Dua Instansi Tak Hadiri Dialog Sengketa Lahan Ubo-Ubo Ternate

Kamis, 14 Agustus 2025 - 09:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Maluku Utara saat memasang sejumlah titik plang peringatan/Protes seorang warga Ubo-Ubo || Dok : kasedata.id

Polda Maluku Utara saat memasang sejumlah titik plang peringatan/Protes seorang warga Ubo-Ubo || Dok : kasedata.id

Kasedata.id — Sengketa lahan di Kelurahan Ubo-Ubo, Kayu Merah, dan Bastiong Karance kembali disuarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ternate. Mereka berinisiatif menggelar dialog publik bertajuk “Urgensi Sengketa Lahan Antara Polda dan Masyarakat: Bagaimana Jalan Keluarnya?” pada Rabu malam (13/8/2025).

Sayangnya, forum yang diharapkan ajang temu solusi itu diwarnai kekecewaan lantaran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Ternate dan Pemerintah Kota Ternate, tidak hadir.

Ketua PMII Cabang Ternate, Safria Sula, menyebut absennya kedua institusi tersebut bukan sekadar soal tidak datang, tetapi lemahnya keberpihakan kepada warga yang terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Empat narasumber kami undang yakni BPN Kota Ternate, Pemkot Ternate, akademisi hukum, dan perwakilan warga. Yang datang hanya akademisi hukum dan warga,” ungkap Safria kepada wartawan.

Baca Juga :  SRT 1 Tak Kunjung Rampung, Wagub Maluku Utara Tagih Komitmen Kontraktor

Ia menegaskan, forum tersebut bukan arena saling menyalahkan melainkan ruang akademik untuk mencari jalan keluar. Ketidakhadiran oleh pihak berwenang justru mempertebal kecurigaan publik.

“Kalau pola ini berulang, kami akan aksi demontrasi untuk menggeruduk kantor BPN dan Pemkot,” tegasnya.

Sengketa lahan itu bermula dari sertifikat Hak Pakai atas nama Polri yang diterbitkan sejak 1989. Sertifikat ini menjadi dasar klaim Polda Malut atas lahan tersebut. Sementara warga telah menetap, mengelola, dan membayar pajak atas lahan itu selama puluhan tahun.

Bagi PMII, persoalan ini bukan sekadar sengketa administratif, melainkan soal keadilan yang mendasar. Ketidakhadiran Pemkot dan BPN dianggap menghambat transparansi data kepemilikan serta berpotensi memperpanjang konflik bagi warga.

Baca Juga :  Sembilan Desa di Kepulauan Sula Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih

“Negara punya kewajiban melindungi warganya, bukan membiarkan mereka hidup dalam ketidakpastian hak atas tanah yang telah mereka diami puluhan tahun,” pungkas Safria.

Ketua LBH Ansor Kota Ternate, Zulfikran A. Bailussy, juga menyesalkan absennya Pemerintah Kota Ternate dan BPN. Ia mengingatkan kedua pihak ini memegang kunci penyelesaian.

Menurutnya, jika pemerintah serius mereka harus berani hadir di forum publik dan menjelaskan langkah konkret secara terbuka. Tanpa itu, rencana tukar guling hanya akan menjadi janji kosong yang berulang dari masa ke masa.

Baik PMII maupun LBH Ansor menegaskan, konflik agraria ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Ketidakpastian hukum yang diiringi pengabaian suara warga bisa memicu protes lebih besar. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga
PUPR Malut Uji Teknologi Stabilisasi Tanah, Jalan Tani Tanpa Sirtu Ditargetkan Mulai 2027
Wagub Sarbin Lepas 40 Regu Gerak Jalan Indah Pelajar Meriahkan HUT ke-27 Malut
KORMI Sula Resmi Dilantik, Bidik Olahraga Masyarakat Desa
HUT ke-27 Malut Bukan Sekadar Seremoni, Dikbud Gembleng Generasi Berkarakter
Dikbud Malut Semarakkan HUT ke-27 Lewat Kirab Pesona Kie Raha Nusantara
RSUD Chasan Boesoirie Genap 24 Tahun, Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan
Sistem Merit Pemprov Malut Diuji, ASN Diminta Tuntaskan Survei INAgov

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:14 WIT

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:16 WIT

PUPR Malut Uji Teknologi Stabilisasi Tanah, Jalan Tani Tanpa Sirtu Ditargetkan Mulai 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:53 WIT

Wagub Sarbin Lepas 40 Regu Gerak Jalan Indah Pelajar Meriahkan HUT ke-27 Malut

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:52 WIT

KORMI Sula Resmi Dilantik, Bidik Olahraga Masyarakat Desa

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:26 WIT

HUT ke-27 Malut Bukan Sekadar Seremoni, Dikbud Gembleng Generasi Berkarakter

Berita Terbaru

Ternate

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga

Sabtu, 10 Okt 2026 - 20:14 WIT