Mencetak Pelatih Profesional di Lumbung Sepak Bola Maluku Utara

Jumat, 16 Mei 2025 - 09:24 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Instruktur sekaligus coach educator PSSI pusat, Iwan Setiawan, saat memaparkan materi kepada peserta lisensi C/Dirtek Asprov PSSI Malut, Safrudin A Rasyid || Dok : kasedata.id

Instruktur sekaligus coach educator PSSI pusat, Iwan Setiawan, saat memaparkan materi kepada peserta lisensi C/Dirtek Asprov PSSI Malut, Safrudin A Rasyid || Dok : kasedata.id

Kasedata.id – Semangat membara terlihat di wajah 20 peserta kursus lisensi C yang digelar Asprov PSSI Maluku Utara. Mereka datang bukan sekadar untuk belajar, tetapi menjadi bagian dari upaya menguatkan lumbung sepak bola Maluku Utara. Kursus ini berlangsung selama dua minggu di Asrama Haji Kelurahan Ngade, Kota Ternate, sebagai langkah awal mereka menjadi pelatih profesional.

Iwan Setiawan dan Selfianus Jakob Djude Riwoe/coachbYopie, instruktur sekaligus coach educator PSSI didatangkan dalam kursus ini. Iwan menekankan pentingnya profesionalisme dan perencanaan matang dalam membina para pemain muda.

“Kursus lisensi C ini merupakan implementasi dari kurikulum sepak bola Filanesia. Minggu pertama, kami mengulang dasar-dasar dari lisensi D yang fokus pada pengembangan pemain muda U10 hingga U17. Minggu kedua, baru masuk ke materi lisensi C, di mana pelatih harus memiliki program harian dengan struktur latihan yang jelas,” jelas Iwan kepada kasedata.id, Jumat (16/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa pada tingkat U10 hingga U13, pelatih diperkenalkan pada konsep pengantar skill, komponen skill, dan game. Sementara di U13 hingga U17, fokusnya bergeser ke struktur latihan lebih kompleks seperti P1, P2, P3, dan game, yang dirancang untuk mempersiapkan pemain muda menjadi atlet profesional.

Baca Juga :  Bangkit atau Tersisih, Malut United di Persimpangan Musim

Menurut Iwan Setiawan, dalam memahami coaching process adalah kunci bagi setiap pelatih yang ingin berkembang.

“Coaching process adalah sirkulasi kehidupan seorang pelatih. Ini meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi,” katanya.

“Kami melihat antusias luar biasa dari para peserta khususnya dari Ternate. Mereka sangat responsif terhadap materi yang diberikan,” tambah eks pelatih Persibom Bolaang Mongondow ini.

Namun, Iwan juga menggarisbawahi satu tantangan besar yang dihadapi hampir di seluruh Indonesia. Dimana butuh kesinambungan pengembangan setelah kursus.

“Banyak pelatih yang berhenti belajar begitu lisensinya selesai. Padahal menjadi pelatih yang benar-benar profesional, mereka harus terus mencari referensi lain dan terus memperdalam ilmu mereka. Karena lewat kursus ini hanyalah awal dari perjalanan panjang mereka sebagai pelatih,” tegasnya.

Baca Juga :  Libas Tuan Rumah, Basket Putri Kota Ternate Raih Emas 

Direktur Teknik Asprov PSSI Maluku Utara, Safrudin A. Rasyid, selaku pihak penyelenggara turut menambahkan bahwa program tersebut sebagai bentuk penguatan kapasitas pelatih secara berkelanjutan.

“Program ini adalah salah satu upaya kami untuk meningkatkan SDM kepelatihan di Maluku Utara. Kami berharap para pelatih ini bisa terus berkembang dan berkontribusi lebih besar pada sepak bola di daerah,” ujarnya.

Peserta lisensi C saat mendapatkan materi di lapangan dan dalam ruangan || Dok : kasedata.id

Safrudin mengaku kursus lisensi C ini melibatkan 20 peserta, 17 di antaranya berasal dari Maluku Utara. 2 dari Sulawesi Utara, dan 1 dari Kota Sorong. Sejumlah materi yang didapatkan dalam kursus ini, baik di dalam ruangan maupun praktek langsung ke lapangan.

Para peserta dibimbing oleh dua instruktur berpengalaman, Iwan Setiawan dan Selfianus Jakob Djude Riwoe, yang berkomitmen untuk membentuk pelatih-pelatih profesional yang siap mencetak generasi pemain berbakat khususnya di Maluku Utara.

“Harapan kami, begitu selesai dari program ini para peserta terus memperkaya wawasan mereka sehingga dapat berkontribusi secara nyata memajukan sepak bola di Maluku Utara, ” pungkasnya. (*)

 

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Rektor Unkhair Pimpin FOPI Malut, Petanque Harus Naik Kelas
Ketua Perbasi Malut Bidik Generasi Baru Pebasket Hebat Lewat Gubernur Cup II 2026
Raker PELTI Malut Resmi Digelar, Prestasi Atlet Jadi Perhatian
PELTI Malut Gelar Raker, Bidik Prestasi Tenis Nasional
SK Pembekuan FORKI Halut Dipertanyakan, Siapkan Somasi
Ujian Perdana, GABDIKA Malut Perkuat Pembinaan Karateka Muda
Pemkot Ternate Beri Bonus Atlet Juara Porprov Maluku Utara
Ganti Nama Java United FC, Malut United Tutup Babak di Maluku Utara dan Buka Era Baru di Semarang

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 18:30 WIT

Rektor Unkhair Pimpin FOPI Malut, Petanque Harus Naik Kelas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:59 WIT

Ketua Perbasi Malut Bidik Generasi Baru Pebasket Hebat Lewat Gubernur Cup II 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:36 WIT

Raker PELTI Malut Resmi Digelar, Prestasi Atlet Jadi Perhatian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:43 WIT

PELTI Malut Gelar Raker, Bidik Prestasi Tenis Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:37 WIT

SK Pembekuan FORKI Halut Dipertanyakan, Siapkan Somasi

Berita Terbaru

Pendidikan

Dikawal RSIJ Grup, UMMU Percepat Buka Fakultas Kedokteran

Sabtu, 5 Sep 2026 - 11:03 WIT