Maluku Utara Resmi Miliki Layanan Operasi Jantung Mandiri

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda meresmikan Gedung Jantung Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Chasan Boesoirie. || dok : Kasedata

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda meresmikan Gedung Jantung Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Chasan Boesoirie. || dok : Kasedata

Kasedata.id Layanan kesehatan di Provinsi Maluku Utara memasuki babak baru. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, meresmikan Gedung Jantung Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Chasan Boesoirie, Jumat (28/8/2026).

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah penting bagi Maluku Utara dalam memperkuat pelayanan kardiovaskular. Gedung Jantung Terpadu kini disiapkan untuk mendukung layanan operasi jantung secara mandiri bagi masyarakat Maluku Utara.

Peresmian tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Multipartit Pengampuan Jejaring Wilayah Provinsi Maluku Utara. Kerja sama ini melibatkan sejumlah rumah sakit pengampu nasional, yakni RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie, serta 10 direktur RSUD kabupaten/kota se-Maluku Utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara tersebut turut dihadiri Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, dan Sekretaris Daerah Maluku Utara Samsuddin A. Kadir.

Dari jajaran medis nasional hadir Direktur Utama RSJPD Harapan Kita dr. Iwan Dakota, Direktur Layanan Operasional RSCM dr. Astuti Giantini, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Dr. Soetomo dr. Mouli Edward, Ketua Komisi IV DPRD Maluku Utara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Kepala BPJS Kesehatan, serta 10 direktur RSUD kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly Tjoanda menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kesehatan, RSJPD Harapan Kita, serta seluruh rumah sakit pengampu nasional yang ikut mempercepat terwujudnya layanan jantung mandiri di Maluku Utara.

Sherly juga mengenang proses awal koordinasi percepatan pembangunan fasilitas tersebut bersama dr. Iwan Dakota.

“ Saat awal saya dilantik, dr. Iwan dan Kemendagri sangat fokus memastikan bangunan ini cepat selesai karena alat medisnya sudah siap. Hari ini kita bersyukur impian itu terwujud di tahun 2026. Alat sudah terinstal serta dokter dan perawat telah dilatih. Kami menargetkan operasi jantung terbuka pertama dapat dilaksanakan pada Desember mendatang,” ujar Sherly.

Baca Juga :  GP Ansor Malut Apresiasi Program Sekolah Gratis Sherly - Sarbin

Dengan beroperasinya Gedung Jantung Terpadu tersebut, Maluku Utara kini memiliki dua pusat penanganan jantung. Fasilitas ini melengkapi layanan serupa yang sebelumnya telah tersedia di Kabupaten Halmahera Utara.

Gubernur juga meminta pendampingan berkelanjutan dari Ketua Tim Pengampu Jejaring Kardiovaskular Nasional, dr. Hananto Andriantoro. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi bagian dari rencana besar pengembangan RSUD Sofifi sebagai pusat rehabilitasi kanker, paru, ginjal, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA).

Sherly menegaskan, kehadiran negara sangat penting untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan mendapatkan akses layanan kesehatan yang setara.

“Satu jam bagi warga yang terkena serangan jantung adalah waktu krusial yang menentukan hidup dan mati. Jarak kepulauan tidak bisa kita dekatkan, tetapi dengan sistem penanganan yang tepat, kitalah yang harus mendatangi masyarakat,” tegasnya.

Meski mengapresiasi transformasi RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie yang berkembang pesat dalam 1,5 tahun terakhir, Sherly mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan di 10 kabupaten/kota.

Persoalan seperti keterlambatan penanganan pasien, kekosongan stok obat, hingga kerusakan alat medis, menurutnya, harus segera dituntaskan melalui sistem pelayanan yang cepat, tepat, berkapasitas, dan efisien.

Sherly juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas dukungan pembangunan tiga rumah sakit dengan fasilitas Therapeutic Hypothermia Treatment Center (THTC) di Kepulauan Sula, Pulau Taliabu, dan Halmahera Timur pada tahun sebelumnya.

Fasilitas tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem ketahanan kesehatan terpadu di Maluku Utara.

Baca Juga :  Akelamo Jaya dan Harapan Baru : Kisah Pembebasan Lahan Warga Kawasi

Sementara itu, Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, dr. Iwan Dakota, menjelaskan urgensi penguatan layanan jantung di daerah. Berdasarkan data nasional, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

“Dari total anggaran BPJS Kesehatan tahun 2025 yang mencapai Rp50 triliun, sebesar Rp17,8 triliun terserap khusus untuk penanganan penyakit jantung. Atas dasar angka tersebut, efisiensi pelayanan penyakit jantung di daerah mutlak ditingkatkan,” jelas dr. Iwan.

Menurut Iwan, program pemberdayaan rumah sakit daerah sebenarnya telah dirintis sejak sekitar 20 tahun lalu. Namun, dukungan penuh baru semakin kuat dalam lima tahun terakhir.

Ia menegaskan, keberhasilan pengembangan layanan jantung di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie baru dapat dinilai tuntas ketika rumah sakit tersebut mampu melaksanakan bedah jantung terbuka secara mandiri.

Ke depan, pengembangan layanan kesehatan akan diperluas ke 10 kabupaten/kota, termasuk RSUD Sofifi. Tim pengampu untuk spesialisasi kanker atau onkologi dan saluran kemih atau urologi juga akan segera dikirim.

Pemenuhan fasilitas dan peralatan medis ditargetkan rampung secara bertahap pada 2027 hingga 2028.

“Target kami pada tahun 2030, masyarakat Maluku Utara tidak perlu lagi dikirim atau dirujuk ke Surabaya. Cukup tim pengampu nasional yang datang ke sini,” tambah dr. Iwan.

Untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan di daerah, dr. Iwan juga mendorong keterlibatan aktif putra-putri Maluku Utara untuk dididik menjadi tenaga kesehatan spesialis.

Menurutnya, biaya pendidikan dan pelatihan tersebut akan didukung pemerintah melalui Kementerian Keuangan dengan tambahan dukungan pendanaan dari Danantara. Setelah menyelesaikan pendidikan, para tenaga kesehatan tersebut diharapkan kembali ke daerah untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan di kabupaten/kota masing-masing. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Lahkumham PKB Sula Bantah Pemanggilan DPRD Wajib Izin Gubernur
Maulid Nabi, Bupati Sula Ajak Warga Perkuat Kepedulian
Perkara Dana Desa, PTUN Ambon Tolak Gugatan Mantan Kades Pohea
Gubernur Malut Buka Rakernas JKPI XII, Dorong Budaya Jadi Penggerak Ekonomi
Wawali Yogyakarta Puji Kekayaan Rempah Ternate
Gubernur Sherly Puji Kepedulian Bhayangkari Sediakan Air Bersih dan MCK
Gubernur Maluku Utara Dorong CSR Harita Nickel Naik Kelas
Akademisi Apresiasi Pencopotan Kepsek di Halsel

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:49 WIT

Lahkumham PKB Sula Bantah Pemanggilan DPRD Wajib Izin Gubernur

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:04 WIT

Maulid Nabi, Bupati Sula Ajak Warga Perkuat Kepedulian

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:51 WIT

Perkara Dana Desa, PTUN Ambon Tolak Gugatan Mantan Kades Pohea

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:09 WIT

Maluku Utara Resmi Miliki Layanan Operasi Jantung Mandiri

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:00 WIT

Gubernur Malut Buka Rakernas JKPI XII, Dorong Budaya Jadi Penggerak Ekonomi

Berita Terbaru

Daerah

Maulid Nabi, Bupati Sula Ajak Warga Perkuat Kepedulian

Jumat, 28 Agu 2026 - 22:04 WIT

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda meresmikan Gedung Jantung Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Chasan Boesoirie. || dok : Kasedata

Daerah

Maluku Utara Resmi Miliki Layanan Operasi Jantung Mandiri

Jumat, 28 Agu 2026 - 20:09 WIT