Dunia Akui Rempah Malut, FAO Turun Jaga Keaslian Cengkeh dan Pala

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, saat menerima audiensi tim BRMP Biogen Kementan RI di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Malut eks-Crysan, Ternate. || dok : Kasedata

Sekda Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, saat menerima audiensi tim BRMP Biogen Kementan RI di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Malut eks-Crysan, Ternate. || dok : Kasedata

Kasedata.id Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen) dalam menjaga kelestarian sekaligus menegaskan keaslian rempah khas Maluku Utara di mata dunia.

Dukungan itu ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, saat menerima audiensi tim BRMP Biogen Kementan RI di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Malut eks-Crysan, Kamis (21/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan proyek internasional Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI), program konservasi keanekaragaman hayati tanaman pangan dan perkebunan untuk pemanfaatan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan itu, Sekprov menyampaikan rasa bangga karena Maluku Utara dipercaya menjadi salah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang masuk dalam proyek bergengsi berskala internasional tersebut.

“Ini patut kita syukuri dan sambut dengan serius. Dari sekian banyak daerah di Indonesia, hanya Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Maluku Utara yang dipilih. Ketika FAO atau organisasi pangan dunia sudah terlibat, berarti kekayaan alam dan rempah kita memang memiliki nilai penting di tingkat internasional,” tegasnya.

Baca Juga :  Perkelahian Berdarah di Ternate Selatan, Pelaku Diburu Polisi

Ia menegaskan, inti dari proyek CDCSUI di Maluku Utara bukan sekadar program konservasi biasa, melainkan upaya besar mengembalikan identitas sejarah dan keaslian rempah legendaris dunia cengkeh dan pala sebagai warisan asli bumi Moloku Kie Raha.

“Melalui proyek ini, kita ingin menegaskan kepada dunia bahwa cengkeh dan pala itu berasal dari Maluku Utara. Hari ini mungkin yang terkenal varietas Zanzibar, tetapi berbagai penelitian menunjukkan akar genetiknya berasal dari daerah kita. Ini bukan hanya soal nama besar Maluku Utara di panggung global, tetapi juga tentang bagaimana kesejahteraan petani bisa ikut terangkat,” ujarnya.

Menurut Sekprov, keberadaan proyek tersebut diharapkan mampu membuka jalan bagi peningkatan produktivitas rempah lokal, memperkuat identitas daerah, sekaligus memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat tani.

Sementara itu, Kepala BRMP Biogen Kementan RI, Dr. Atekan, menjelaskan bahwa proyek CDCSUI berfokus pada upaya penyelamatan sumber daya genetik tanaman lokal agar tidak hilang ditelan zaman. Secara nasional, terdapat lima komoditas utama yang menjadi fokus pengembangan, yakni padi lokal, talas, uwi, cengkeh, dan pala.

Baca Juga :  Bassam Kasuba : Tak Ada Sekolah yang Dianaktirikan di Halsel

“Khusus untuk Maluku Utara, fokus utama kami adalah cengkeh dan pala. Daerah ini memiliki sumber daya genetik yang luar biasa dan menjadi kekuatan penting rempah Nusantara. Karena itu, potensi ini harus dijaga dan diangkat bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proyek yang direncanakan berjalan hingga 2027 dan berpeluang diperpanjang sampai 2028 itu akan dipusatkan di Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan. Lebih dari sekadar penelitian laboratorium, proyek ini juga akan menyentuh langsung kehidupan petani melalui pola pembinaan, pendampingan, hingga penguatan nilai tambah produk rempah lokal.

“Kami akan mendampingi petani bagaimana menjaga kelestarian cengkeh dan pala mereka, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk agar pendapatan masyarakat ikut naik. Target besarnya, rempah Maluku Utara harus dikenal dunia bukan hanya karena sejarahnya, tetapi juga karena kualitas unggulnya,” tandas Atekan.

Memasuki tahapan pelaksanaan 2026, BRMP Biogen kini terus membangun sinergi dan penyamaan persepsi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota agar implementasi proyek CDCSUI berjalan maksimal, berkelanjutan, dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi Maluku Utara.(*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemkot, DPRD, dan TNI Bersinergi Percepat KKMP di Ternate
3 Kader Fatayat NU Malut Lolos Kader Pangan BPOM, Siap Jadi Agen Edukasi Masyarakat
Dinilai Tak Layak, Reagen-Rio Ditolak Maju HIPMI Malut
Maluku Utara Masuk Proyek Dunia, Cengkih dan Pala Siap Mendunia
Soal RKAB, KATAM Dukung Pempus Cabut Izin Perusahaan Bermasalah 
Pemprov Malut Perkuat Sinergi, Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Tutup Reses di Halbar, Muhajirin Tegaskan Seluruh Aspirasi Siap Dikawal
Pemkot Ternate Raih Penghargaan Nasional, Terima Insentif 3 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:15 WIT

Pemkot, DPRD, dan TNI Bersinergi Percepat KKMP di Ternate

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:00 WIT

3 Kader Fatayat NU Malut Lolos Kader Pangan BPOM, Siap Jadi Agen Edukasi Masyarakat

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:29 WIT

Dinilai Tak Layak, Reagen-Rio Ditolak Maju HIPMI Malut

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:44 WIT

Maluku Utara Masuk Proyek Dunia, Cengkih dan Pala Siap Mendunia

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:37 WIT

Soal RKAB, KATAM Dukung Pempus Cabut Izin Perusahaan Bermasalah 

Berita Terbaru

Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly, diwawancarai usai rapat KKMP [Foto : sukarsi/kasedata]

Daerah

Pemkot, DPRD, dan TNI Bersinergi Percepat KKMP di Ternate

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:15 WIT

Logo Himpunan Pengusaha Muda Indonesia

Daerah

Dinilai Tak Layak, Reagen-Rio Ditolak Maju HIPMI Malut

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:29 WIT