Menko Pangan Targetkan 35.000 Kopdes Beroperasi September 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. || dok : Humas/Adpim Malut

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. || dok : Humas/Adpim Malut

Kasedata.id Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Zulkifli Hasan, resmi membuka Seminar Nasional KDKMP di Lapangan Perikanan, Kota Ternate, Maluku Utara, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bersama asosiasi desa dari seluruh Indonesia. Seminar digelar sebagai forum untuk memperkuat pemahaman sekaligus menyatukan langkah dalam percepatan implementasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan infrastruktur ekonomi resmi pemerintah yang akan menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Kehadirannya diarahkan untuk membenahi tata kelola distribusi barang bersubsidi, bantuan sosial, hingga memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui koperasi ini, pemerintah akan menyalurkan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari beras, minyak goreng, LPG bersubsidi, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan bagi lanjut usia, hingga pelayanan pembayaran listrik. Selain itu, Kopdes juga diproyeksikan menjadi pusat penyerapan hasil pertanian dan perkebunan masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja baru di desa.

Baca Juga :  Anak Berjualan di Traffic Light, Dinas PPA Ternate Angkat Bicara

Menurut Zulkifli Hasan, pembentukan Kopdes juga menjadi solusi untuk memperbaiki sistem penyaluran bantuan yang selama ini dinilai masih menyisakan banyak persoalan, termasuk ketidaktepatan sasaran. Dengan pengelolaan berbasis desa, pengawasan akan dilakukan lebih dekat sehingga bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

Pemerintah pun menargetkan sebanyak 35.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi secara resmi pada September 2026. Sementara koperasi lainnya akan diaktifkan secara bertahap hingga tahun 2027.

Di sisi lain, Menko Pangan turut merespons dinamika kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Ia menginstruksikan Perum Bulog untuk segera menggelar operasi pasar serta meminta seluruh gubernur, bupati, dan wali kota di Indonesia mengintensifkan pelaksanaan pasar murah guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Kita harus paksa agar ekonomi di desa itu tumbuh, sehingga desa menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tegas Zulkifli Hasan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, meluruskan berbagai informasi keliru yang beredar terkait program Kopdes Merah Putih.

Yandri menegaskan bahwa isu yang menyebut pemerintah melarang warung desa beroperasi atau melarang masyarakat berjualan dalam radius 200 meter dari koperasi merupakan informasi palsu dan menyesatkan. Pemerintah, kata dia, tidak pernah memiliki kebijakan untuk menutup usaha milik masyarakat. Bahkan, penyebaran hoaks tersebut telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Sejak 2009, BWS Malut Bangun Breakwater di Pesisir Pantai Ternate

Seminar Nasional KDKMP ini diinisiasi Kemendes PDT bersama 10 organisasi dan asosiasi desa tingkat nasional yang terdiri atas empat asosiasi kepala desa, dua asosiasi perangkat desa, dua asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD), satu asosiasi mantan kepala desa, serta satu organisasi gerakan masyarakat desa.

Forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah pusat dan para pelaksana di daerah untuk menyamakan persepsi dalam mengawal pelaksanaan program Kopdes Merah Putih. Diskusi menghadirkan para menteri, wakil menteri, BUMN, kepala daerah, akademisi, kepala desa, BPD, perangkat desa, pendamping desa, organisasi kepemudaan, hingga organisasi kemasyarakatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, Forkopimda Maluku Utara, anggota DPR RI, pejabat pimpinan tinggi kementerian/lembaga, para bupati dan wali kota se-Maluku Utara, para rektor, kepala OPD, direksi BUMN, serta para ketua umum organisasi desa tingkat nasional. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Gubernur Sherly Pacu Maluku Utara Sukseskan Program Nasional Lewat Koperasi Merah Putih
Malut Perkuat Koperasi Merah Putih Lewat Seminar Nasional
Korban Tabrakan Longboat di Taliabu Ditemukan Meninggal
Dua Kali Mangkir, Kepsek SDN 84 Halsel Penuhi Panggilan Polisi
500 BSPS Menanti, Disperkimtan Ternate Butuh Kerjasama Camat-Lurah
BPJN Malut Rampungkan Jembatan Ake Oba, Akses Warga Kembali Dibuka
Sinergi Muslimat NU dan Fatayat NU Maluku Utara Kian Kokoh, Soliditas Organisasi Diperkuat
Ritual Sigofi Ake Sambut HUT Kemerdekaan di Ternate

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:36 WIT

Gubernur Sherly Pacu Maluku Utara Sukseskan Program Nasional Lewat Koperasi Merah Putih

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:26 WIT

Menko Pangan Targetkan 35.000 Kopdes Beroperasi September 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:54 WIT

Malut Perkuat Koperasi Merah Putih Lewat Seminar Nasional

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:33 WIT

Dua Kali Mangkir, Kepsek SDN 84 Halsel Penuhi Panggilan Polisi

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:12 WIT

500 BSPS Menanti, Disperkimtan Ternate Butuh Kerjasama Camat-Lurah

Berita Terbaru