Gerakan Pangan Murah Digelar di Ternate

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:24 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasedata.id – Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurjaya Ibrahim menginisiasi Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Kegiatan kolaborasi antara Edifud, Bank Indonesia, dan Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara ini dipusatkan di dua lokasi, yakni Kelurahan Sasa dan Kelurahan Ubo-Ubo, Sabtu (11/7/2026).

Nurjaya mengatakan, pelaksanaan GPM merupakan respons atas kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi di Kota Ternate dalam beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mengingat kondisi ekonomi dan lonjakan harga pangan saat ini, kita perlu melakukan aksi nyata agar masyarakat kalangan kurang mampu dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar,” ujar Nurjaya saat meninjau kegiatan.

Baca Juga :  Rekomendasi BKN Tuntas, 12 Pejabat Kota Ternate Segera Dilantik

Dalam program tersebut, berbagai komoditas dijual di bawah harga pasar. Di antaranya beras SPHP seharga Rp55.000 per karung, cabai rawit Rp60.000 per kilogram, bawang merah Rp45.000 per kilogram, bawang putih Rp45.000 per kilogram, tomat Rp20.000 per kilogram, gula pasir Rp18.500 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, dan cabai keriting Rp30.000 per kilogram.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, setiap lokasi GPM menyediakan sekitar satu ton beras SPHP, 200 dus Minyakita, serta masing-masing 100 kilogram gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat.

Baca Juga :  MK Dipastikan Tolak Gugatan Sahril-Makmur, Ini Indikatornya

Nurjaya mengapresiasi sinergi yang terjalin antara berbagai pihak dalam penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, efisiensi anggaran yang dilakukan Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara menyebabkan program pasar murah pemerintah belum dapat dilaksanakan secara maksimal pada tahun ini.

Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, Nurjaya berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi para pelaku usaha dan distributor agar turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga pangan. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula
BKD Jadi Contoh, UPTD Aset Malut Kejar Penataan BMD : OPD Tak Responsif Dilaporkan ke Gubernur
Percepat Konektivitas Taliabu, Sekda Yosar Bangun Sinergi dengan BPJN Malut
Cegah Persoalan Hukum, Bupati Sula Teken MoU dengan Jaksa
Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo
Abdul Karim Ambil Kendali Biro Kesra Malut, SOP Bantuan hingga Dana Hibah Dibenahi
Beredar BBM Oplosan di Ternate, Polisi Selidiki Pemasok Pertalite
Penertiban Aset Pemprov Malut Dikebut, 64 Kendaraan Dinas Berhasil Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:30 WIT

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 November 2026 - 13:32 WIT

BKD Jadi Contoh, UPTD Aset Malut Kejar Penataan BMD : OPD Tak Responsif Dilaporkan ke Gubernur

Selasa, 3 November 2026 - 10:41 WIT

Percepat Konektivitas Taliabu, Sekda Yosar Bangun Sinergi dengan BPJN Malut

Senin, 2 November 2026 - 20:02 WIT

Cegah Persoalan Hukum, Bupati Sula Teken MoU dengan Jaksa

Senin, 2 November 2026 - 19:40 WIT

Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo

Berita Terbaru

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Sula, H. Syamsudin Ode Maniwi [dok : karno/kasedata]

Sula

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:30 WIT