Kasedata.id – Rencana Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) membuka Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) kian mantap. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Chasan Boesoirie, bahkan disiapkan menjadi salah satu mitra strategis untuk mendukung penuh lahirnya pendidikan dokter gigi di Maluku Utara.
Dukungan disertai komitmen itu ditandai dengan penandatanganan MoU antara RSUD dr. H. Chasan Boesoirie dan UMMU yang berlangsung di Gedung Rektorat UMMU, Rabu (9/9/2026).
MoU bernomor 005.31/3638/RSUDChB/IX/2026 itu ditandatangani Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, dan Rektor UMMU, Prof. Dr. Ranita Rope.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerja sama ini tidak sekadar menjadi dokumen kelembagaan. Bagi UMMU, keterlibatan RSUD Chasan Boesoirie merupakan bagian penting dalam mempersiapkan ekosistem pendidikan klinis yang dibutuhkan untuk mendukung pendirian FKG.
Sebagai rumah sakit rujukan utama dan terakreditasi, RSUD Chasan Boesoirie memiliki fasilitas serta sumber daya manusia yang dapat menunjang proses pendidikan, penelitian, dan pengembangan kompetensi calon tenaga kesehatan.
Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, mengatakan kolaborasi antara rumah sakit dan perguruan tinggi menjadi kebutuhan penting di tengah tuntutan layanan kesehatan yang semakin kompleks.
Menurutnya, rumah sakit tidak dapat berjalan sendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan sumber daya manusia tanpa dukungan dunia akademik.
“RSUD membutuhkan perguruan tinggi sebagai mitra riset, inovasi, dan peningkatan kualitas SDM. Sebaliknya, kampus memerlukan rumah sakit sebagai wahana praktik nyata,” ujar dr. Rosita.
Ia mengatakan, meski rumah sakit dan perguruan tinggi memiliki peran serta kekuatan yang berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama. Yakni membangun sumber daya manusia berkualitas dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Karena itu, Rosita berharap kerja sama yang telah disepakati segera diterjemahkan dalam program nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
“Harapannya, MoU ini tidak hanya berhenti diatas kertas, tetapi segera ditindaklanjuti dengan program-program konkret,” tegasnya.
Untuk mendukung rencana itu, RSUD Chasan Boesoirie menyatakan kesiapan menyediakan fasilitas dan tenaga ahli sesuai kebutuhan dan standar pendidikan kedokteran gigi yang ditetapkan pemerintah.
Sementara, Rektor UMMU Prof. Ranita Rope menyampaikan apresiasi atas dukungan RSUD Chasan Boesoirie terhadap rencana pembukaan FKG.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan rumah sakit menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengajuan pendirian FKG kepada Kementerian Kesehatan.
“RSUD Chasan Boesoirie sebagai rumah sakit rujukan utama dan terakreditasi adalah pilihan tepat,” ujar Ranita.
Menurutnya, proses pengajuan FKG UMMU saat ini telah memasuki tahapan menunggu jadwal visitasi.
Artinya, kerja sama dengan RSUD Chasan Boesoirie menjadi bagian dari kesiapan UMMU menghadapi tahapan lanjutan menuju terwujudnya fakultas yang nantinya diharapkan dapat mencetak tenaga dokter gigi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Maluku Utara.
Kerja sama kedua institusi mencakup empat pilar Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Selain itu, UMMU dan RSUD Chasan Boesoirie akan mengoptimalkan sumber daya manusia serta fasilitas yang dimiliki untuk membangun ekosistem pendidikan kesehatan lebih kuat di Maluku Utara. (*)
Penulis : Ani*
Editor : Sandin Ar


![Pertemuan disertai pemaparan huntap Jambula oleh Kepala Dinas Perkimtaan Kota Ternate/Kunjungan rombongan ke lokasi oleh Disperkim CK Pemprov Jatim [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/09/Picsart_26-09-09_18-50-33-266-225x129.jpg)

![Prosesi MoU antara UMMU dan Klinik MDC Ternate [dok : Ani/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/09/DSC06321-225x129.jpg)

