Tak Sekedar Jadi Jurnalis, Husen Hamid Pilih Berjuang demi Gizi Anak di Pelosok Taliabu

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalis TIMES Indonesia, Husen Hamid (Tengah) yang memilih menjadi Investor di Dapur MBG Pulau Taliabu [dok : haerun/kasedata]

Jurnalis TIMES Indonesia, Husen Hamid (Tengah) yang memilih menjadi Investor di Dapur MBG Pulau Taliabu [dok : haerun/kasedata]

Kasedata.id – Di tengah pro-kontra masih mengiringi program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan Presiden Prabowo Subianto, seorang jurnalis Maluku Utara memilih mengambil langkah berbeda. Ia tidak sekadar memberitakan, tetapi turun langsung menjadi bagian dari pelaksana program.

Ia adalah Husen Hamid, jurnalis Media Times Indonesia yang lahir dan besar di Kota Ternate. Di tengah tudingan bahwa program MBG hanya menguntungkan pengusaha besar atau kalangan partai tertentu, Husen justru menjadi investor Dapur MBG di Desa Losseng, Kecamatan Taliabu Timur Selatan, Pulau Taliabu.

Langkah itu menjadikannya satu-satunya jurnalis di Maluku Utara yang tercatat sebagai investor dalam program strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sadar program ini menuai pro-kontra. Tapi sebagai warga negara khususnya putra Maluku Utara, saya merasa perlu mengambil peran. Kalau hanya menunggu program ini sempurna tanpa ikut bergerak, kapan anak-anak bisa mendapatkan gizi layak seperti yang diharapkan Presiden?” ujarnya, Jumat (21/2/2026).

Husen menepis anggapan program MBG eksklusif untuk kalangan tertentu. Ia menegaskan tidak memiliki latar belakang sebagai pengusaha besar maupun kedekatan politik.

Baca Juga :  Mentalitas Pemain Jadi Senjata Malut United Hadapi Borneo FC

“Saya jurnalis, bukan politisi. Tapi saya punya ruang sebagai warga negara untuk terlibat. Jangan framing seolah program ini hanya untuk kalangan tertentu. Ini program untuk rakyat dan rakyat bisa berkontribusi,” tegasnya.

Investasi Sosial, Bukan Sekadar Bisnis

Bagi Husen, keputusan menanamkan modal di Dapur MBG Losseng bukan semata hitungan keuntungan finansial. Ia menyebutnya sebagai investasi sosial.

“Keuntungan tidak saya ukur dari rupiah yang kembali. Tetapi dari peningkatan gizi anak-anak, dari ibu-ibu yang punya penghasilan dan dari petani yang hasil panennya terserap,” jelasnya.

Dapur MBG Losseng nantinya akan melayani ribuan anak di Taliabu Timur Selatan. Operasionalnya menyerap tenaga kerja lokal dan memprioritaskan bahan baku dari petani serta UMKM setempat.

“Setiap porsi makanan bukan sekadar kenyang, tapi untuk harapan masa depan. Ini investasi jangka panjang untuk SDM Maluku Utara,” katanya.

Tantangan Geografis

Husen mengakui pembangunan dapur di wilayah terisolasi bukan perkara mudah. Desa Losseng tidak dapat diakses melalui jalur darat sehingga seluruh material harus dikirim lewat laut dengan risiko cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Disnakertrans Halsel Kunjungi Harita Grup, Ini yang Dibahas 

“Kadang cuaca buruk, barang tertahan berhari-hari. Semua peralatan saya datangkan langsung dari Jakarta. Biaya logistik membengkak jauh dari perhitungan awal,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menganggap hal itu sebagai konsekuensi demi memastikan anak-anak di wilayah terluar mendapat hak gizi yang sama.

“Ini harga yang harus dibayar agar mereka tidak tertinggal,” ujarnya.

Di tengah kritik terhadap pelaksanaan MBG secara nasional, Husen memilih jalur berbeda.

“Saya menghormati kritik. Tapi saya ingin menjadi bagian dari solusi. Mungkin langkah ini kecil, tapi ribuan langkah kecil bisa menjadi perubahan besar,” katanya.

Kini, setelah melalui berbagai tantangan Dapur MBG Losseng telah rampung dan siap dioperasikan dalam waktu dekat.

Bagi Husen, kebahagiaan terbesarnya sederhana yakni melihat anak-anak menikmati makanan bergizi, serta ekonomi desa yang bergerak.

“Kalau ada anak-anak makan ayam, ikan, sayur, buah setiap hari, ada relawan yang digaji, petani yang panennya dibeli, itu kebahagiaan saya. Dapur ini harus jadi berkah bagi banyak orang,” pungkasnya. (*)

Penulis : Haerun

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Paskibraka Nasional, Haikal Kadafi Jadi Inspirasi Generasi Muda Ternate
Pemkot Ternate Resmi Lepas Haikal Kadafi ke Paskibraka Nasional
Jalan Ambles di Kayu Merah, BPJN Malut Kebut Perbaikan 
Dugaan Jual Beli IUP di Haltim Kembali Mencuat, Sejumlah Pejabat Disebut
Paskibraka Kota Ternate, Satu ke Nasional, Empat ke Provinsi
Nuryadin : Seleksi Ketat Jaring 62 Anggota Paskibraka Kota Ternate 
Pemkot Ternate Umumkan 62 Anggota Paskibraka Terpilih, Ini Daftarnya
IKA PMII Malut Tegaskan Peran Strategis Alumni Lewat Sekolah Pergerakan

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:03 WIT

Paskibraka Nasional, Haikal Kadafi Jadi Inspirasi Generasi Muda Ternate

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:57 WIT

Pemkot Ternate Resmi Lepas Haikal Kadafi ke Paskibraka Nasional

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:47 WIT

Jalan Ambles di Kayu Merah, BPJN Malut Kebut Perbaikan 

Senin, 29 Juni 2026 - 16:42 WIT

Dugaan Jual Beli IUP di Haltim Kembali Mencuat, Sejumlah Pejabat Disebut

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:04 WIT

Paskibraka Kota Ternate, Satu ke Nasional, Empat ke Provinsi

Berita Terbaru

Perbaikan jalan utama di Kelurahan Kayu Merah oleh BPJN Maluku Utara [Foto : haerun/kasedata]

Daerah

Jalan Ambles di Kayu Merah, BPJN Malut Kebut Perbaikan 

Selasa, 7 Jul 2026 - 16:47 WIT

Opini

Brazil vs Norwegia

Minggu, 5 Jul 2026 - 19:38 WIT