Perkara Dana Desa, PTUN Ambon Tolak Gugatan Mantan Kades Pohea

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasedata.id — Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon menyatakan gugatan mantan Kepala Desa (Kades) Pohea, Rudi Duwila, tidak dapat diterima dalam perkara terkait tindakan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula yang melaporkan hasil pemeriksaan pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Pohea ke Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula.

Putusan itu dibacakan pada Kamis (27/8/2026) dalam perkara Nomor 5/G/TF/2026/PTUN.ABN. Majelis hakim menerima eksepsi pihak tergugat mengenai kewenangan absolut pengadilan.

Perkara itu diajukan Rudi Duwila melalui kuasa hukumnya, Dr. Al Walid Muhammad, Fadly Abd Rahman, dan Irfan Umanailo, melawan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perkara tersebut, Inspektorat Kepulauan Sula memberikan kuasa kepada Jaksa Pengacara Negara pada Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula, yang diwakili Jalanymbowo Daeli dan Akwila Arif Athallah.

Persidangan perkara ini telah berlangsung sejak April 2026. Para pihak melewati sejumlah tahapan persidangan mulai dari penyampaian gugatan, eksepsi dan jawaban tergugat, replik, duplik, pembuktian hingga penyampaian kesimpulan.

Baca Juga :  MK Dipastikan Tolak Gugatan Sahril-Makmur, Ini Indikatornya

Adapun objek gugatan berkaitan dengan tindakan pemerintahan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula berupa pelaporan hasil pemeriksaan pengelolaan DD dan ADD Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, tahun anggaran 2021 kepada Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula.

Gugatan juga menyangkut tindakan pelaporan hasil pemeriksaan pengelolaan DD dan ADD Desa Pohea tahun anggaran 2022. Pelaporan itu dilakukan berdasarkan surat Plt. Inspektur Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula Nomor 700/126.1/ITDA-KS/IX/2024, perihal surat pengantar tertanggal 13 September 2024.

Dalam gugatannya, Rudi meminta agar tindakan Inspektorat tersebut dinyatakan sebagai perbuatan melawan hukum serta bertentangan dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB).

Majelis hakim diketuai Elwis Pardamean Sitio bersama hakim anggota Khairil Amar,  dan Maureent E. Leonard dalam amar putusannya menerima eksepsi tergugat mengenai kompetensi absolut pengadilan.

Majelis kemudian menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima serta membebankan biaya perkara kepada negara sebesar Rp150.000.

Baca Juga :  Dinilai Tak Layak, Reagen-Rio Ditolak Maju HIPMI Malut

Dalam pertimbangannya, majelis hakim sependapat dengan argumentasi Tim Jaksa Pengacara Negara terkait kewenangan PTUN Ambon untuk mengadili perkara tersebut.

Selain persoalan kompetensi absolut, majelis juga menilai tindakan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula dalam melaporkan hasil pemeriksaan telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2020 tentang Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa.

Ketentuan tersebut pada prinsipnya mengatur kewajiban aparat pengawasan untuk melaporkan dugaan atau indikasi tindak pidana korupsi yang ditemukan dalam pemeriksaan pengelolaan keuangan desa.

Dengan demikian, tindakan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula yang menjadi objek gugatan dinilai tidak dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum maupun bertentangan dengan AAUPB.

Putusan tersebut sekaligus membuat gugatan yang diajukan mantan Kepala Desa Pohea tidak dapat diterima oleh PTUN Ambon. (*)

Penulis : Karno Pora

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Tabligh Akbar, Ustaz Das’ad Latif Gaungkan Pesan Damai untuk Maluku Utara
Kadikbud Malut Dorong Toleransi Sejak Dini Lewat Pembinaan Rohani Pelajar
Pemuda Desa Bajo Galang Dana Ratusan Juta Bangun Masjid
Malam Puncak HUT ke-27 Malut, Sofifi Dipadati Ribuan Warga
DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga
PUPR Malut Uji Teknologi Stabilisasi Tanah, Jalan Tani Tanpa Sirtu Ditargetkan Mulai 2027
Wagub Sarbin Lepas 40 Regu Gerak Jalan Indah Pelajar Meriahkan HUT ke-27 Malut
KORMI Sula Resmi Dilantik, Bidik Olahraga Masyarakat Desa

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:02 WIT

Tabligh Akbar, Ustaz Das’ad Latif Gaungkan Pesan Damai untuk Maluku Utara

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:06 WIT

Kadikbud Malut Dorong Toleransi Sejak Dini Lewat Pembinaan Rohani Pelajar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:59 WIT

Pemuda Desa Bajo Galang Dana Ratusan Juta Bangun Masjid

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:00 WIT

Malam Puncak HUT ke-27 Malut, Sofifi Dipadati Ribuan Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:14 WIT

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga

Berita Terbaru

Daerah

Pemuda Desa Bajo Galang Dana Ratusan Juta Bangun Masjid

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:59 WIT

Malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara, ribuan warga padati Kota Sofifi. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Malam Puncak HUT ke-27 Malut, Sofifi Dipadati Ribuan Warga

Sabtu, 10 Okt 2026 - 23:00 WIT

Ternate

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga

Sabtu, 10 Okt 2026 - 20:14 WIT