Kasedata.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Dr. Abubakar Abdullah, mengajak Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menjadi motor penggerak kampanye “Hormati Guru dan Cintai Sekolah” sebagai gerakan bersama untuk memperkuat budaya pendidikan yang bermartabat di Maluku Utara.
Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada Seminar bertema “Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat terhadap Dunia Pendidikan” yang digelar IMM di Rektorat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Sabtu (1/8/2026).
Di hadapan pelajar, mahasiswa, dosen, dan pengurus IMM, Abubakar menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kepercayaan terhadap guru dan sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Guru bukan sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, moral, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada peserta didik. Karena itu, profesi guru wajib dihormati. Bagaimana mungkin kita menitipkan anak-anak untuk dibentuk akhlak dan karakternya jika gurunya sendiri tidak kita hormati,” tegas Abubakar.
Ia menilai gerakan menghormati guru harus menjadi kesadaran kolektif masyarakat. Menurutnya, penghargaan terhadap profesi guru merupakan fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkualitas.
Selain itu, Abubakar mengingatkan bahwa sekolah merupakan ruang strategis untuk melahirkan generasi masa depan. Karena itu, menjaga nama baik, keamanan, kenyamanan, dan lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua, masyarakat, peserta didik, serta seluruh pemangku kepentingan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa penghormatan kepada guru harus berjalan beriringan dengan komitmen guru dalam menjaga profesionalisme. Integritas, disiplin, etika profesi, dan peningkatan kompetensi menjadi syarat utama untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
“Kepercayaan publik akan tumbuh ketika masyarakat menghormati guru, dan pada saat yang sama guru menunjukkan dedikasi, keteladanan, integritas, serta pelayanan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Seminar yang berlangsung di Rektorat UMMU itu menjadi ruang dialog dan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemahasiswaan, akademisi, serta masyarakat dalam merumuskan langkah bersama untuk memajukan pendidikan di Maluku Utara.
Melalui forum tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara berharap gerakan “Hormati Guru dan Cintai Sekolah” dapat kembali digaungkan secara masif sebagai bagian dari upaya membangun budaya pendidikan yang kuat, berkarakter, dan berdaya saing. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi



![Peta kecalakaan longboat di perairan Pulau Taliabu [Dok : Tim SAR/Kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260801_131642-225x129.jpg)



![Pengajuan dokumen KUA-PPAS oleh Wakil Bupati H.M. Saleh Marasabessy kepada Ketua DPRD Kepulauan Sula [karno/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260731_185056-225x129.jpg)