Kasedata.id – Ruko lantai dua di Pasar Bastiong Kota Ternate, mengalami kondisi “mati suri”. Sejak lama, area ini hanya dihuni sebagian kecil pedagang pakian. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisprindag) dianggap gagal dalam mengelola pasar Bastiong lantai dua yang berdampak kepada pedagang .
Pantauan media ini pada Kamis (10/7/2025), menunjukan sebagian besar ruko terlihat kosong, gelap, dan tidak terawat dalam kondisi sangat memprihatinkan. Masih ada beberapa pedagang pakaian yang bertahan di lantai dua. Para pedagang di area ini, bahkan mengeluhkan sepi pembeli yang berdampak langsung pada penghasilan harian mereka.
“Kami ini susah cari pendapatan. Sudah empat hari tidak ada pembeli naik kesini (lantai dua) “ ungkap salah satu pedagang pakaian kepada kasedata.id.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski aktivitas jual beli nyaris tak berjalan, para pedagang tetap dibebani kewajiban membayar retribusi pasar. Menurut pedagang, mereka dikenakan biaya retribusi sebesar Rp500 ribu per bulan. Namun karena minimnya pendapatan, mereka hanya mampu membayar Rp300 ribu bahkan terkadang tidak sama sekali. Selain itu, para pedagang menganggap bahwa kondisi ini butuh perhatian serius serta kebijakan Kadisprindag Kota Ternate untuk melakukan evaluasi tata kelola pasar di tengah perubahan jaman.
Kasubag Tata Usaha UPTD Pasar Bastiong Abdul Muis Jumadil, membenarkan kondisi tersebut. Dari total 100 unit ruko di lantai dua, hanya 40 yang saat ini aktif digunakan.
Ia juga menyampaikan data keseluruhan tempat usaha di pasar Bastiong, berjumlah 415 unit, terdiri dari 278 ruko dan 137 tempat pasar harian. Dari jumlah tersebut, hanya 303 unit yang aktif digunakan pedagang, sementara 112 unit lainnya tidak terpakai.
Abdul menjelaskan, salah satu penyebab utama kekosongan ruko adalah berkurangnya minat konsumen khususnya produk pakaian yang dijual di lantai dua.
“Banyak pakaian yang dijual di lantai dua desain lama yang tidak lagi diminati oleh pembeli. Karena permintaan turun, nilai jual pun ikut merosot. Ini yang membuat banyak pedagang memilih tutup dan meninggalkan ruko,” jelasnya. (*)
Penulis : Sukarsi Muhdar
Editor : Sandin Ar




![Drawing Cabor Sepak Bola PORPROV V yang berlangsumg di Hotel Grand Majang Ternate [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/05/Picsart_26-05-24_00-35-43-476-225x129.jpg)
![Mahasiswa KKSD UMMU Kelompok 3 dalam kegiatan sosialisasi bahaya narkotika [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260523_222331-225x129.jpg)
![Laga penutup musim antara Borneo FC dan Malut United di Stadion Segiri, Samarinda [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260523_214503-225x129.jpg)
![Latar surat pemberitahuan penundaan PORPROV Malut/Logo PORPROV 2026 [Dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260522_215601-225x129.jpg)
