Disnakertrans Malut Selidiki Kematian Karyawan IWIP

Senin, 1 Juni 2026 - 16:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pengawasan K3 Disnakertrans Malut, Nirwan M. Turuy [ Foto : istimewa]

Kepala Bidang Pengawasan K3 Disnakertrans Malut, Nirwan M. Turuy [ Foto : istimewa]

Kasedata.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maluku Utara akan menginvestigasi meninggalnya seorang karyawan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Irfan Bayau. Langkah ini dilakukan menyusul keluhan pihak keluarga yang menilai penanganan medis terhadap almarhum saat sakit tidak berjalan maksimal.

Berdasarkan keterangan keluarga, Irfan mengalami gangguan kesehatan saat bekerja selama beberapa hari. Pada hari keempat, ia dibawa ke klinik perusahaan dan didiagnosis mengalami depresi amnesia. Namun, keluarga mengaku tidak mengetahui ada tindak lanjut berupa rujukan ke fasilitas kesehatan lain maupun penanganan medis lanjutan.

Karena kondisi Irfan terus memburuk, keluarga kemudian membawa pulang almarhum ke Pulau Morotai untuk mendapatkan perawatan. Hingga beberapa hari setelah meninggal dunia, keluarga mengaku belum menerima penjelasan resmi dari pihak perusahaan terkait kondisi almarhum selama menjalani perawatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Disnakertrans Malut, Nirwan M. Turuy, mengatakan pihaknya mengetahui kasus itu setelah melihat unggahan di media sosial yang memperlihatkan seorang karyawan sakit dibonceng rekannya menuju tempat kos.

Baca Juga :  PT Smart Marsindo Hadirkan Model Tambang Berbasis Sosial di Pulau Gebe

“Saya mendapatkan informasi dari postingan di media sosial. Setelah melihat unggahan itu, saya langsung menghubungi pemilik akun dan meminta nomor kontak keluarga untuk melakukan konfirmasi,” kata Nirwan kepada wartawan, Senin (1/6/2026).

Setelah berkomunikasi dengan pihak keluarga, Disnakertrans memutuskan untuk melakukan investigasi guna memastikan hak-hak almarhum dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami akan melakukan investigasi agar santunan yang menjadi hak almarhum dapat dipenuhi. Mulai dari BPJS Ketenagakerjaan, santunan kematian, hingga hak-hak lainnya,” ujarnya.

Nirwan mengatakan pihaknya dijadwalkan mendatangi perusahaan pada Selasa (2/6/2026) untuk meminta klarifikasi terkait penanganan yang diberikan kepada almarhum selama sakit.

“Besok kami akan turun ke perusahaan untuk meminta konfirmasi langsung. Sebelumnya pihak perusahaan menyampaikan bahwa almarhum sempat mendapatkan penanganan di klinik perusahaan. Namun, bagaimana tindak lanjut penanganannya setelah itu masih perlu kami dalami karena menurut keluarga tidak ada respons lebih lanjut hingga almarhum meninggal dunia,” katanya.

Keluarga almarhum Asri Bayau, mengaku kecewa dengan penanganan yang diberikan kepada Irfan saat kondisinya terus memburuk.

Baca Juga :  Volume Sampah di Halsel Capai 21 Ton Per Hari

Saat almarhum Irfan Bayau sudah tidak sadarkan diri, tidak ada rujukan ke rumah sakit sehingga keluarga memutuskan membawa pulang ke Morotai untuk dirawat secara mandiri.

“Di tempat kerja almarhum hanya dimasukkan ke klinik dan didiagnosis depresi amnesia. Saat itu kondisinya sudah tidak sadar, tetapi tidak ada rujukan ke rumah sakit. Karena itu kami berinisiatif membawa pulang ke Morotai untuk dirawat sendiri,” ujar Asri.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan dan tes laboratorium yang dilakukan keluarga, ditemukan adanya cairan di otak almarhum.

Asri berharap peristiwa yang menimpa saudaranya menjadi perhatian semua pihak agar perlindungan dan pelayanan kesehatan bagi pekerja dapat ditingkatkan.

“Almarhum sudah bekerja selama empat tahun. Namun ketika sakit, kami merasa tidak ada perhatian serius terhadap kondisi kesehatannya. Semoga ini menjadi pelajaran agar pekerja lain lebih waspada dan mendapatkan perlindungan yang lebih baik,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT IWIP belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Tabligh Akbar, Ustaz Das’ad Latif Gaungkan Pesan Damai untuk Maluku Utara
Kadikbud Malut Dorong Toleransi Sejak Dini Lewat Pembinaan Rohani Pelajar
Pemuda Desa Bajo Galang Dana Ratusan Juta Bangun Masjid
Malam Puncak HUT ke-27 Malut, Sofifi Dipadati Ribuan Warga
DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga
PUPR Malut Uji Teknologi Stabilisasi Tanah, Jalan Tani Tanpa Sirtu Ditargetkan Mulai 2027
Wagub Sarbin Lepas 40 Regu Gerak Jalan Indah Pelajar Meriahkan HUT ke-27 Malut
KORMI Sula Resmi Dilantik, Bidik Olahraga Masyarakat Desa

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:02 WIT

Tabligh Akbar, Ustaz Das’ad Latif Gaungkan Pesan Damai untuk Maluku Utara

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:06 WIT

Kadikbud Malut Dorong Toleransi Sejak Dini Lewat Pembinaan Rohani Pelajar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:59 WIT

Pemuda Desa Bajo Galang Dana Ratusan Juta Bangun Masjid

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:00 WIT

Malam Puncak HUT ke-27 Malut, Sofifi Dipadati Ribuan Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:14 WIT

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga

Berita Terbaru

Daerah

Pemuda Desa Bajo Galang Dana Ratusan Juta Bangun Masjid

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:59 WIT

Malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara, ribuan warga padati Kota Sofifi. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Malam Puncak HUT ke-27 Malut, Sofifi Dipadati Ribuan Warga

Sabtu, 10 Okt 2026 - 23:00 WIT

Ternate

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga

Sabtu, 10 Okt 2026 - 20:14 WIT