Kasedata.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara sangat fokus memetakan berbagai persoalan pendidikan dari tingkat sekolah hingga cabang dinas. Pemetaan ini menjadi bagian penting dari hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan untuk menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.
Rakor yang berlangsung 23–24 September 2026 di Bela Hotel Ternate itu mempertemukan kepala SMA, SMK dan SLB, kepala cabang dinas serta pengawas pendidikan dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara.
Forum tersebut tidak hanya membahas capaian, tetapi juga mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih membutuhkan perhatian. Mulai dari mutu pendidikan, literasi dan numerasi, sarana prasarana, beasiswa hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah melalui Ketua Panitia Rakor, Hasanudin Ali, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk memetakan persoalan sekaligus mencari solusi yang dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan.
“Kita mapping apa yang menjadi masalah di sektor pendidikan, di cabang dinas, kemudian di dinas sendiri. Kita mapping, kita cari solusinya untuk kita tingkatkan mutu pendidikan,” ujar Hasanudin, kepada awak media usai penutupan Rakor, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos untuk memperkuat mutu pendidikan sekaligus mengejar peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Dalam proses pemetaan tersebut, Dikbud Malut juga mulai menyiapkan sebuah sistem bernama SASADU, singkatan dari Sinergi, Analisa, Data dan Aduan.
Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan persiapan menuju peluncuran. Aplikasi tersebut dirancang sebagai salah satu instrumen pendukung untuk membantu membaca kondisi sekolah berdasarkan data.
Pada tahap awal perencanaannya, SASADU diarahkan untuk jenjang SMA sebelum nantinya dikembangkan ke SMK dan SLB. Data sekolah nantinya akan menjadi bahan untuk melihat tingkat kerusakan, kebutuhan serta kesenjangan sarana dan prasarana.
Sistem tersebut juga dirancang dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI). Data yang masuk nantinya diharapkan dapat membantu membaca kesenjangan yang terdapat di masing-masing sekolah.
“Data itu akan dibaca oleh AI untuk melihat di mana gap di sekolah, ada kesenjangannya di mana. Sehingga sekolah itu bisa mengevaluasi dirinya,” jelas Hasanudin.
Tak hanya data sekolah, SASADU dalam konsep pengembangannya juga disiapkan untuk membuka ruang pengaduan bagi siswa maupun masyarakat.
“Siswa maupun masyarakat bisa menyampaikan aduan terkait tata kelola sekolah, lingkungan dan persoalan lainnya di aplikasi tersebut,” kata Hasanudin.
Rakor Pendidikan tersebut diharapkan menjadi pijakan awal untuk memperkuat koordinasi dan menentukan tindak lanjut atas persoalan yang telah dipetakan, sehingga perbaikan pendidikan di Maluku Utara dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata dilapangan. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi




![La Sul Mamusung, remaja asal Desa Lekokadai, Kecamatan Mangoli Barat, berhasil meraih Juara Motivator Putra Duta Genre Indonesia 2026 [dok : karno/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/09/Picsart_26-09-24_12-06-20-907-225x129.jpg)

