Indeks Ketimpangan Gender di Ternate Turun

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasedata.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ternate mencatat Indeks Ketimpangan Gender (IKG) pada 2025 mengalami penurunan menjadi 0,301 atau turun 0,137 poin.

Data dirilis BPS Kota Ternate pada Mei 2026 menunjukkan penurunan IKG tahun ini berbanding terbalik dengan kondisi 2024 yang mengalami peningkatan.

Dalam lima tahun terakhir, IKG Kota Ternate mengalami penurunan pada 2020–2022, kemudian meningkat pada 2023–2024, sebelum kembali menurun pada 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BPS menjelaskan, penurunan IKG pada 2025 dipengaruhi oleh perbaikan indikator pada dimensi kesehatan reproduksi dan dimensi pemberdayaan perempuan.

Pada dimensi kesehatan reproduksi, proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan (MTF) turun dari 0,151 pada 2024 menjadi 0,022 pada 2025. Sementara itu, proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan pertama kali di usia di bawah 20 tahun (MHPK20) juga menurun dari 0,211 menjadi 0,204.

Baca Juga :  Refleksi Bupati Sula di Momentum Hari Bhayangkara 

“Penurunan ini menunjukkan akses layanan kesehatan reproduksi semakin baik sehingga mampu meminimalkan risiko kesehatan ibu dan anak,” demikian keterangan BPS lewat siaran pers.

Selain itu, pada dimensi pemberdayaan, persentase perempuan berusia 25 tahun ke atas yang memiliki pendidikan minimal SMA meningkat dari 64,48 persen pada 2024 menjadi 65,97 persen pada 2025.

BPS juga mencatat keterwakilan perempuan di lembaga legislatif mencapai 23,33 persen pada 2025. Angka itu lebih tinggi dibandingkan periode 2020–2023 yang berada di kisaran 20 persen.

Baca Juga :  Mengenal Sejarah Sepak Bola Lewat Jambore Nasional, IM Ternate Siap Jadi Tuan Rumah

“Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan dan pengisian jabatan publik,” tulis BPS.

Meski demikian, kesenjangan masih terlihat pada dimensi pasar tenaga kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki meningkat 3,71 poin menjadi 79,19 persen pada 2025. Sebaliknya, TPAK perempuan turun 3,13 poin dari 51,59 persen pada 2024 menjadi 48,46 persen.

Menurut BPS, penurunan partisipasi kerja perempuan dipengaruhi perlambatan sektor perkebunan yang selama ini banyak menyerap tenaga kerja perempuan, terutama sebagai pekerja keluarga.

Kondisi itu menunjukkan bahwa meskipun ketimpangan gender di Kota Ternate terus membaik, pemerataan kesetaraan gender masih menjadi tantangan dalam aspek ketenagakerjaan. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Korban Tabrakan Longboat di Taliabu Ditemukan Meninggal
Dua Kali Mangkir, Kepsek SDN 84 Halsel Penuhi Panggilan Polisi
500 BSPS Menanti, Disperkimtan Ternate Butuh Kerjasama Camat-Lurah
BPJN Malut Rampungkan Jembatan Ake Oba, Akses Warga Kembali Dibuka
Sinergi Muslimat NU dan Fatayat NU Maluku Utara Kian Kokoh, Soliditas Organisasi Diperkuat
Ritual Sigofi Ake Sambut HUT Kemerdekaan di Ternate
Pemkab Sula Ajukan Rancangan KUA-PPAS APBD 2027
Wabup Sula Hadiri Penutupan Karya Bhakti TNI 

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:23 WIT

Korban Tabrakan Longboat di Taliabu Ditemukan Meninggal

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:33 WIT

Dua Kali Mangkir, Kepsek SDN 84 Halsel Penuhi Panggilan Polisi

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:12 WIT

500 BSPS Menanti, Disperkimtan Ternate Butuh Kerjasama Camat-Lurah

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:10 WIT

BPJN Malut Rampungkan Jembatan Ake Oba, Akses Warga Kembali Dibuka

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:27 WIT

Sinergi Muslimat NU dan Fatayat NU Maluku Utara Kian Kokoh, Soliditas Organisasi Diperkuat

Berita Terbaru

Daerah

Korban Tabrakan Longboat di Taliabu Ditemukan Meninggal

Selasa, 4 Agu 2026 - 11:23 WIT