Pemprov Malut Perketat Pengawasan Solar Subsidi, Mafia BBM Mulai Dibidik

Senin, 18 Mei 2026 - 19:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara, M. Ronny Saleh. || dok : Kasedata

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara, M. Ronny Saleh. || dok : Kasedata

Kasedata.id Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai bergerak lebih serius membenahi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang selama ini kerap memunculkan persoalan di lapangan. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pengawasan distribusi kini diperkuat lewat koordinasi lintas sektor bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Langkah itu dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Lantai IV Kantor Gubernur Maluku Utara, Senin (18/5/2026). Pertemuan tersebut menghadirkan Forkopimda Malut, pemerintah kabupaten/kota, Pertamina Patra Niaga, pengusaha SPBU, Organda, hingga komunitas sopir lintas yang selama ini bersentuhan langsung dengan distribusi Solar subsidi.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara, M. Ronny Saleh, menegaskan penguatan koordinasi dilakukan agar distribusi BBM subsidi berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan tidak lagi mudah disalahgunakan.

Menurutnya, Pemprov Maluku Utara sebenarnya telah memiliki pijakan hukum melalui Peraturan Gubernur Maluku Utara Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pengawasan Penjualan dan Penyaluran BBM Subsidi maupun Non Subsidi di daerah.

“Pergub ini menjadi dasar pemerintah daerah memperkuat pengawasan distribusi BBM, termasuk menangani berbagai persoalan yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Dalam regulasi tersebut, pemerintah daerah juga membentuk Tim Pengawasan yang melibatkan unsur perangkat daerah, aparat penegak hukum, hingga pihak terkait lainnya. Tim ini nantinya bertugas melakukan pengawasan lapangan, pemeriksaan distribusi, sampai koordinasi penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengungkapkan pemerintah daerah telah mengusulkan tambahan kuota Solar subsidi bagi 14 SPBU di Maluku Utara yang hingga kini belum memperoleh penetapan kuota resmi.

“Langkah ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap dinamika kebutuhan BBM di lapangan,” kata Sarbin.

Di sisi lain, Direktur BBM BPH Migas, Chrisnawan Anditya, memastikan pihaknya akan mempercepat proses verifikasi dan realisasi tambahan kuota tanpa harus menunggu jadwal reguler triwulan ketiga.
Data hingga 13 Mei 2026 menunjukkan serapan Solar subsidi di Maluku Utara telah mencapai 11 ribu kiloliter atau sekitar 36 persen dari total pagu tahunan sebesar 31 ribu kiloliter.

Baca Juga :  Ribuan Siswa Madrasah Halsel Ikut Rekor MURI Penulisan Anafora

Kondisi ini membuat pemerintah mulai memperketat pengawasan, terutama di wilayah sekitar kawasan pertambangan yang rawan terjadi penyalahgunaan Solar subsidi.

Tak hanya penambahan kuota, BPH Migas bersama Pertamina juga menyiapkan langkah percepatan lain, mulai dari verifikasi usulan SPBU, skema kuota darurat, hingga penguatan sistem digitalisasi distribusi BBM subsidi.

Pemprov Maluku Utara berharap sinergi antara pemerintah daerah, BPH Migas, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha mampu memperbaiki tata kelola distribusi BBM subsidi agar benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak, bukan bocor ke jaringan mafia BBM. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Muhajirin Serap Aspirasi Warga Halbar, Pendidikan, Air Bersih dan Petani Jadi Prioritas
Solar Subsidi Jadi Atensi, Pemprov Malut dan BPH Migas Awasi Ketat Seluruh SPBU
Dikbud Malut Matangkan SPMB 2026, Hapus Stigma Sekolah Favorit dan Tutup Celah “Orang Dalam”
SMAN 2 Ternate Pamer Kecanggihan Robotik, Kadikbud Malut Apresiasi Terobosan Visioner
Stabilkan Pangan Jelang Idul Adha, Gubernur Malut Kirim 100 Sapi ke Seluruh Daerah
Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel
Dari Kampung Leluhur Benny Laos, Warga Moti Kini Menanti Kehadiran Pemerintah
Reses Muhajirin di Moti, Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:36 WIT

Muhajirin Serap Aspirasi Warga Halbar, Pendidikan, Air Bersih dan Petani Jadi Prioritas

Senin, 18 Mei 2026 - 19:20 WIT

Solar Subsidi Jadi Atensi, Pemprov Malut dan BPH Migas Awasi Ketat Seluruh SPBU

Senin, 18 Mei 2026 - 19:03 WIT

Pemprov Malut Perketat Pengawasan Solar Subsidi, Mafia BBM Mulai Dibidik

Senin, 18 Mei 2026 - 16:53 WIT

Dikbud Malut Matangkan SPMB 2026, Hapus Stigma Sekolah Favorit dan Tutup Celah “Orang Dalam”

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:55 WIT

Stabilkan Pangan Jelang Idul Adha, Gubernur Malut Kirim 100 Sapi ke Seluruh Daerah

Berita Terbaru

Rumah warga Fitu saat terbakar [Foto : Iin Afriyanti/Kasedata]

Hukum & Peristiwa

Rumah Warga Fitu di Ternate Hangus Terbakar

Senin, 18 Mei 2026 - 14:17 WIT