Desak Copot Kades, Warga Kubung Geruduk Kantor Bupati Halsel

Kamis, 24 Juli 2025 - 20:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Garda Kubung Menggugat saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Halse || Foto : Ridal_kasedata

Aliansi Garda Kubung Menggugat saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Halse || Foto : Ridal_kasedata

Kasedata.id — Puluhan pemuda dan warga Desa Kubung, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang tergabung dalam Aliansi Garda Kubung Menggugat (AGKM), menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Halsel, Kamis (15/5/2025). Aksi ini merupakan puncak kekecewaan warga atas dugaan beragam pelanggaran yang dilakukan Kepala Desa Kubung, Masbul Hi. Muhammad.

Massa aksi menuntut pemberhentian segera kepala desa dengan tuduhan penyelewengan Dana Desa (DD), penyalahgunaan wewenang, minimnya transparansi, hingga rusaknya tatanan sosial kemasyarakatan di desa.

Tiga tuntutan utama mereka sampaikan yakni copot segera Kepala Desa Kubung, penunjukan kepala desa baru untuk memulihkan tata kelola dan kondisi sosial desa, serta proses hukum transparan atas dikeluarkannya berita acara pemeriksaan oleh DPMD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator aksi Ringgo Larengsi, mengungkapkan pihaknya telah berupaya melakukan audiensi selama tiga bulan terakhir, bahkan menyurati Inspektorat dan Bupati hingga empat kali. Namun tak kunjung mendapat respons yang memadai.

Baca Juga :  Perkuat Kerja Sama Global, Sherly Tjoanda Dorong Investasi Korea Masuk Maluku Utara

“Audit khusus yang kami minta lewat BPD tak ditindaklanjuti. Surat audiensi kami tertanggal 20 Mei 2025 juga tidak diagendakan. Kami terpaksa turun ke jalan karena merasa diabaikan,” ujarnya.

Ringgo juga menyebutkan pada tahun 2023 dan 2024, tidak ada transparansi dalam pengelolaan anggaran. Warga mencoba berdiskusi dengan Kepala Desa tak pernah direspons. Ia juga menyoroti dugaan penggunaan dana zakat mal untuk upah tenaga kerja, dan hingga kini sejumlah warga belum dibayar untuk material yang mereka sediakan.

“Bahkan dalam pencairan tahap pertama tahun 2025, banyak ibu-ibu yang kerja angkat pasir belum dibayar. Alasannya, karena Kades membuat kegaduhan hingga pencairan dana tertunda,” ungkapnya.

Respon Bupati

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Kubung. Ia mengakui proses penanganan laporan berjalan lambat, namun dirinya menegaskan bahwa langkah-langkah telah ditempuh.

Baca Juga :  Pasca Dikeluhkan, Stok Cuci Darah Dipinjam dari RSUD Tobelo

“Secara pribadi saya mohon maaf. Proses ini bukan karena kesengajaan, tapi karena waktu  tidak tepat. Saya sudah panggil dinas terkait dan minta progresnya,” ujar Bassam.

Menurut Bupati, dari hasil audit awal Inspektorat memang terdapat sejumlah temuan. Namun penyelesaian harus mengikuti prosedur hukum dan administratif yang berlaku.

“ Karena itu butuh penanganan langsung di lapangan. Saya sudah instruksikan Inspektorat, DPMD, dan Asisten I untuk turun langsung memverifikasi,” tambahnya.

Bassam menyebut Kepala Desa telah mengklaim sebagian masalah sudah diselesaikan. Namun jika dalam dua hari ke depan hasil verifikasi membuktikan sebaliknya, maka Pemkab siap mengambil tindakan tegas hingga pemberhentian sementara.

“Kalau itikad baik tidak terbukti, maka sanksi pemberhentian sementara akan kami keluarkan. Insyaallah, hari Senin saya sudah menerima laporan akhir dan siap mengambil langkah konkret menyelesaikan persoalan ini,” tegas Bupati Mengahiri. (*)

Penulis : Ridal Lahani

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga
PUPR Malut Uji Teknologi Stabilisasi Tanah, Jalan Tani Tanpa Sirtu Ditargetkan Mulai 2027
Wagub Sarbin Lepas 40 Regu Gerak Jalan Indah Pelajar Meriahkan HUT ke-27 Malut
KORMI Sula Resmi Dilantik, Bidik Olahraga Masyarakat Desa
HUT ke-27 Malut Bukan Sekadar Seremoni, Dikbud Gembleng Generasi Berkarakter
Dikbud Malut Semarakkan HUT ke-27 Lewat Kirab Pesona Kie Raha Nusantara
RSUD Chasan Boesoirie Genap 24 Tahun, Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan
Sistem Merit Pemprov Malut Diuji, ASN Diminta Tuntaskan Survei INAgov

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:14 WIT

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:16 WIT

PUPR Malut Uji Teknologi Stabilisasi Tanah, Jalan Tani Tanpa Sirtu Ditargetkan Mulai 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:53 WIT

Wagub Sarbin Lepas 40 Regu Gerak Jalan Indah Pelajar Meriahkan HUT ke-27 Malut

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:52 WIT

KORMI Sula Resmi Dilantik, Bidik Olahraga Masyarakat Desa

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:26 WIT

HUT ke-27 Malut Bukan Sekadar Seremoni, Dikbud Gembleng Generasi Berkarakter

Berita Terbaru

Ternate

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga

Sabtu, 10 Okt 2026 - 20:14 WIT