Bupati Halsel Ungkap Strategi Hadapi Penurunan Fiskal APBD 2026

Selasa, 18 November 2025 - 18:40 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasedata.id – Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, memaparkan kebijakan umum, platform anggaran, serta prioritas program sementara tahun 2026 dalam sidang paripurna Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2026 masa sidang ke III rapat paripurna ke 42 tahun 2025 di ruang rapat paripurna DPRD Halsel, Senin (17/11/2025) malam.

Dalam sambutannya, Bupati menyebut kebijakan pendapatan tahun 2026 menghadapi tantangan berat akibat penurunan dana transfer pusat. Menurutnya penurunan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah cukup memengaruhi struktur fiskal di Halmahera Selatan.

“Dana transfer dari pemerintah pusat pada tahun 2026 mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan APBD pokok tahun 2025. Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi kita untuk menyusun anggaran secara lebih cermat dan strategis,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Total dana transfer ke daerah pada 2026 turun sebesar Rp514 miliar. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mencari solusi melalui penguatan pendapatan lokal. Optimalisasi PAD menjadi langkah penting yang akan kita dorong bersama tanpa membebani masyarakat bawah.

Baca Juga :  BAM Futsal League 2026 Siap Guncang Halmahera Selatan

Pendapatan daerah tahun 2026 ditargetkan sebesar Rp1,7 triliun lebih atau turun Rp399 miliar dari target tahun 2025. Dari jumlah tersebut, PAD ditetapkan mencapai Rp267 miliar lebih atau meningkat Rp52 miliar (24,6%). Sedangkan pendapatan transfer diproyeksikan sebesar Rp1,4 triliun, turun Rp461 miliar (24,44%) dari tahun sebelumnya.

“Adapun lain-lain pendapatan daerah naik menjadi Rp19 miliar lebih. Bupati menegaskan bahwa penurunan pendapatan tak mengurangi fokus pemerintah pada pelayanan dasar. Pendapatan yang turun tidak berarti pelayanan ikut melemah. Kita tetap menjaga stabilitas fiskal dan mengutamakan belanja yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, kebijakan belanja daerah juga menyesuaikan dengan penurunan alokasi keuangan dari pusat. Pemerintah daerah diminta lebih selektif dalam penyusunan belanja, serta diminta untuk menyusun anggaran secara lebih tajam, memangkas belanja-belanja yang tidak produktif seperti perjalanan dinas berlebihan dan pemeliharaan yang masih bisa ditunda.

“Total belanja daerah pada 2026 ditetapkan sebesar Rp1,72 triliun, turun Rp300 miliar dari total belanja 2025. Meski demikian, Bassam memastikan bahwa belanja untuk pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas. Meskipun fiskal kita menurun, pemerintah daerah tetap memastikan belanja pegawai dan operasional dasar pelayanan publik dapat terpenuhi secara optimal,” ucapnya.

Baca Juga :  Samsat Halsel Turun ke Desa, Bidik Pajak Kendaraan

Pemkab Halsel juga meningkatkan kerja sama dengan pemerintah pusat untuk mendukung program prioritas yang menyentuh masyarakat, dan terus meningkatkan sinergi dengan kementerian dan lembaga pusat untuk memperkuat program-program seperti koperasi desa, ketahanan pangan, dan infrastruktur dasar. Ini penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Selain itu, pemerintah tetap menjaga komitmen terhadap target pembangunan dalam RPJMD. Prioritas meliputi transformasi ekonomi agro-maritim, peningkatan SDM, pengentasan kemiskinan, penguatan infrastruktur kepulauan, pembangunan lingkungan hidup, serta reformasi birokrasi dan pelayanan publik,” terangnya.

Prioritas pembangunan tetap berjalan sesuai RPJMD, mulai dari transformasi ekonomi agro-maritim hingga reformasi birokrasi. Semua tetap menjadi fokus Pemda meski ruang fiskal menyempit. Pada tahun 2026, daerah juga menghadapi defisit anggaran sebesar Rp10,2 miliar. Namun hal itu bisa ditangani melalui strategi pembiayaan daerah.

“Tahun 2026 kita menghadapi defisit anggaran sebesar Rp10,2 miliar. Namun demikian, melalui pengelolaan pembiayaan yang tepat, termasuk pemanfaatan SILPA, defisit ini dapat kita tutupi,” pungkasnya. (*)

 

Penulis : Ridal Lahani

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Wakil Gubernur Maluku Utara Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81
DPRD Malut Ingatkan Pinjaman Pemprov Jangan Keluar dari Aturan
Wagub Malut Kenang Jasa Al Yasin Ali, Ajak Masyarakat dan ASN Panjatkan Doa
Gubernur Maluku Utara Salurkan Rp 1 Miliar untuk Korban Bencana NTT
HUT RI ke-81 Merah Putih 45 Meter Berkibar di Perbatasan Pasifik Halmahera Tengah
Gubernur Apresiasi Warga Serahkan 16 Senpi ke Polda Maluku Utara
Gubernur Maluku Utara Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sofifi
81 Tahun Merdeka, Gubernur Sherly Tegaskan Maluku Utara Harus Tetap Kokoh Dalam Bingkai NKRI

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:37 WIT

Wakil Gubernur Maluku Utara Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:19 WIT

DPRD Malut Ingatkan Pinjaman Pemprov Jangan Keluar dari Aturan

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:22 WIT

Wagub Malut Kenang Jasa Al Yasin Ali, Ajak Masyarakat dan ASN Panjatkan Doa

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:16 WIT

Gubernur Maluku Utara Salurkan Rp 1 Miliar untuk Korban Bencana NTT

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:39 WIT

Gubernur Apresiasi Warga Serahkan 16 Senpi ke Polda Maluku Utara

Berita Terbaru

GABDIKA Malut saat menggelar Gashuku dan Ujian Kenaikan Sabuk Perdana yang berlangsung di Pantai Tobololo Kota Ternate

Olahraga

Ujian Perdana, GABDIKA Malut Perkuat Pembinaan Karateka Muda

Senin, 17 Agu 2026 - 19:17 WIT