Muhammad Sinen Pimpin HKTI Tidore, Kepastian Pasar Petani Jadi Prioritas

Senin, 21 September 2026 - 10:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen. || Foto : Kasedata.id

Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, bertekad membawa organisasi petani tersebut lebih jauh dari sekadar wadah berhimpun. Fokus utamanya adalah memastikan hasil pertanian memiliki pasar dan petani memperoleh pendapatan yang lebih pasti.

Hal itu disampaikan Muhammad Sinen kepada awak media usai Musyawarah Daerah dan pelantikan DPD HKTI Provinsi Maluku Utara di Bella Hotel Ternate yang dihadiri oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Advokasi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pusat, Dr. Chaerul Amir, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, persoalan petani bukan hanya bagaimana meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan hasil produksi tersebut terserap dengan harga yang memberikan kepastian bagi petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, HKTI bersama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan mendorong pola penyerapan hasil pertanian secara lebih terstruktur. Salah satunya melalui pembangunan dua gudang penampungan yang telah tersedia di Pulau Tidore.

Gudang tersebut, kata Aya Erik, diharapkan menjadi bagian dari sistem yang dapat menyerap hasil panen petani secara langsung.

Baca Juga :  GP Nuku Soroti Aksi ASN Tidore Tuntut DBH, Ingatkan Jaga Martabat dan Hindari Politisasi

“Yang paling penting adalah bagaimana hasil petani itu ada yang tampung. Jangan sampai petani sudah tanam, sudah panen, tetapi kemudian bingung mau jual ke mana,” ujar Wali Kota Tidore Muhammad Sinen.

Ia mengatakan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan konsep penjemputan hasil panen langsung dari lokasi petani. Komoditas seperti sayur dan tomat nantinya diupayakan dapat dijemput sehingga petani tidak lagi sepenuhnya mencari pasar sendiri setelah masa panen.

“Sayur, tomat dan hasil pertanian lainnya nanti kita upayakan dijemput. Jadi petani tidak lagi berpikir setelah panen mau jual di mana,” katanya.

Selain persoalan penyerapan, kepastian harga menjadi bagian penting yang menurutnya harus diperhatikan. Muhammad Sinen menyebut harga pembelian nantinya akan dihitung secara proporsional dengan mengambil sekitar 70 persen dari rentang harga pasar murah dan mahal.

Skema tersebut, kata dia, bukan semata-mata untuk menentukan harga, tetapi sebagai upaya memberikan kepastian pendapatan kepada petani.

Di sisi lain, HKTI akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan, terutama menyangkut ketersediaan pupuk serta pendampingan kepada petani di lapangan.

Muhammad Sinen menilai sektor pertanian dan perikanan memiliki posisi strategis bagi masa depan Tidore Kepulauan. Sebab, dua sektor tersebut dinilai memiliki keberlanjutan ekonomi yang berbeda dengan sektor pertambangan.

Baca Juga :  Ternate Jadi Daerah Pertama Tetapkan Perda RPJMD 2025–2029

“Sektor pertanian dan perikanan merupakan pilar ekonomi utama yang akan terus eksis. Berbeda dengan tambang yang bersifat sementara, pertanian dan perikanan adalah masa depan Tidore karena Tidore tidak memiliki potensi tambang,” tegasnya.

Ia menyebut, Tidore Kepulauan memiliki potensi lahan pertanian yang besar, terutama di wilayah Oba, Oba Tengah hingga Oba Selatan. Potensi tersebut harus dikelola secara serius agar tidak berhenti sebagai lahan produksi, tetapi mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Orang nomor satu di Pemkot Tidore itu juga menghimbau kepada masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau panjang. Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta lebih berhati-hati terhadap sumber api, termasuk puntung rokok.

Bagi dia, keberhasilan pembangunan pertanian sangat bergantung pada kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat.

“Pemerintah harus hadir untuk memberikan semangat, edukasi, dan kontrol. Jika pemerintah hadir, petani pasti akan hidup dan sejahtera,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Usai Owner Jadi Tersangka, Advokat Minta Kasus Zahra Berkah Dibongkar Tuntas
Kepala BGN Siap Tutup Dapur MBG Bermasalah, Tak Peduli Punya Siapa
Polres Ternate Ungkap Kasus Kekerasan dan Persetubuhan Anak di Gamalama
Belanja Sula Naik 46,74 Miliar dalam Rancangan Perubahan APBD 2026
Tiga Jabatan Strategis di Polres Sula Berganti
Ketum HKTI Sudaryono Lantik Gubernur Malut, Dorong Program Pertanian Dekat ke Petani
Sahriyani, Owner Zahra Berkah Terancam Dijerat Pasal Berlapis
Nasri Abubakar Ambil Komando HKTI, Pertanian Ternate Didorong Bangkit

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:34 WIT

Usai Owner Jadi Tersangka, Advokat Minta Kasus Zahra Berkah Dibongkar Tuntas

Senin, 21 September 2026 - 19:50 WIT

Kepala BGN Siap Tutup Dapur MBG Bermasalah, Tak Peduli Punya Siapa

Senin, 21 September 2026 - 18:08 WIT

Polres Ternate Ungkap Kasus Kekerasan dan Persetubuhan Anak di Gamalama

Senin, 21 September 2026 - 17:39 WIT

Belanja Sula Naik 46,74 Miliar dalam Rancangan Perubahan APBD 2026

Senin, 21 September 2026 - 17:19 WIT

Tiga Jabatan Strategis di Polres Sula Berganti

Berita Terbaru

Daerah

Tiga Jabatan Strategis di Polres Sula Berganti

Senin, 21 Sep 2026 - 17:19 WIT