Kades Busua Terancam diberhentikan Permanen Gegara Kasus VCS

Selasa, 29 Juli 2025 - 03:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kabupaten Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, berdialog dengan mahasiswa IPMB yang menuntut pemberhentian Kades Busua dari jabatannya. || foto : kasedata.id

Bupati Kabupaten Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, berdialog dengan mahasiswa IPMB yang menuntut pemberhentian Kades Busua dari jabatannya. || foto : kasedata.id

Kasedata.id Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Hasan Ali Bassam Kasuba menegaskan akan menindaklanjuti dugaan keterlibatan Kepala Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, dalam kasus amoral video call seks (VCS).

Tak hanya itu, Bupati juga meminta kepada Inspektorat Halsel agar melakukan audit laporan keuangan dana desa tahun 2023-2024.

“Jika terbukti penyalahgunaan Dana Desa, Kepala Desa akan diberhentikan sementara. Untuk kasus VCS, jika terbukti, pemberhentian akan bersifat permanen,” kata Bupati Bassam Kasuba, ketika menemui masa aksi yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Busua (IPMB) di halaman Kantor Bupati, Senin (28/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bassam bilang, pihaknya memberikan jaminan bahwa pemerintah tidak akan menutup mata terhadap pelanggaran yang merusak kepercayaan publik.

Baca Juga :  Nasab Foundation Bagikan 1.000 Paket Sembako Ramadan, Perkuat Kepedulian Sosial

“Kami memastikan akan menindaklanjuti semua dugaan pelanggaran Kepala Desa Busua secara serius,” tegasnya.

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Halmahera Selatan itu juga telah mengintruksikan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Inspektorat agar memanggil dan memeriksa Kades secara menyeluruh.

“Aspirasi telah kami dengar dan terima. Kami akan tindaklanjuti itu, dan kami berharap kepada masyarakat untuk mengawal proses hukum dan administrasi ini,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Umum IPMB Muhammad Zidan mengaku menyambut baik komitmen Pemkab Halsel untuk menuntaskan sederet masalah yang dilakukan oknum Kades.

“Tetapi kami juga mau sampaikan bahwa, IPMB secara kelembagaan akan terus mengawal kasus ini sampai ada tindakan konkret dan transparan,” sebut Zidan.

Masyarakat Busua, kata dia, menilai Pemkab Halsel sengaja mendiami sejumlah masalah yang secara nyata telah beredar luas di publik.

Baca Juga :  Gerakan Sigofi Gam Bakal Warnai HUT PGRI Ternate

“Dugaan skandal VCS yang melibatkan Kepala Desa Busua telah beredar luas di media sosial. Ini tentu memicu kecaman dari berbagai kalangan. Peristiwa ini tidak hanya dianggap merusak moral, tetapi juga mencerminkan kegagalan kepemimpinan dan lemahnya pengawasan terhadap aparat desa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menyayangkan sikap Dinas PMD dan Inspektorat yang dianggap abai dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan.

“Perbuatan Kades yang mempertontonkan kelakuan bejat lewat VCS mestinya cepat ditanggapi Kadis DPMD. Begitu juga Inspektorat, laporan kami sudah sampaikan tetapi ini tidak pernah digubris. Desa Busua tidak pantas dipimpin oleh orang yang mengkhianati amanah, merusak keuangan negara, dan mempermalukan institusi pemerintah desa,” tutup Zidan, sembari menyerukan pencopotan segera Andi Haerudin. (*)

Penulis : Ridal Lahani

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Gerak Cepat Pemerintah, Bantuan dan Tim Gabungan Dikirim ke Batang Dua
Pemprov Malut Pastikan Situasi Terkendali Pasca Gempa dan Bantuan Mulai Disalurkan
Peringatan Tsunami Dicabut, Malut Mulai Tenang Usai Gempa 7,6 Magnitudo
DPRD Halsel Kritisi Lambannya Pelabuhan Semut di Tuwokona
Komisi IV DPRD Malut Soroti Kerusakan Kelas dan Sertifikasi Guru
Ketum KONI Ternate Pantau Latihan Atlet Porprov
Mudik Bersubsidi 2026 Tuntas, 12 Ribu Lebih Warga Malut Terlayani Aman dan Terjangkau
Pemkab Halsel Perkuat Displin dan Kinerja ASN

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 17:12 WIT

Gerak Cepat Pemerintah, Bantuan dan Tim Gabungan Dikirim ke Batang Dua

Kamis, 2 April 2026 - 14:39 WIT

Pemprov Malut Pastikan Situasi Terkendali Pasca Gempa dan Bantuan Mulai Disalurkan

Kamis, 2 April 2026 - 11:24 WIT

Peringatan Tsunami Dicabut, Malut Mulai Tenang Usai Gempa 7,6 Magnitudo

Rabu, 1 April 2026 - 17:41 WIT

DPRD Halsel Kritisi Lambannya Pelabuhan Semut di Tuwokona

Rabu, 1 April 2026 - 17:11 WIT

Komisi IV DPRD Malut Soroti Kerusakan Kelas dan Sertifikasi Guru

Berita Terbaru