Bertahun Tahun Warga 12 Desa di Gane Hidup Tanpa Listrik

Selasa, 3 Juni 2025 - 11:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Humein Kiat.

Humein Kiat.

Kasedata.id – Anggota DPRD daerah pemilihan (Dapil) III Halmahera Selatan, Humein Kiat, menemukan fakta mengejutkan saat melaksanakan reses pada masa sidang kedua tahun 2025. Dari hasil reses itu, ia menemukan keluhan warga bahwa sedikitnya ada 12 desa di wilayah Gane hingga kini belum menikmati pasokan listrik yang memadai.

Dalam kunjungannya, Humein mencatat bahwa desa-desa yang dimaksud adalah Sawat, Kuwo, Ranga-ranga, dan Gane Luar yang berada di Kecamatan Gane Timur Selatan, serta desa Awis, Jibubu, Gane Dalam, Yamli, dan Sekli di Gane Barat Selatan.

Kemudian, Desa Kurunga, Yomen, dan Liboba Hijrah di Kecamatan Joronga juga sudah lebih dari dua dekade berdiri setelah pemekaran Halmahera Selatan, namun tak kunjung mendapatkan layanan dari PLN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, meskipun jaringan listrik dan kantor PLN telah dibangun pada tahun 2017, warga di desa-desa tersebut yang telah memasang meteran listrik justru masih menunggu kehadiran mesin pembangkit listrik dari pihak PLN Maluku-Maluku Utara.

Baca Juga :  Dewan Tak Responsif, Warga Gane Tagih Komitmen dan Desak Pemecatan

“Untuk itu, saya berharap pak Bupati mendesak pihak PLN secepatnya untuk mendatangkan mesin pembangkit listrik di Gane Luar agar bisa menjawab keluhan masyarakat di 12 desa ini,” ujar Humein, Senin (2/6/2025).

Humein menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan vital yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah. Masyarakat nelayan dan pelaku UMKM di pesisir Gane sangat membutuhkan aliran listrik untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi mereka.

“Mewakili warga setempat, saya berharap Pemda tidak tutup mata. Infrastruktur jaringan dan kantor sudah lengkap dibangun sejak 2017, tetapi dibiarkan begitu saja. Warga saat ini sangat butuh mesin pembangkit listrik. Jika ini dibiarkan terus menerus, berarti pemerintah mengabaikan hak dasar masyarakat,” singgungnya.

Humein menambahkan, masalah listrik bukan hanya tentang penerangan. Sebab, hal ini menyangkut masa depan masyarakat, termasuk pendidikan anak-anak, ekonomi rumah tangga, dan pelayanan kesehatan yang semuanya terpengaruh akibat ketidaktersediaan akses listrik.

“Tanpa listrik, bagaimana anak-anak bisa belajar dimalam hari dan bagaimana akses terhadap pelayanan publik berfungsi dengan baik di desa-desa pesisir ?. Lantas bagaimana UMKM dapat berkembang, dan bagaimana puskesmas dapat beroperasi secara optimal. Warga masih terisolasi dalam kegelapan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemprov Maluku Utara dan PLN Bersinergi Tingkatkan Elektrifikasi 

Karena itu, kata dia, negara harus hadir untuk memenuhi aspirasi rakyat. Ia mencatat bahwa dalam setiap blusukan ke konstituen di desa-desa, keluhan mengenai listrik selalu menjadi sorotan utama masyarakat pesisir.

“Ini menunjukkan adanya ketimpangan pembangunan yang mencolok. Wilayah pesisir seolah diabaikan tanpa perhatian serius. Padahal mereka adalah bagian dari Indonesia yang berhak mendapatkan pelayanan yang sama dengan daerah lainnya,” lanjut Humein.

Dengan tegas, Humein meminta agar Pemkab Halmahera Selatan dan PLN segera duduk bersama untuk mencari solusi konkret agar 12 desa tersebut bisa segera menikmati aliran listrik.

“Kebutuhan dasar seperti ini seharusnya tidak diabaikan. Saya pastikan akan mengawal dan memperjuangkan aspirasi rakyat di parlemen nanti. Sudah cukup masyarakat menunggu selama delapan tahun dalam kegelapan. Pemerintah harus hadir dengan solusi, bukan sekadar janji,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ridal Lahani

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sekda Maluku Utara Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Sekwan DPRD Termasuk
Pemprov Malut Evaluasi 15 Jabatan Plt, Dua Posisi Eselon II Segera Terisi
BI dan Pemprov Malut Perkuat Kolaborasi Dorong Ekonomi Biru dan Kendalikan Inflasi
Pemprov Malut Dorong Penguatan Ekonomi Biru untuk Optimalkan Potensi Laut
Gubernur Targetkan Maluku Utara Bebas Korupsi Lewat Sinergi APIP dan APH
Wakil Gubernur Maluku Utara Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81
DPRD Malut Ingatkan Pinjaman Pemprov Jangan Keluar dari Aturan
Wagub Malut Kenang Jasa Al Yasin Ali, Ajak Masyarakat dan ASN Panjatkan Doa

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:12 WIT

Sekda Maluku Utara Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Sekwan DPRD Termasuk

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:31 WIT

Pemprov Malut Evaluasi 15 Jabatan Plt, Dua Posisi Eselon II Segera Terisi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:57 WIT

BI dan Pemprov Malut Perkuat Kolaborasi Dorong Ekonomi Biru dan Kendalikan Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:28 WIT

Pemprov Malut Dorong Penguatan Ekonomi Biru untuk Optimalkan Potensi Laut

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:29 WIT

Gubernur Targetkan Maluku Utara Bebas Korupsi Lewat Sinergi APIP dan APH

Berita Terbaru