Kasedata.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ternate mencatat Indeks Ketimpangan Gender (IKG) pada 2025 mengalami penurunan menjadi 0,301 atau turun 0,137 poin.
Data dirilis BPS Kota Ternate pada Mei 2026 menunjukkan penurunan IKG tahun ini berbanding terbalik dengan kondisi 2024 yang mengalami peningkatan.
Dalam lima tahun terakhir, IKG Kota Ternate mengalami penurunan pada 2020–2022, kemudian meningkat pada 2023–2024, sebelum kembali menurun pada 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BPS menjelaskan, penurunan IKG pada 2025 dipengaruhi oleh perbaikan indikator pada dimensi kesehatan reproduksi dan dimensi pemberdayaan perempuan.
Pada dimensi kesehatan reproduksi, proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan (MTF) turun dari 0,151 pada 2024 menjadi 0,022 pada 2025. Sementara itu, proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan pertama kali di usia di bawah 20 tahun (MHPK20) juga menurun dari 0,211 menjadi 0,204.
“Penurunan ini menunjukkan akses layanan kesehatan reproduksi semakin baik sehingga mampu meminimalkan risiko kesehatan ibu dan anak,” demikian keterangan BPS lewat siaran pers.
Selain itu, pada dimensi pemberdayaan, persentase perempuan berusia 25 tahun ke atas yang memiliki pendidikan minimal SMA meningkat dari 64,48 persen pada 2024 menjadi 65,97 persen pada 2025.
BPS juga mencatat keterwakilan perempuan di lembaga legislatif mencapai 23,33 persen pada 2025. Angka itu lebih tinggi dibandingkan periode 2020–2023 yang berada di kisaran 20 persen.
“Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan dan pengisian jabatan publik,” tulis BPS.
Meski demikian, kesenjangan masih terlihat pada dimensi pasar tenaga kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki meningkat 3,71 poin menjadi 79,19 persen pada 2025. Sebaliknya, TPAK perempuan turun 3,13 poin dari 51,59 persen pada 2024 menjadi 48,46 persen.
Menurut BPS, penurunan partisipasi kerja perempuan dipengaruhi perlambatan sektor perkebunan yang selama ini banyak menyerap tenaga kerja perempuan, terutama sebagai pekerja keluarga.
Kondisi itu menunjukkan bahwa meskipun ketimpangan gender di Kota Ternate terus membaik, pemerataan kesetaraan gender masih menjadi tantangan dalam aspek ketenagakerjaan. (*)
Penulis : Sukarsi Muhdar
Editor : Sandin Ar



![Salah satu PNS lulusan 2025, saat menerima SK 100 persen dari Bupati Kepulauan Sula [Foto : karno/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260531_204734-225x129.jpg)




