Kasedata.id – Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, memberi tekanan serius kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN). Persiapan HUT Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara harus digarap maksimal, sementara kedisiplinan dan kepedulian ASN terhadap persoalan daerah tidak boleh berhenti sebatas apel dan rutinitas kantor.
Pesan itu disampaikan Sarbin saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, Senin (14/9/2026).
Mengawali arahannya, Sarbin meminta seluruh panitia HUT Pemprov yang telah dibentuk bekerja secara maksimal, profesional, dan bertanggung jawab. Menurutnya, keterbatasan anggaran akibat efisiensi bukan alasan untuk mengurangi kualitas pelaksanaan kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kepanitiaan yang terbentuk dapat bekerja secara maksimal, profesional, dan penuh tanggung jawab,” tegas Sarbin.
Ia menegaskan, di tengah kondisi efisiensi anggaran, Pemprov Maluku Utara tetap harus mampu menghadirkan kegiatan yang bermakna dan membuka ruang partisipasi masyarakat.
“Jangan sampai efisiensi anggaran kemudian menghilangkan makna dari kegiatan. Kita tetap harus menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya soal agenda pemerintahan, Sarbin juga menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Maluku Utara.
Mantan Kakanwil Kemenag tersebut meminta ASN ikut mengambil peran dalam mencegah meluasnya potensi karhutla. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting, terutama terkait kebiasaan yang dapat memicu kebakaran di tengah kondisi vegetasi kering.
“Saya mengimbau partisipasi aktif ASN memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak memicu potensi kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan di area vegetasi kering,” tegasnya.
Di tengah sejumlah persoalan tersebut, Sarbin juga membawa kabar positif terkait kinerja fiskal daerah. Ia memberikan apresiasi kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) atas capaian peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disebut mencapai 38 persen atau sekitar Rp512 miliar.
Menurut Sarbin, peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi kemampuan fiskal Maluku Utara.
“Naiknya PAD menunjukkan bahwa daerah mulai menuju titik kemandirian fiskal dan tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah pusat,” katanya.
Sarbin kemudian mengingatkan kembali seluruh ASN bahwa apel pagi bukan sekadar kewajiban administratif. Kehadiran ASN dalam apel merupakan bagian dari pembentukan disiplin sekaligus upaya menjaga semangat dan soliditas aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Apel pagi menjadi aktivitas yang wajib diikuti oleh para ASN sebagai bentuk kedisiplinan dan penggalangan semangat bagi para pegawai pemerintah daerah,” pungkas orang nomor dua di Maluku Utara tersebut. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi




![Rangkaian kegiatan P2KK dan MASTA UMMU 2026 yang berlangsung di Landmark Ternate [dok : ani/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260913_223623-225x129.jpg)

