Kabau Pante Siaga Banjir Rob, 600 Meter Permukiman Ditimbun

Jumat, 18 September 2026 - 20:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Kabau Pante Murid Umamit, saat diwawancarai [dok : karno/kasedata]

Kepala Desa Kabau Pante Murid Umamit, saat diwawancarai [dok : karno/kasedata]

Kasedata.id – Pemerintah Desa Kabau Pante, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, melakukan penimbunan di kawasan permukiman warga sebagai langkah antisipasi banjir rob yang pernah melanda desa itu pada 2025.

Penimbunan itu dilakukan atas dukungan Pemerintah Kabupaten melalui penyediaan alat berat ekskavator dan satu unit truk untuk mengangkut serta menimbun material pasir di sejumlah titik yang terdampak.

Kepala Desa Kabau Pante, Murid Umamit, mengatakan langkah ini merupakan inisiatif pemerintah desa untuk mengurangi risiko banjir rob yang dinilai masih mengancam warga saat hujan lebat dan musim gelombang tinggi.

“Desa ini sangat rentan dengan banjir ketika hujan lebat turun dan musim ombak. Karena itu, kami mengambil langkah untuk melakukan penanganan dan pencegahan,” kata Murid, Jumat (18/9/2026).

Ia menjelaskan, banjir rob yang terjadi sebelumnya dipicu tingginya gelombang laut pada musim barat. Kondisi ini menyebabkan talud penahan ombak jebol dan air laut masuk ke kawasan permukiman hingga rumah warga.

“Waktu itu air laut juga masuk ke rumah warga akibat talud penahan ombak jebol. Sehingga kami dari Pemdes dan masyarakat melakukan rapat dan koordinasi dengan BPBD untuk membantu penimbunan di beberapa titik,” ujarnya.

Murid mengatakan penimbunan dilakukan sepanjang sekitar 600 meter di kawasan permukiman warga. Pekerjaan itu menggunakan anggaran desa lebih dari 55 juta untuk kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  DPRD Malut Bakal Panggil Kadinsos dan Kepala UPTD PSAA Ternate

Menurutnya, penanganan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kejadian banjir rob yang terjadi pada tahun sebelumnya tidak kembali terulang.

“Kami melakukan penimbunan sekitar 600 meter di permukiman warga dengan menggunakan anggaran desa 55 juta lebih. Ini semua dilakukan untuk kepentingan masyarakat Desa Kabau Pante,” katanya.

“Jangan sampai masalah pada tahun lalu terulang kembali. Dengan adanya penimbunan sepanjang 600 meter ini, Insyaallah hal itu tidak akan terjadi lagi ke depan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Karno Pora

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

PAD Lampaui Target, Pemda Sula Evaluasi Capaian Pajak-Retribusi 
Apel Siaga Bencana, Kapolres Ternate Tekankan Sinergi Lintas Sektoral 
Potensi Banjir hingga Pohon Tumbang, Ternate Gelar Apel Siaga Bencana
Dari Ngade hingga Halut, IMM Apresiasi BPJN Malut Tangani Infrastruktur
Uji Kompetensi Tuntas, 7 Pejabat Pemprov Malut Menanti Keputusan Gubernur
Lewat KREASI, Pemprov Malut Tingkatkan Mutu Pendidikan Dasar
Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula
BKD Jadi Contoh, UPTD Aset Malut Kejar Penataan BMD : OPD Tak Responsif Dilaporkan ke Gubernur

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:08 WIT

PAD Lampaui Target, Pemda Sula Evaluasi Capaian Pajak-Retribusi 

Rabu, 4 November 2026 - 18:33 WIT

Apel Siaga Bencana, Kapolres Ternate Tekankan Sinergi Lintas Sektoral 

Rabu, 4 November 2026 - 18:08 WIT

Potensi Banjir hingga Pohon Tumbang, Ternate Gelar Apel Siaga Bencana

Rabu, 4 November 2026 - 16:00 WIT

Dari Ngade hingga Halut, IMM Apresiasi BPJN Malut Tangani Infrastruktur

Rabu, 4 November 2026 - 12:02 WIT

Lewat KREASI, Pemprov Malut Tingkatkan Mutu Pendidikan Dasar

Berita Terbaru