Kasedata.id – Kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru Kelurahan Takome hingga Sulamadaha, Kota Ternate, ditunjukkan Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Maluku Utara.
Ketua PW Fatayat NU Maluku Utara, Mardiah Z. Hanafi bersama jajaran turun langsung ke jalan, Minggu (4/10/2026), untuk membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan yang melintas di sepanjang ruas Takome–Sulamadaha.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak asap akibat kebakaran hutan, lahan dan kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terjadi sejak Sabtu (3/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebakaran yang melanda kawasan Takome kemudian merembet ke wilayah Kelurahan Sulamadaha dan kawasan sekitar Jikomalamo. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi terganggu akibat kepulan asap yang menyelimuti sejumlah titik.
Mardiah mengatakan, pembagian masker merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap, terutama warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi kebakaran.
“Kami turun langsung karena kondisi ini menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat. Masker memang sederhana, tetapi setidaknya dapat membantu warga mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar rumah,” ujar Mardiah.
Ia mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran agar meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat. Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu atau memperluas kebakaran.
“Kalau asap semakin tebal, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah. Orang tua, anak-anak dan warga yang rentan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Mardiah juga berharap penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi oleh pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Maluku Utara maupun Pemerintah Kota Ternate.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan proses pemadaman, pemantauan titik api dan penanganan dampak asap dilakukan secara maksimal. Langkah pencegahan juga penting agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kami berharap Pemprov Maluku Utara dan Pemkot Ternate bisa mengambil langkah cepat, bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan keselamatan dan kesehatan warga terdampak. Penanganan harus terkoordinasi sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.
PW Fatayat NU Maluku Utara menilai persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyentuh langsung aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Fatayat NU Malut juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membuang atau membakar sampah sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api yang berpotensi meluas.
Aksi pembagian masker tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial Fatayat NU Maluku Utara di tengah kondisi darurat asap yang dirasakan masyarakat di kawasan Takome, Sulamadaha hingga sekitar Jikomalamo. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi






