Dari Kampung Leluhur Benny Laos, Warga Moti Kini Menanti Kehadiran Pemerintah

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat di Kecamatan Pulau Moti berharap kehadiran Sherly Tjoanda Laos sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap berbagai persoalan yang hingga kini masih dirasakan warga, mulai dari infrastruktur jalan, fasilitas pelabuhan, hingga kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan. || dok : Kasedata

Masyarakat di Kecamatan Pulau Moti berharap kehadiran Sherly Tjoanda Laos sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap berbagai persoalan yang hingga kini masih dirasakan warga, mulai dari infrastruktur jalan, fasilitas pelabuhan, hingga kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan. || dok : Kasedata

Kasedata.id Nama Pulau Moti kembali menggema dalam forum reses Anggota DPRD Maluku Utara, Muhajirin Bailussy, Jum’at (15/5/2026). Bukan sekadar soal pembangunan yang tertinggal, tetapi juga tentang harapan masyarakat yang mulai dipenuhi rasa kecewa karena merasa belum benar-benar disentuh perhatian Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Di tengah forum yang awalnya berlangsung biasa, suasana mendadak berubah penuh curahan hati warga. Satu per satu masyarakat menyampaikan kegelisahan yang selama ini tersimpan. Mereka merasa Pulau Moti kerap disebut, namun belum sungguh-sungguh dilihat.

Keresahan itu terasa semakin emosional ketika warga kembali mengingat mendiang almarhum Benny Laos, suami Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Dalam salah satu momentum kampanye di Pulau Makean, Benny Laos pernah menyampaikan bahwa orang tuanya lahir dan besar di Pulau Moti, tepatnya di kompleks Kampung Cina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu hingga kini masih diingat masyarakat. Karena itu, warga berharap ada kedekatan emosional yang mampu menghadirkan perhatian nyata bagi Pulau Moti.

“Jangan sampai Moti hanya diingat saat momentum politik atau kegiatan seremonial saja,” ucap salah satu warga setempat.

Bagi masyarakat, Pulau Moti bukan sekadar wilayah kecil di Kota Ternate. Di balik hamparan laut dan pesona alamnya, masih banyak persoalan mendasar yang setiap hari dihadapi warga. Mulai dari infrastruktur jalan yang belum memadai, fasilitas publik yang terbatas, hingga akses penunjang ekonomi masyarakat yang dinilai masih tertinggal dibanding daerah lain di Maluku Utara.

Baca Juga :  Babi Hutan Mengamuk di Kelurahan Rua, Ibu dan Anak Jadi Korban

Dalam sesi dialog, Insar Nasir menyampaikan langsung keresahan masyarakat di hadapan anggota DPRD. Dengan nada tegas namun penuh harap, ia menegaskan bahwa warga Moti tidak menuntut sesuatu yang berlebihan.

“Ibu Gubernur harus ingat, masyarakat Moti juga bagian dari Maluku Utara. Kami hanya ingin pemerintah hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat di sini. Jangan sampai Moti terus merasa tertinggal dibanding daerah lain,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah provinsi karena hingga saat ini Pulau Moti belum juga dikunjungi langsung oleh gubernur maupun wakil gubernur.

“Kami melihat banyak program pemerintah berjalan di berbagai daerah. Tapi masyarakat di Moti juga ingin merasakan perhatian yang sama,” katanya lagi.

Nada serupa juga disampaikan tokoh muda Kecamatan Moti, Darwis Ilyas. Ia menilai Pulau Moti sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang, namun membutuhkan perhatian nyata agar masyarakat dapat menikmati pembangunan secara merata.

Salah satu yang paling disorot ialah pembangunan jalan lingkar Pulau Moti yang hingga kini masih menjadi harapan panjang masyarakat. Bagi warga, jalan lingkar bukan sekadar proyek fisik, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat.

“Kalau akses jalan bagus, mobilitas warga lancar, ekonomi bergerak, dan pelayanan pemerintah juga lebih mudah masuk ke masyarakat. Jadi ini memang kebutuhan yang harus diperhatikan serius,” kata Darwis.

Ia berharap pemerintah tidak menunggu masyarakat terus bersuara baru kemudian turun melihat kondisi lapangan, “Moti ini bukan daerah pinggiran yang bisa terus diabaikan. Kami juga punya hak yang sama untuk mendapatkan pembangunan dan pelayanan yang layak,” tegasnya.

Baca Juga :  DPRD Ternate Maraton Bahas Ranwal RPJMD, Sasar Bappelitbangda

Pernyataan itu turut diperkuat Camat Pulau Moti yang menegaskan bahwa jalan lingkar sudah menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Menurutnya, akses tersebut menjadi penghubung utama aktivitas warga dari satu wilayah ke wilayah lain di Pulau Moti.

Tak hanya jalan lingkar, masyarakat juga menyoroti rusaknya jembatan laut Tanjung Pura di Kelurahan Takofi. Kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan disebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan perputaran ekonomi warga.

“Jembatan itu akses vital masyarakat. Kalau terus dibiarkan rusak, aktivitas warga dan perputaran ekonomi masyarakat ikut terganggu,” katanya.

Forum reses itu akhirnya bukan lagi sekadar agenda penyerapan aspirasi biasa. Di ruang sederhana itu, masyarakat Pulau Moti menyampaikan harapan besar agar pemerintah benar-benar hadir mendengar suara mereka.

Warga berharap kehadiran Anggota DPRD Maluku Utara, Muhajirin Bailussy, dapat menjadi jembatan agar seluruh aspirasi masyarakat Moti benar-benar sampai ke Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan tidak lagi berhenti sebatas janji atau wacana.

Sebab bagi masyarakat Moti, perhatian pemerintah bukan hanya soal pembangunan fisik. Lebih dari itu, mereka ingin diyakinkan bahwa Pulau Moti masih dianggap penting, masih dipandang sebagai bagian utuh dari Maluku Utara yang berhak tumbuh dan maju bersama daerah lainnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel
Reses Muhajirin di Moti, Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Sorotan
DPW Perbamida Gelar Muswil di Ternate, Sutarmini Terpilih Ketua DPP
Dari Drainase hingga Area Reklamasi, Reses Gus Jir Buka Deretan Persoalan Warga
BPN Ternate : Villa Lago Montana Sah Secara Hukum
Reses di SMAN 2 Ternate, Is Suaib Disodori Usulan Laboratorium Robotik dan Tunjangan Guru
Muhajirin Bailussy Serap Keluhan Warga Pulau Ternate, Masalah Infrastruktur hingga HPK Jadi PR
Warga Bukulasa Tagih Janji Politik Wali Kota Tidore

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:35 WIT

Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:22 WIT

Dari Kampung Leluhur Benny Laos, Warga Moti Kini Menanti Kehadiran Pemerintah

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:48 WIT

DPW Perbamida Gelar Muswil di Ternate, Sutarmini Terpilih Ketua DPP

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:17 WIT

Dari Drainase hingga Area Reklamasi, Reses Gus Jir Buka Deretan Persoalan Warga

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:14 WIT

BPN Ternate : Villa Lago Montana Sah Secara Hukum

Berita Terbaru

KONI Kota Ternate saat menggelar rapat evaluasi sekaligus pemantapan jelang keberangkatan kontingen PORPROV 2026 [dok : kasedata]

Olahraga

KONI Ternate Matangkan Keberangkatan Kontingen PORPROV Malut

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:39 WIT

Olahraga

Kolaborasi Malut United–Benfica, Fokus Bina Pemain Muda

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:26 WIT