Kasedata.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai menggeser fokus pembenahan pendidikan dari sekadar ketersediaan sekolah menuju penguatan kualitas pembelajaran. Infrastruktur teknologi, akses transportasi hingga dukungan pembiayaan siswa menjadi perhatian untuk mendongkrak capaian literasi dan numerasi yang masih menjadi tantangan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan penguatan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi salah satu kebutuhan mendesak. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekaligus menyediakan basis data dalam mengukur kemampuan akademik peserta didik.
“Kalau kita menuntut peningkatan capaian literasi dan numerasi, maka fasilitas untuk proses asesmen dan pembelajaran harus kita siapkan. TKA menjadi salah satu basis data untuk melihat capaian tersebut,” ujar Abubakar Abdullah dihadapan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos dan Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, Rabu (23/9/2026).
Turut hadir juga Direktur Sekolah Menengah Atas (SMA) Kemendikdasmen Yuli Haryanto, Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Dr. Saryadi, seluruh Kepala SMA/SMK dan SLB se-Maluku Utara.
Aka dalam paparannya menyebut hingga 22 September 2026, tercatat 17.407 siswa atau 89,71 persen dari total 19.406 siswa kelas 12 telah mendaftar TKA. Untuk memperkuat kesiapan sekolah, Pemprov Maluku Utara telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 10 miliar untuk pengadaan komputer dan akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya. Intervensi tersebut ditargetkan memperluas cakupan sekolah dengan fasilitas TIK hingga 70–80 persen.
Namun, persoalan pendidikan di Maluku Utara tidak hanya berhenti pada fasilitas sekolah. Faktor geografis dan keterbatasan transportasi dinilai turut memengaruhi akses siswa terhadap layanan pendidikan, termasuk menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan masih adanya anak tidak sekolah (ATS).
“Setelah kita petakan, persoalannya bukan lagi semata-mata keterbatasan bangunan sekolah. Bentangan geografis dan akses transportasi juga menjadi tantangan besar. Karena itu, solusi transportasi dan revitalisasi sekolah harus menjadi bagian dari prioritas,” tegas Abubakar.
Untuk menekan risiko putus sekolah, Mantan Pj Sekretaris Daerah dan jajarannya tengah fokus mengoptimalkan pemanfaatan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), baik reguler, kinerja maupun afirmasi. Dukungan lainnya diberikan melalui program beasiswa seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan ADEM, disertai penguatan kapasitas tenaga pendidik serta kerja sama dengan berbagai lembaga mitra.
“Peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa diukur dalam satu atau dua hari. Ini membutuhkan pembenahan sistemik dan berkelanjutan. Dengan perbaikan tata kelola, fasilitas yang memadai, serta kolaborasi seluruh pihak, kita optimistis capaian literasi dan numerasi di Maluku Utara dapat terus meningkat,” pungkasnya. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi


![La Sul Mamusung, remaja asal Desa Lekokadai, Kecamatan Mangoli Barat, berhasil meraih Juara Motivator Putra Duta Genre Indonesia 2026 [dok : karno/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/09/Picsart_26-09-24_12-06-20-907-225x129.jpg)




