mandiri, produktif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Fasilitator Kecamatan Weda Selatan, Harmiyati, memberikan apresiasi atas semangat dan konsistensi kelompok Demplot Kluting Jaya dalam mengelola pertanian cabai.
“Panen perdana ini menjadi langkah awal yang sangat baik. Kami melihat keseriusan dan semangat tinggi masyarakat dalam mengembangkan demplot pertanian. Harapannya, keberhasilan ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain,” tutur Harmiyati.
Menurutnya, Program TEKAD tidak hanya fokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga memperkuat kapasitas petani, manajemen usaha, hingga akses pemasaran. Dengan begitu, hasil pertanian tidak sekadar dipanen, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Program TEKAD sendiri merupakan inisiatif pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi desa secara terpadu, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga pengembangan usaha mikro. Di Kabupaten Halmahera Tengah, program ini mulai menunjukkan dampak positif di berbagai desa, termasuk Kluting Jaya.
Keberhasilan panen perdana cabai ini diharapkan menjadi pemicu semangat masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama kesejahteraan desa.
Dengan produksi yang terus meningkat, cabai asal Kluting Jaya diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun regional. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi





![Ketua DPW PKB Malut, Jasri Usman [Foto : sukarsi/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260506_171608-225x129.jpg)

