Kasedata.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ternate tak menunggu tahapan pemilu untuk membangun kesadaran politik generasi muda. Memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) didorong menjadi pemilih yang kritis, rasional, dan tidak mudah terseret kepentingan politik praktis.
Pesan tersebut disampaikan KPU Kota Ternate melalui kegiatan pendidikan pemilih dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNUTARA Tahun 2026, Jumat (4/9/2026).
Anggota KPU Kota Ternate, Iskar Hukum, hadir sebagai narasumber dan memberikan materi mengenai peran strategis mahasiswa dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menekankan bahwa lingkungan kampus bukan hanya ruang untuk menimba ilmu, tetapi juga tempat membangun cara berpikir kritis dalam menyikapi dinamika politik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Iskar, mahasiswa sebagai bagian dari kelompok intelektual muda memiliki tanggung jawab untuk menjadi pemilih yang mampu menentukan pilihan berdasarkan informasi, rekam jejak, serta gagasan, bukan karena tekanan maupun kepentingan sesaat.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Jadilah pemilih yang cerdas, rasional, dan tidak mudah dipolitisasi oleh kepentingan elektoral jangka pendek yang kerap mengabaikan substansi kemajuan daerah dan bangsa,” ujar Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Ternate tersebut.
Ikal sapaan akrab Iskar Hukum menjelaskan, masa nontahapan pemilu justru menjadi ruang yang strategis bagi KPU untuk memperkuat pendidikan pemilih. Edukasi politik yang dilakukan sejak dini dinilai dapat membentuk pemilih yang lebih mandiri dan objektif ketika menghadapi kontestasi politik di masa mendatang.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar menjadi objek dalam setiap momentum politik. Menurutnya, generasi muda harus mampu membaca informasi secara kritis, membedakan fakta dan opini, serta menilai calon pemimpin berdasarkan kapasitas dan rekam jejaknya.
Antusiasme mahasiswa baru terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti pemaparan dan terlibat dalam sesi diskusi dengan melontarkan sejumlah pertanyaan seputar kepemiluan, hak politik, serta peran generasi muda dalam demokrasi.
“KPU Kota Ternate mengapresiasi jajaran rektorat dan panitia PKKMB UNUTARA yang telah membuka ruang bagi pendidikan pemilih di lingkungan kampus,” tandasnya.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan kesadaran berdemokrasi tidak hanya dibangun menjelang pemilu, tetapi ditanamkan sejak mahasiswa mulai mengenal dunia perguruan tinggi.
Bagi KPU Ternate, mencetak pemilih cerdas bukan pekerjaan yang dimulai saat surat suara berada di tangan, melainkan proses panjang yang harus dibangun jauh sebelum hari pemungutan suara. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi






