Kasedata.id – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara mengajak para orang tua siswa SMA dan SMK untuk tidak hanya menyerahkan proses belajar kepada sekolah, tetapi turut menjadi pendamping utama dalam membangun kesiapan akademik anak di rumah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menilai sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi faktor penting dalam menghadapi asesmen nasional yang akan mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif dan terstandar.
Menurutnya, TKA memang bukan lagi menjadi syarat tunggal kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Namun demikian, hasil asesmen tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi rekam jejak resmi kemampuan akademik setiap peserta didik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dokumen capaian TKA nantinya juga menjadi salah satu instrumen pendukung bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun jalur seleksi akademik lainnya.
“Peran orang tua sangat besar. Jangan hanya mengandalkan guru di sekolah, tetapi pastikan anak memiliki waktu belajar yang teratur di rumah. Dampingi mereka, kontrol perkembangan belajarnya dan bangun semangat agar tetap konsisten menghadapi TKA,” ujar Abubakar Abdullah, Senin (31/8/2026).
Empat Pilar Materi TKA
Dalam pelaksanaan TKA jenjang SMA dan SMK, peserta akan menghadapi materi utama yang meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan yang disesuaikan dengan minat, jurusan dan rencana studi lanjutan masing-masing siswa.
Abubakar mengimbau seluruh siswa di Maluku Utara agar memanfaatkan waktu persiapan dengan memperkuat pemahaman konsep dasar, membiasakan diri mengerjakan latihan soal serta mengikuti simulasi asesmen secara berkala.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menghadapi TKA bukan semata ditentukan oleh kecerdasan, melainkan juga disiplin, konsistensi dan kebiasaan belajar yang dibangun setiap hari.
“Jadikan TKA sebagai kesempatan menunjukkan kemampuan terbaik, bukan sesuatu yang harus ditakuti. Belajar dengan disiplin, terus berlatih, tetap optimistis dan iringi setiap ikhtiar dengan doa,” tegasnya.
Dikbud Maluku Utara berharap persiapan TKA 2026 menjadi momentum memperkuat budaya belajar di kalangan siswa, sehingga yang dibangun bukan hanya pencapaian nilai, tetapi juga karakter belajar yang mandiri, teratur dan berkelanjutan demi masa depan pendidikan mereka. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi






