Tegang ! Progres Jalan Payahe–Dehepodo Dipertanyakan, Warga Datangi PT Intimkara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan warga Kecamatan Oba dan Oba Selatan mendatangi kantor PT Intimkara, mempertanyakan progres pembangunan ruas Jalan Payahe–Dehepodo. || Foto : Kasedata.id

Perwakilan warga Kecamatan Oba dan Oba Selatan mendatangi kantor PT Intimkara, mempertanyakan progres pembangunan ruas Jalan Payahe–Dehepodo. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id – Progres pembangunan ruas Jalan Payahe–Dehepodo kembali menjadi sorotan. Pantauan Kasedata.id di kantor PT Intimkara, Jalan Mononutu, Kelurahan Tanah Raja, Kota Ternate, Kamis (1/10/2026), menunjukkan perwakilan warga datang mempertanyakan perkembangan pekerjaan yang dinilai belum berjalan maksimal di lapangan.

Perwakilan warga, Mashud Saleh bersama warga lainnya, hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat setempat sekaligus meminta penjelasan mengenai progres pekerjaan yang disebut mandek atau belum menunjukkan perkembangan signifikan. Mereka juga mempertanyakan proyek yang disebut telah mengalami pencairan anggaran, sementara kondisi pekerjaan di lapangan masih menjadi tanda tanya bagi masyarakat.

Sekitar pukul 12.00 WIT mereka menunggu, tak lama dihampiri salah satu karyawan yang diketahui orang lapangan Budi Liem. Pertemuan antara perwakilan warga dengan salah satu karyawan perusahaan berlangsung dalam suasana tegang. Perbedaan pandangan mengenai kondisi pekerjaan di lapangan sempat memicu perdebatan dengan nada suara yang tinggi.

Perwakilan warga meminta adanya kejelasan mengenai progres fisik proyek, termasuk pekerjaan yang telah dilakukan serta tahapan penyelesaian ruas jalan tersebut. Mereka menilai masyarakat membutuhkan informasi yang terbuka mengenai perkembangan proyek yang berkaitan langsung dengan akses dan kepentingan warga.

Sementara itu, karyawan tersebut menjelaskan bahwa pekerjaan pembangunan jalan memiliki sejumlah tahapan teknis. Di antaranya proses pengambilan sampel material hingga penentuan titik pekerjaan. Pihak perusahaan juga meminta agar informasi mengenai pekerjaan yang disebut berhenti dikonfirmasi berdasarkan lokasi dan titik pekerjaan secara jelas.

Perdebatan semakin memanas ketika masing-masing pihak mempertahankan pandangannya mengenai kondisi pekerjaan. Perwakilan perusahaan meminta agar setiap persoalan disampaikan berdasarkan kondisi faktual di lapangan, sementara warga tetap mendesak adanya penjelasan mengenai progres riil proyek.

Pantauan media ini, hingga pukul 12.30 WIT, Budi Liem selaku pimpinan PT Intimkara diketahui sudah berada di kantor perusahaan. Namun, hingga waktu tersebut, Budi Liem belum keluar untuk menemui perwakilan warga yang datang mempertanyakan progres pembangunan ruas Jalan Payahe–Dehepodo.

Baca Juga :  DPRD Halsel Dorong Tambahan Anggaran 4 OPD, Ini Peruntukannya

Mashud Saleh bersama beberapa rekannya masih menunggu kesempatan untuk bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan. Mereka berharap penjelasan dapat diberikan secara terbuka, terutama menyangkut kondisi pekerjaan di lapangan dan target penyelesaian proyek.

Proyek pembangunan ruas Jalan Payahe–Dehepodo diketahui memiliki nilai kontrak sekitar Rp 14,6 miliar dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos sebelumnya meminta agar pekerjaan ruas Payahe–Dehepodo dapat diselesaikan secara bertahap pada 2026, dengan target keseluruhan pekerjaan rampung pada 2027.

Dengan adanya target tersebut, masyarakat kini menunggu kepastian progres pekerjaan di lapangan. Persoalan yang mencuat dalam pertemuan di kantor PT Intimkara diharapkan dapat segera dijelaskan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan pertanyaan berkepanjangan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini ditayangkan, perwakilan warga masih menunggu penjelasan langsung dari pimpinan PT Intimkara terkait progres pembangunan ruas Jalan Payahe–Dahepodo. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ternate Jadi Tuan Rumah TPT PERHAPI, 500 Peserta Bakal Hadir
Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa
Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat
Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak
Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah
Akademisi Dukung Langkah BKD Malut Evaluasi PPPK, Ini Alasannya
Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM di Ngade, Aparat Diminta Bertindak
SRT 1 Tak Kunjung Rampung, Wagub Maluku Utara Tagih Komitmen Kontraktor

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:16 WIT

Ternate Jadi Tuan Rumah TPT PERHAPI, 500 Peserta Bakal Hadir

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:28 WIT

Tegang ! Progres Jalan Payahe–Dehepodo Dipertanyakan, Warga Datangi PT Intimkara

Rabu, 30 September 2026 - 19:49 WIT

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIT

Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat

Rabu, 30 September 2026 - 16:09 WIT

Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak

Berita Terbaru

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:49 WIT