Peta Jalan Pemberdayaan Masyarakat Tambang di Maluku Utara

Jumat, 19 Desember 2025 - 10:24 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Aziz Hasyim

Dr. Aziz Hasyim

Kasedata.id – Dr. Aziz Hasyim memaparkan delapan aspek penting dalam penyusunan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di wilayah pertambangan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Blue Print PPM Provinsi Maluku Utara 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Penginapan Samada, Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Kamis kemarin (18/12/2025).

FGD tersebut menghadirkan Dr. Aziz Hasyim bersama Dr. Nurdin I. Muhammad sebagai narasumber.Diikuti oleh perwakilan perusahaan pertambangan dan komunitas masyarakat di wilayah Halmahera Timur.

Dr. Aziz menjelaskan FGD ini bertujuan menyusun peta jalan atau cetak biru (blue print) PPM untuk sektor pertambangan di Provinsi Maluku Utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“FGD ini dilakukan untuk menyempurnakan penyusunan Blue Print PPM Maluku Utara Tahun 2025 dengan menitikberatkan pada delapan aspek penting sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang,” ujar Aziz kepada wartawan.

Ia menguraikan, delapan aspek utama dalam Blue Print PPM meliputi pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, kelembagaan komunitas, serta infrastruktur penunjang.

Baca Juga :  Dituding Suap DPRD Ternate, Pemilik Lago Montana Tempuh Jalur Hukum

“Delapan aspek ini menjadi fondasi utama dokumen Blue Print PPM. Misalnya pada aspek pendidikan, mencakup beasiswa, pelatihan keterampilan dasar, ketersediaan tenaga pendidik, hingga sarana dan prasarana pendidikan,” jelasnya.

Sementara pada aspek kesehatan, lanjut Aziz, fokus diarahkan pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah tambang, termasuk penyediaan fasilitas kesehatan serta tenaga medis yang kompeten dan profesional.

Menurutnya, keberadaan Blue Print PPM nantinya menjadi pedoman bagi perusahaan pertambangan di Maluku Utara dalam menyusun rencana induk program PPM secara terarah dan berkelanjutan.

“Karena itu, delapan aspek ini menjadi krusial agar program PPM tidak bersifat seremonial, tetapi benar-benar berdampak bagi masyarakat lingkar tambang,” ungkapnya.

Foto bersama usai FGD

Dr. Aziz berharap penyusunan Blue Print PPM dapat segera dirampungkan dan dijadikan rujukan bersama oleh seluruh perusahaan tambang di Maluku Utara, sehingga implementasi PPM dapat berjalan lebih terintegrasi dan tepat sasaran.

Dalam diskusi tersebut, kata Aziz, berkembang berbagai gagasan strategis dari para pemangku kepentingan. Salah satunya adalah dorongan agar perusahaan tambang berkontribusi nyata di sektor kesehatan, seperti melahirkan tenaga dokter spesialis asal Halmahera Timur melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Hotmix di Pulau Makean Hampir Tuntas

Selain itu, perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) juga diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat kelembagaan komunitas, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

“Yang tak kalah penting adalah komitmen perusahaan terhadap lingkungan hidup. Dalam FGD ini, muncul keluhan dari komunitas nelayan terkait semakin jauhnya wilayah tangkap ikan akibat aktivitas pertambangan, namun belum diimbangi dengan kepedulian yang signifikan,” tegasnya.

Karena itu, Aziz menilai perlu dibentuk forum komunitas lintas perusahaan khususnya di Halmahera Timur sebagai wadah integrasi program PPM berdasarkan delapan aspek tersebut, sekaligus untuk disinergikan dengan rencana pembangunan daerah yang disusun pemerintah daerah.

“Saya kira semua sepakat, ini adalah cita-cita yang baik dan harapan yang mulia, semata-mata untuk mewujudkan kemaslahatan masyarakat Halmahera Timur serta mempercepat pembangunan yang lestari dan berkelanjutan, baik di Haltim maupun Maluku Utara pada umumnya,” pungkasnya. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

KNPI Malut Tunjuk Hamdan Halil sebagai Caretaker KNPI Halteng
Plt Kepala BPJN Malut Gerak Cepat Tinjau Sejumlah Infrastruktur
Wagub Malut Tekankan Sinergi Pelestarian Budaya dan Penanganan Infrastruktur Desa
Dorong Birokrasi Modern, Pemprov Malut Latih ASN Kuasai Artificial Intelligence
Soal HIPMI Malut, Senior Imbau Tak Lagi Berpolemik
Aliansi Mei Bergerak Demo Disperindag Ternate
Gubernur Malut Ultimatum OPD, Kinerja dan PAD 2026 Wajib Tercapai
DPD RI Serap Aspirasi Penyandang Disabilitas Ternate

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:00 WIT

KNPI Malut Tunjuk Hamdan Halil sebagai Caretaker KNPI Halteng

Senin, 4 Mei 2026 - 20:02 WIT

Wagub Malut Tekankan Sinergi Pelestarian Budaya dan Penanganan Infrastruktur Desa

Senin, 4 Mei 2026 - 19:44 WIT

Dorong Birokrasi Modern, Pemprov Malut Latih ASN Kuasai Artificial Intelligence

Senin, 4 Mei 2026 - 19:32 WIT

Soal HIPMI Malut, Senior Imbau Tak Lagi Berpolemik

Senin, 4 Mei 2026 - 16:57 WIT

Aliansi Mei Bergerak Demo Disperindag Ternate

Berita Terbaru

Ketua DPW PKB Malut, Jasri Usman [Foto : sukarsi/kasedata]

Politik

Hindari Konflik, PKB Malut Gelar UKK Calon Ketua DPC

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:15 WIT

Opini

Koperasi Merah Putih Simbol Besar Tanpa Fondasi

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:50 WIT