Kasedata.id – Gebyar pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara atas arahan Gubernur Sherly Tjoanda mulai menunjukkan dampak terhadap pergerakan harga cabai rawit khusunya di Kota Ternate.
Harga cabai rawit jenis rica nona yang sebelumnya sempat menembus Rp190 ribu per kilogram, kini mulai bergerak turun pada kisaran Rp130 ribu per kilogram di pasaran.
Pasar murah atas kolaborasi Disperindag dengan Bank Indonesia ini dipusatkan di dua lokasi, yakni kawasan Pasar Higienis Gamalama dan Pasar Bastiong yang menawarkan cabai dengan harga Rp110 ribu per kilogram pada Senin (2/11/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, Disperindag Malut berencana kembali menurunkan harga jual cabai menjadi Rp 90 ribu per kilogram pada Selasa besok (3/11/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disperindag Malut, M. Ronny Saleh, mengatakan penurunan harga itu merupakan bagian dari upaya pemerintah mengintervensi pasar melalui penyediaan cabai dengan harga lebih terjangkau.
“Untuk kegiatan pasar murah tadi, cabai rawit rica nona di pasar Ternate mulai berangsur turun dari 190 ribu bergerak ke 130 ribu. Upaya Pemprov melalui pasar murah dengan harga jual 110 ribu hari ini dan besok pasar murah dengan harga 90 ribu,” kata Ronny kepada kasedata.id, Senin (2/11/2026).
Ia menyebut bahwa stok cabai yang disiapkan Disperindag Malut masih tersisa sekitar satu ton lebih. Persediaan ini akan dimanfaatkan untuk melanjutkan kegiatan pasar murah selama stok masih tersedia.
“Pasar murah rica nona terus dilakukan selama stok masih tersedia. Saat ini masih tersisa kurang lebih satu ton. Besok pasar murah rica nona dengan harga lebih murah 90 ribu per kilogram,” ujarnya.
Menurut Ronny, pemerintah provinsi terus berupaya mendorong penurunan harga agar masyarakat memiliki akses terhadap komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau. Selain membantu daya beli masyarakat, intervensi itu diharapkan turut memberi tekanan terhadap harga jual di tingkat pedagang.
Ia menegaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, agar pemerintah daerah mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi.
“Sesuai arahan Gubernur Sherly Tjoanda, untuk menekan harga agar inflasi tetap terjaga,” pungkasnya. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar



![Gebyar pasar murah cabai rawit yang digelar Disperindag Provinsi Malut [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/11/IMG_20261102_214129-225x129.jpg)



