Kasedata.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah Tahun 2026 Masehi menjadi momentum bagi Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan PW Fatayat NU Maluku Utara untuk memperkuat komitmen sosial sekaligus meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran pengurus dan kader Muslimat serta Fatayat NU Maluku Utara. Hadir pula Wakil Gubernur Maluku Utara, Ketua Tim Penggerak PKK Maluku Utara, serta sejumlah tokoh dan badan otonom NU, Minggu (6/9/2026).
Ketua PW Muslimat NU Maluku Utara, Dr. Rosita Alting, menegaskan bahwa Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, peringatan kelahiran Rasulullah SAW harus menjadi ruang refleksi untuk menggali kembali nilai-nilai keteladanan dari perjalanan hidup Nabi, mulai dari kelahiran, perjuangan menyampaikan risalah Islam, hingga kepemimpinannya dalam membangun masyarakat Madinah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Maulid bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi bagaimana kita mengambil teladan dari perjuangan dan kepemimpinan beliau untuk diterapkan dalam kehidupan,” kata Rosita dalam sambutannya.
Ia mengatakan, nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah SAW juga relevan dengan tantangan kehidupan masyarakat saat ini. Karena itu, momentum Maulid perlu diterjemahkan ke dalam aksi nyata, termasuk memperkuat solidaritas organisasi dan kepedulian terhadap persoalan sosial di Maluku Utara.
Rosita menyebut sejumlah agenda strategis yang menjadi perhatian PW Muslimat NU Maluku Utara. Di antaranya penanganan stunting, pencegahan gizi buruk, perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan, serta penguatan ketahanan keluarga.
Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar dapat ditangani secara berkelanjutan. Organisasi perempuan NU, kata dia, memiliki peran penting dalam membangun kesadaran keluarga sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Di penghujung sambutannya, Rosita mengajak seluruh jamaah menjadikan Maulid sebagai momentum memperkuat doa dan ikhtiar bagi masa depan Maluku Utara.
Ia berharap provinsi tersebut senantiasa mendapat keberkahan dan mampu menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur—negeri yang baik dan mendapat ampunan serta keberkahan dari Allah SWT.
Sementara itu, Ketua PW Fatayat NU Maluku Utara, Mardiah Z. Hanafi, mengatakan Maulid Nabi merupakan momentum penting bagi generasi muda NU, khususnya perempuan, untuk kembali meneguhkan keteladanan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Mardiah, nilai-nilai keteladanan Nabi semakin penting di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Perempuan muda NU dituntut tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Keteladanan Rasulullah harus menjadi pijakan bagi kita dalam menjalankan peran, baik di tengah keluarga, organisasi maupun masyarakat,” ujarnya.
Peringatan Maulid tersebut pun diharapkan tidak berhenti pada rangkaian acara keagamaan, tetapi menjadi titik penguatan gerakan sosial Muslimat dan Fatayat NU dalam membangun keluarga yang tangguh serta masyarakat Maluku Utara yang lebih baik. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi






